AKA THAMRIN TRADING COMPETITION

Aka Thamrin Trading Competition adalah kompetisi trading tahunan yang diselenggarakan oleh Hima Analis Efek dengan lebih dari 300 peserta dari seluruh Indonesia tiap tahunnya. Event ini ditujukkan untuk literasi dan promosi perputaran uang di pasar modal kepada seluruh mahasiswa di Indonesia.

Pada tahun 2021, ATTC diselenggarakan dengan total hadiah 15 juta rupiah. Pemenang diumumkan di event Webinar ATTC 2021 yang diselenggarakan Via Zoom Meeting.

Baca Selengkapnya

MENTARI PAGI EDISI 647, KAMIS 21 JANUARI 2021

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (20/01/2021) mengalami penguatan sebesar (1.707%), mengakhiri pada perdagangan kemarin di level 6,429.758. Pada perdagangan kemarin hampir semua sektor mengalami kenaikan terdapat 9 sektor yang mengalami penguatan dan hanya tersisa 1 sektor yang menutup melemah.

Sektor yang mengalami penguatan tertinggi pada perdagangan kemarin diraih oleh sektor Mining sebesar (+5.60%) dan disusul oleh sektor Basic Industry and Chemicals sebesar (+2.51%). Sementara sektor satu-satunya sektor yang mengalami pelemahan adalah sektor Consumer Goods Industry sedalam (-0.62%) .

Dikarenakan pada perdagangan kemarin hampir semua sektor mengalami penguatan dan hanya terdapat satu sektor yang mengalami pelemahan, maka IHSG pada perdagangan Rabu kemarin dapat melakukan penguatan. Akibatnya, IHSG mampu mendongkrak kenaikannya. Pada perdagangan kemarin tercatat 19.88 Milyar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 24.22 Triliun. Pada perdagangan kemarin asing pun memilih untuk membeli dan mengoleksi saham sehingga mencatatkan pembelian bersih (Net Foreign Buy) sebesar (756.26 Milyar).

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan melanjutkan kenaikannya dari hari sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh sentiment positif yang datang dari negeri paman sam mengenai pelantikan presiden Joe Biden. Kemudian dengan adanya proses vaksinasi yang akan segera diberikan kepada masyarakat, akan menjadi harapan baru pada sektor industri propert dan pengembangan nasional agar dapat segera pulih dan Kembali seperti semula.

Disisi lain jika dilihat berdasarkan analisa teknikalnya, candlestick masih berada diatas Indicator Moving Average Cross rerata 13 dan 34 (MA Cross 13,34) dan juga belum terlihatnya akan terjadi persilangan Death Cross.

BERITA EKONOMI

Zoom Incar Dana Melalui Penawaran Kedua!

Perusahaan penyedia layanan komunikasi Zoom Video Communications Inc tengah mengelar penawaran saham kedua. Perusahaan menargetkan dapat mengumpulkan dana senilai US$ 1,75 miliar mengutip Bloomberg pada Rabu (13/1)

Langkah galang dana ini dilakukan memanfaatkan momentum peningkatan permintaan platform konferensi video selama pandemi. Zoom menjual sekitar 5,15 juta saham dengan harga US US$ 340 per saham.

JPMorgan Chase & Co adalah satu-satunya bookrunner untuk penjualan tersebut.  Saham Zoom naik 5,7% pada hari Selasa di New York.

Pendapatan Zoom telah melonjak lebih dari 380% dalam 12 bulan terakhir, mencerminkan permintaan signifikan seiring tren bekerja, belajar, dan bersosialisasi dari rumah lewat komputer.

Namun, Zoom mengatakan pihaknya mengharapkan peningkatan penjualan sebesar 330% pada kuartal saat ini, yang berakhir pada Januari.

Menurut Hima AE, kemampuan Zoom untuk bisa dimanfaatkan oleh perusahaan besar, bisnis kecil dan menengah. Begitupun bagi individu sehingga perusahaan dapat berkembang setelah virus corona dikendalikan dan lebih banyak pekerja yang kembali ke kantor mereka. Pertumbuhan pendapatan pada 2021 mungkin sedikit kurang eksplosif dibandingkan tahun lalu.

Realitas ekonomi sangat kontras dengan pandangan pasar tentang dunia. Kita hidup di masa sekarang dimana ekonomi tengah mengalami tekanan besar, sementara pasar hidup akan masa depan.

Sumber: Kontan;Market’

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Rabu, 20 Januari 2021 PT. Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) ditutup menguat sebesar +11,11% pada harga Rp 700. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin telah terbentuk Bullish Candle  yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 34, Moving Average 25, Sthocastic dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir harga perusahaan berada tepat diatas Moving Average 34 dan Moving Average 25 mengindikasikan kuat bahwa tren akan lanjut naik.

Kemudian pada indikator Sthocastic mulai terjadi Golden Cross menuju area Overbought mengindikasikan bahwa perusahaan akan mengalami tren naik.

Indikator-indikator tersebut juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 735

Stop Loss        : Rp 685

(DISCLAIMER ON)

  Baca Selengkapnya

MENTARI PAGI EDISI 637, KAMIS 07 JANUARI 2021

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (06/01/2021) melemah sebesar (-1.168%), mengakhiri perdagangan kemarin di level 6,065.682. Pada perdagangan kemarin semua sektor serentak menutup melemah.

Sektor yang mengalami pelemahan paling dalam diraih oleh sektor Infrastructure, Utilities and Transportations sebesar (-2.09%) kemudian disusul oleh sektor yang mengalami pelemahan kedua yaitu sektor Finance sebesar (-1.31%) dan sektor terakhir yang mengalami pelemahan yaitu sektor  Consumer Goods Industry sebesar (-1.29%). Dikarenakan semua sektor menutup melemah akibatnya, IHSG tidak mampu mendorong  kenaikannya seperti pada hari sebelumnya sehingga mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar (-71.661 Poin) dan mengalami koreksi. Pada perdagangan kemarin tercatat 22.98 Milyar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 19.07 Triliun Rupiah. Pada perdagangan kemarin, asing pun memilih untuk menjual saham sehingga mencatatkan penjualan bersih (Net Foreign Sell) sebesar (-651.91 Miliar).

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG kemungkinan besarnya akan mengalami pelemehan.

Dikarenakan oleh faktor bahwa pemerintah akan kembali memberlakukan PSBB yang lebih ketat yang akan berlaku di beberapa daerah di Jawa dan Bali mulai Senin (11/1/2021) pekan depan.

Kemudian jika dilihat berdasarkan Analisa teknikal, akan terjadinya persilangan turun (death cross) dengan menggunakan indikator garis rerata (Moving Average) 13 hari (MA13) dan 34 hari (MA34).

BERITA EKONOMI

Harga emas Antam moncer, ini saran analis bagi yang ingin investasi logam mulia

Harga emas batangan bersertifikat Antam dari Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dalam tren naik lagu. Pada Rabu (6/1), harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 981.000 per gram atau naik Rp 6.000 dibanding Selasa (5/1).

Penguatan harga emas Antam sejalan dengan harga emas spot yang juga sedang dalam tren positif. Namun, analis Central Capital Futures Wahyu Laksono mengungkapkan, pergerakan emas Antam tak hanya dipengaruhi oleh harga emas spot saja, tetap juga nilai tukar rupiah.

“Secara jangka pendek, saat ini harga emas diuntungkan oleh dolar Amerika Serikat (AS) yang terus melemah. Sementara untuk jangka panjang, kebijakan akomodatif bank sentral masih akan membuat imbal hasil riil obligasi AS masih di bawah 0. Belum lagi dengan adanya kebijakan fiskal AS yang memberi bantuan tunai ke masyarakat,” jelas dia kepada Kontan.co.id, Rabu (6/1).

Menurut HIMA AE, dua kebijakan tersebut akan membuat pasokan dolar AS semakin berlimpah dan memperbesar peluang tingginya angka inflasi. Belum lagi jika memperhitungkan kemungkinan terjadinya percepatan pertumbuhan inflasi ketika pandemi berakhir dan masyarakat meningkatkan biaya pengeluarannya.

Oleh karena itu, si kuning punya prospek menarik ke depan, begitupun dengan emas Antam. Ia pun merekomendasikan kepada para investor untuk segera mulai akumulasi beli ketika terjadi koreksi.

ke depan harga emas Antam masih akan kembali menguat. Bahkan, ia menilai harga emas Antam secara historis memiliki kenaikan yang lebih stabil dibandingkan emas spot. Pertimbangan Wahyu dikarenakan secara fundamental, kondisi saat ini memang menguntungkan komoditas emas.

Sumber : Kontan

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Senin, 6 Januari 2021 PT. Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) ditutup menguat sebesar +1,62% pada harga Rp 188. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin telah terbentuk Bullish Candle  yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5, Sthocastic dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir harga perusahaan berada tepat diatas Moving Average 5 mengindikasikan kuat bahwa tren akan lanjut naik.

Kemudian pada indikator Sthocastic mulai terjadi Golden Cross diarea Oversold mengindikasikan bahwa perusahaan akan kembali mengalami tren naik.

Indikator-indikator tersebut juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 198

Stop Loss        : Rp 182

(DISCLAIMER ON) Baca Selengkapnya

MENTARI PAGI EDISI 636, RABU 06 JANUARI 2021

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan Selasa (05/01/2021) mengalami penguatan sebesar (+0.53%) sehingga IHSG naik ke level 6137.343. Hanya tiga sektor yang mengalami pelemahan sementara sisanya mengalami penguatan.

Sektor Agriculture menjadi sektor garda terdepan yang menyokong kenaikan IHSG pada perdagangan kemarin dengan penguatan sebesar (+2.79%). Kemudian diikuti dengan kenaikan yang dialami oleh sektor Finance sebesar (+1.14%). Sementara disisi lain, sektor yang paling tertinggal ialah sektor Infrastructure, Utilities and Transportation dengan pelemahan terbesar yakni sebesar (-0.65%). Tercatat sebanyak 18.358 milyar saham diperdagangkan dengan menghasilkan total nilai transaksi sebesar 16.475 triliun. Asing pun turut meramaikan perdagangan di tanah Air dengan menghasilkan Net Foreign Buy sebesar 373.65 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan melanjutkan penguatannya dengan rentang support resistance antara 6103 – 6196. Hal ini lagi-lagi disebabkan oleh rencana vaksinasi yang akan segera direalisasikan dengan menggunakan skala prioritas dan bertahap ditambah dengan BI yang baru saja mengumumkan bahwa cadangan devisa tahun 2020 lalu tergolong besar yakni sebesar US $135 milyar yang disebabkan cadangan devisa tersebut tidak digunakan banyak untuk menstabilisasi perekonomian di Tanah Air yang mana berarti bahwa perekonomian di Indonesia memang akan mengalami pemulihan secara berkala. Jika dilihat dari sisi teknikal, candlestick masih mampu menguat walau tipis untuk hari ini dan indikator Stochastic Oscillator baru saja terjadi golden cross.

BERITA EKONOMI

Wow! Dapen Kanada Investasi Bisnis Logistik Rp 2,7 T di RI

Perusahaan dana pensiun asal Kanada, The Canada Pension Plan Investment Board atau CPP Investments, dan perusahaan logistik LOGOS, membentuk perusahaan patungan yang bergerak di bisnis logistik di Indonesia.

“CPP Investment akan menginvestasikan dana sebesar US$ 200 juta atau setara Rp 2,76 triliun (asumsi kurs Rp 13.800/US$), ke dalam perusahaan patungan yang akan mengembangkan beragam portofolio bisnis logistik pihak ketiga, pusat data, dan penyewa industri,” tulis CPP Investment, dalam keterangannya, Selasa (5/1/2021).

Menurut Managing Director dan Head of Real Estate Investments, Asia, CPP Investments, Jimmy Phua salah satu investasi utama untuk CPP Investments adalah pertumbuhan kelas menengah dan konsumsi domestik di Asia.

Prospek ini dimotori oleh pertumbuhan pasar e-commerce Indonesia telah mendorong permintaan akan fasilitas logistik modern. “Kemitraan kami dengan LOGOS dan memperkuat posisi kami di pasar logistik Indonesia,” kata Jimmy.

Menurut HIMA AE, Ini adalah usaha patungan kedua antara CPP Investments dan LOGOS di Indonesia, yang pertama diluncurkan pada tahun 2017 bekerja sama dengan investor internasional lain untuk memperoleh properti logistik modern di pasar ini.

Usaha awal tersebut mencakup sejumlah properti logistik antara lain, Metrolink Logistics Hub, Cikarang Logistics Park, Cibitung Logistics Hub dan Cileungsi Distribution Center.

Sementara itu, Manajer LOGOS, Stephen Hawkins menjelaskan, perusahaan menyebut adanya permintaan yang meningkat dari pelanggan multinasional maupun domestik untuk bisnis logistik yang didukung oleh penggerak ekonomi kawasan ini dari perdagangan elektronik, manufaktur dan diversifikasi ke rantai pasokan yang terdesentralisasi.

“Kedua usaha tersebut, memberikan hingga US$ 1 miliar fasilitas logistik berkualitas tinggi ke pasar ini selama beberapa tahun mendatang,” ujarnya.

Usaha awal tersebut mencakup sejumlah properti logistik antara lain, Metrolink Logistics Hub, Cikarang Logistics Park, Cibitung Logistics Hub dan Cileungsi Distribution Center.

Sumber: CNBC

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Selasa, 05 Januari 2021 PT. Kimia Farma Tbk (KAEF) ditutup menguat sebesar +18,09% pada harga Rp 5.130. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator DMI, ADX dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Dari indikator DMI dapat disimpulkan bahwa pergerakan harga saham KAEF sedang dalam posisi tren bullish. Hal ini dikarenakan posisi garis +DI berada di atas garis –DI, serta jarak antara kedua garis tersebut semakin melebar. Keadaan tren bullish tersebut sangat kuat, dikarenakan ADX > 25 (berada di level 45).

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang tinggi dan didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 5.400

Stop Loss        : Rp 5.000

(DISCLAIMER ON) Baca Selengkapnya

MENTARI PAGI EDSI 634, SENIN 4 JANUARI 2021

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan di tahun 2020, Rabu (30/12/2020) ditutup melemah sebesar (-0.94%) sehingga IHSG tertahan pada level 5979.073. Hanya terdapat dua sektor saja yang mengalami penguatan sementara sektor lainnya kompak melemah.

Sektor Agriculture menjadi sektor terkuat pada penutupan perdagangan terakhir di tahun 2020 yakni sebesar (+0.89%) diiringi dengan kenaikan pada sektor Trade, Service, and Investment sebesar (+0.17%). Sementara itu, disisi lain sektor Infrastructure, Utilities and Transportation menjadi sektor pemberat dengan pelemahan terbesar sebesar (-2.49%). Tercatat sebanyak 24.709 milyar saham diperdagangkan dengan menghasilkan total nilai transaksi sebesar 14.510 triliun. Namun meskipun demikian, asing masih optimis terhadap pasar di Tanah Air dengan menghasilkan nilai beli bersih atau Net Foreign Buy sebesar 76.711 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan mengalami penguatan. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor yang mendukung pada tahun 2021 ini salah satunya ialah adanya rencana investasi pembangunan pabrik kendaraan bertenaga listrik di Indonesia dan Indonesia menjadi salah satu penyokong bahan baku utama kendaraan tersebut, disisi lain vaksin COVID-19 yang dikirimkan oleh China telah tiba di Indonesia dan siap disebarkan pada tahun ini. Sementara itu, jika dilihat dari sisi teknikalnya, Relative Strenght Index sudah melewati masa kritis overboughtnya dan masih memiliki potensi untuk naik. Disisi lain candlestick belum mampu menembus middle Bollinger Bands dan Exponential Moving Average 14 (EMA14). Kami memprediksi bahwa IHSG akan bergerak dengan rentang support-resistance antara 5.957-6.049.

 

BERITA EKONOMI

Tahun 2021 nampaknya sektor komoditi menjadi salah satu sektor terbaik

Babak baru tahun 2021 sudah dimulai. Tahun ini diyakini sebagai tahunnya komoditas. Berbagai komoditas terutama komoditas pertambangan dinilai akan memasuki periode bullish jangka panjang yang dikenal dengan sebutan ‘super cycle‘.

Untuk tahun 2021, China akan memiliki peran sentral dalam fase siklus super komoditas. Keberhasilan China dalam menjinakkan wabah Covid-19 membuatnya menjadi satu-satunya negara G20 yang mencatatkan kinerja ekonomi yang paling moncer.

Di tahun 2020, bijih besi dan baja menjadi komoditas yang mengalami kenaikan sangat tinggi karena dipicu oleh booming permintaan di sektor konstruksi dan manufaktur China. Untuk tahun 202 komoditas base metal seperti tembaga, aluminium, seng, nikel, timbal dan timah akan mendapat sentimen yang positif.

Menurut catatan Daniel Sullivan seorang portfolio manager di Janus Handerson, dalam 227 tahun terakhir ada enam kali periode super cycle untuk komoditas yang terjadi setelah resesi atau depresi.

Menurut HIMA AE, Faktor yang memicu kenaikan harga komoditas adalah suku bunga acuan yang rendah, dolar AS yang lemah hingga pertumbuhan ekonomi serta booming pembangunan infrastruktur di berbagai negara terutama untuk emerging market.

Tembaga diproyeksikan bakal menjadi komoditas paling ciamik pada 2021 mengingat penggunaannya di sektor yang sangat beragam mulai dari konstruksi, perkakas hingga untuk jaringan listrik.

Menurut laporan baru dari Badan Energi Internasional, kemungkinan pulihnya kembali ekonomi global pada 2021 diperkirakan akan mendorong rebound jangka pendek dalam permintaan batu bara menyusul penurunan besar tahun ini yang dipicu oleh krisis Covid-19.

Sumber : CNBC

 

REKOENDASI SAHAM 

Pada perdagangan Rabu, 30 Desember 2020 PT. Astra Agro Lestari Tbk (AALI) ditutup menguat sebesar +1,86% pada harga Rp 12.325. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator DMI, ADX dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Dari indikator DMI dapat disimpulkan bahwa pergerakan harga saham AALI memasuki posisi tren bullish. Hal ini dikarenakan posisi garis +DI berada di atas garis –DI. Keadaan tren bullish tersebut juga cukup kuat, dikarenakan ADX > 25 (berada di level 33).

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 12.950

Stop Loss        : Rp 12.075

 

(DISCLAIMER ON) Baca Selengkapnya

MENTARI PAGI EDISI 632, KAMIS 17 DESEMBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (16/12/2020) mengalami penguatan yang signifikan yakni sebesar (1.80%) sehingga menyebabkan IHSG melambung tinggi pada zona hijaunya di level 6118.402. Seluruh sektor kompak melaju ke depan atau menguat.

Sektor Mining menjadi sektor terunggul pada perdagangan kemarin dengan penguatan sebesar (+3.95%) dibandingkan sektor lainnya. Kemudian pada urutan kedua terdapat sektor Infrastructure, Utilities and Transportation yang yang mengekor dengan penguatan sebesar (+3.56%). Sementara sektor Consumers Goods Industry menjadi sektor tertinggal pada perdagangan kemarin dengan penguatan tipis sebesar (+0.62%). Tercatat sebanyak 36.686 milyar saham diperdagangkan dengan menghasilkan total nilai transaksi sebesar 22.270 triliun. Asing datang untuk berinvestasi di Tanah Air dengan melakukan aksi beli dan menghasilkan Net Foreign Buy sebesar 678.46 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan bergerak menguat karena masih adanya potensi penguatan dari hari sebelumnya. Hal ini juga lantaran optimisme pertama adalah kehadiran UU Ciptaker yang sudah disahkan beberapa waktu lalu. Sentimen dalam negeri ini, didukung sentimen internasional yakni kemenangan Joe Biden dalam Pemilu AS beberapa waktu lalu. Adapun kabar gembira yang diterima di Indonesia yakni adanya vaksin COVID-19 yang telah tiba beberapa waktu lalu di Tanah Air. Jika dilihat dari sisi teknikalnya, candlestick membentu pola marubozu hijau yang menunjukkan bahwa trend akan berkecenderungan bullish. Candlestick juga masih jauh diatas Exponential Moving Average 14 (EMA14) dan middle Bollinger Bands.

BERITA EKONOMI

Pulih nya Ekonomi! Reksadana Berbunga Di Tahun 2021

Kalangan manajer investasi bersikap optimis dalam memasang target untuk 2021 mendatang, termasuk menyiapkan produk reksa dana baru.

Seiring dengan optimisme terhadap pemulihan pasar, Soni mengatakan Bahana TCW menargetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) untuk akhir 2021 mereka dapat tumbuh sekitar 15 persen dari posisi penutupan tahun ini.

“Sebenernya sih belum ada target karena kan baru recover, tapi kemarin kan pembicaraan dengan manajemen Bahana Group kita ditargetkan naik sekitar 15 persen dari closing Desember ini,” tutur dia.

Menurut Soni, pertumbuhan AUM salah satunya akan disumbang dari peluncuran produk baru Bahana TCW. Namun, dia menyebut saat ini pihaknya belum memutuskan akan merilis jenis produk apa untuk tahun depan.

Adapun untuk tahun depan, Eastspring akan fokus pada pengembangan produk berbasis environmental, social, and governance (ESG) karena mereka melihat pentingnya peranan ESG dalam fondasi berinvestasi sehingga dapat mencapai sistem ekonomi dan finansial yang berkelanjutan.

Menurut Hima AE, banyak katalis positif yang akan menyokong pemulihan pasar pada 2021 mendatang. Sejumlah katalis tersebut antara lain implementasi omnibus law UU Cipta Kerja, adanya pemerintahan baru di AS dengan Presiden Joe Biden, serta penyelesaian penanganan pandemi Covid-19 seiring kehadiran vaksin. Dengan pemerintah mempertahankan suku bunga rendah, kita percaya ini akan baik untuk bursa saham dan obligasi, Memperkirakan, pada tahun depan IHSG akan menyentuh level 6.800. Adapun untuk proyeksi return reksadana, ia memperkirakan besarnya akan 2%-3% di atas IHSG.

Sumber: Market, Kontan

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Rabu, 16 Desember 2020 PT. Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) ditutup menguat sebesar +12,40% pada harga Rp 290. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator DMI, ADX dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Dari indikator DMI dapat kita simpulkan bahwa pergerakan harga saham SRIL dalam posisi tren bullish. Hal ini dikarenakan posisi garis +DI berada di atas garis –DI, serta jarak dari keduanya semakin melebar. Keadaan tren bullish tersebut juga sangat kuat, dikarenakan ADX > 25.

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang tinggi dan didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 310

Stop Loss        : Rp 280

(DISCLAIMER ON) Baca Selengkapnya

MENTARI PAGI EDISI 631, RABU 16 DESEMBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (15/12/2020) melemah tipis sebesar (0.04%), mengakhiri perdagangan kemarin di level 6,010.128. Pada perdagangan kemarin hanya terdapat dua sektor yang mengalami penguatan, sementara sektor lainnya kompak menutup melemah.

Sektor yang mengalami penguatan tertinggi diraih oleh sektor Miscellaneous Industry sebesar (+3,92%) dan disusul oleh sektor Infrastructure, Utilities sebesar (+2.05%). Sementara sektor yang mengalami pelemahan paling dalam terjadi pada sektor Property, Real Estate and Building Construction sedalam (-1.06%) kemudian diikuti oleh sektor Consumer Goods Industry sedalam (-1.05%). Akibatnya, IHSG tidak mampu melanjutkan kenaikannya dan mengalami koreksi. Pada perdagangan kemarin tercatat 22.17 Milyar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 17.38 Triliun. Asing pun kini mulai jenuh dengan melakukan aksi jual, sehingga melakukan aksi beli dan mencatatkan pembelian bersih (Net Foreign Buy) sebesar (836.2 Miliar).

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG masih melemah seperti hari sebelumnya. Hal ini disebabkan karena sentimen negatif bagi IHSG muncul dari kabar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang menginstruksikan Gubernur DKI Jakarta untuk kembali memperketat pembatasan sosial berskala besar mulai 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.Instruksi ini untuk meredam kenaikan jumlah korban yang terinfeksi virus covid-19. Selanjutnya sentimen negatif juga datang setelah pemerintah memutuskan untuk melarang kerumunan dan perayaan tahun baru di tempat umum.

Jika dilihat dari analisa secara teknikal, dapat dilihat bahwa candlestick hari ini masih berada diatas ketiga indicator yaitu, MA 14 ( Moving Average rerata 14), MA 22 (Moving Average rerata 22), MA 34 (Moving Average rerata 34).

BERITA EKONOMI

Indeks ESG Leader bisa jadi alternatif untuk reksadana indeks maupun ETF

Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks baru yakni indeks ESG (Environmental, Social, Governance) Leaders di awal pekan ini. Melalui indeks ini, diharapkan akan mendorong praktik berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam penerapan investasi berkelanjutan di Indonesia.

Dalam penyusunannya, indeks ESG Leader terdiri dari konstituen 30 saham dengan praktik ESG yang baik, tidak terlibat pada kontroversi secara signifikan, memiliki likuiditas transaksi, serta kinerja keuangan yang baik.

“Sebenarnya dari sisi konstituennya, dari sisi saham big cap mirip dengan indeks Sri-Kehati, yang menjadi pembeda dari sisi mid-cap. Kendati begitu, adanya indeks ini tentu menjadi kabar baik karena akan memberikan alternatif bagi investor maupun fund manager,” jelas Wawan kepada Kontan.co.id, Selasa (15/12).\

Menurut HIMA AE, dari segi kinerja, indeks ESG Leader akan bersaing dengan kedua indeks yang sudah ada tersebut. Sementara dari segi minat,  baik penerbit maupun investor akan mempunyai minat yang cukup besar terhadap indeks tersebut. Bukan tidak mungkin, indeks ESG Leader tersebut akan dijadikan produk reksadana indeks maupun Exchange Traded Fund (ETF).

Saat ini pertumbuhan minat investor terhadap reksadana indeks maupun ETF terus membaik. Hal ini sejalan dengan kinerja reksadana indeks maupun ETF yang dalam tiga tahun terakhir mampu mengungguli reksadana konvensional. Pada akhirnya, dengan kinerja yang lebih baik dan risiko terukur, banyak investor yang mulai melirik reksadana indeks dan ETF.

Jika memang investor ada yang tertarik untuk masuk ke reksadana indeks dan ETF, saat ini bisa jadi momen yang tepat. Namun, ia mengingatkan untuk tetap melakukan diversifikasi, mengingat risiko di pasar saham pada tahun depan masih akan ada.

Sumber : Kontan

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Selasa, 15 Desember 2020 PT. Lippo Karawaci Tbk (LPKR) ditutup menguat sebesar +7,83% pada harga Rp 248. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin telah terbentuk konfirmasi dari pola Pennant atau Symmetrical Triangle  yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 20,Moving Average 10, Parabolic Sar dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir harga perusahaan berada tepat diatas Moving Average 25 dan Moving Average 10  mengindikasikan kuat bahwa tren akan lanjut naik.

Kemudian pada indikator Parabolic Sar tepat berada dibawah harga dengan kerenggangan yang cukup lebar menandakan bahwa masih berlangsung kekuatan untuk Bullish Trend.

Indikator-indikator tersebut juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 262

Stop Loss        : Rp 240

(DISCLAIMER ON) Baca Selengkapnya

MENTARI PAGI EDISI 627, KAMIS 10 DESEMBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (08/12/2020) mengalami kenaikan tipis sebesar (+0.23%) sehingga IHSG menguat sebesar (+13.650 Poin), menjadi 5,944.409. Pada perdagangan kemarin terdapat 6 sektor yang mengalami penguatan, dan 4 sisa sektor lainnya menutup melemah.

Sektor yang mengalami penguatan tertinggi yaitu sektor Consumer Goods Industry dengan penguatan sebesar (+1.64%). Selanjutnya dilanjut oleh sektor Mining yang mengalami penguatan kedua yaitu sebesar (+1.11%). Sementara itu sektor yang mengalami pelemahan paling dalam yaitu jatuh kepada sektor Miscellaneous Industry sebesar (-1.48%). Kemudian dilanjut oleh sektor  Agriculture dengan pelemahan terdalam kedua yakni sedalam (-0.79%). Pada perdagangan kemarin tercatat sebanyak 31.89 Milyar saham diperdagangkan sehingga menghasilkan total nilai transaksi sebesar 18.52 Triliun. Pada perdagangan kemarin asing lebih memilih untuk melakukan aksi jual yang cukup besar, sehingga mencatatkan  Net Foreign Sell sebesar (-741.58 Miliar).

Hari ini kami memprediksi IHSG akan mengalami penguatan. Hal ini disebabkan oleh beberapa sentimen positif yang ada dibulan Desember ini antara lain mengenai berita bahwa Inggris sudah memulai vaksinasi Covid-19 pertama kepada publik pada hari Selasa (8/12/2020), menjadikannya salah satu negara pertama di dunia yang melakukan vaksinasi. Suntikan Pfizer-BioNTech memperoleh persetujuan darurat dari regulator obat Inggris minggu lalu dan akan diberikan pertama kali kepada petugas kesehatan garis depan, pekerja panti jompo dan mereka yang berusia di atas 80 tahun.

Disisi lain jika dilihat berdasarkan analisa teknikalnya, candlestick masih berada diatas Indikator Moving Average Cross rerata 13, dan 34 (MA Cross 13,34) dan juga belum terlihatnya akan terjadi persilangan Death Cross.

BERITA EKONOMI

Tak Terbendung Lagi, Tembaga Bullish! Pertanda Ekonomi Global Pulih

Harga tembaga terus melanjutkan penguatan seiring dengan prospek kejelasan stimulus ekonomi AS dan perbaikan permintaan terhadap komoditas ini tahun depan. Harga tembaga masih dalam tren menguat setelah sentuh rekor tertinggi. Dengan memproyeksikan harga tembaga berpotensi terus menguat didukung adanya vaksin Covid-19.

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (7/12/2020), harga tembaga pada Jumat (4/12/2020) pekan lalu sempat naik hingga 1,3 persen ke level US$7.774 per metrik ton, atau catatan tertinggi sejak Maret 2013 lalu di London Metal Exchange (LME).

Sementara itu, harga tembaga pada London Metal Exchange hingga Senin siang terpantau pada US$7.760,50 per ton atau menguat 1,12 persen dibandingkan penutupan pekan sebelumnya.

Harga tembaga menunjukkan tren penguatan paling tajam dalam 10 tahun setelah China meningkatkan permintaan dan adanya gangguan pasokan pada awal pandemi virus corona. Harga tembaga telah melesat lebih dari 75 persen dari posisi terendah pada Maret 2020 lalu.

Komoditas tembaga akan memainkan peranan penting dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga surya. Selain itu, Presiden Terpilih AS, Joe Biden, juga berencana untuk menggenjot pembangunan infrastruktur AS yang akan berimbas pada kenaikan permintaan tembaga dari AS.

ekonomi AS masih terancam untuk menguat akibat pandemi. Dollar AS berpotensi melemah karena The Fed akan menggelontorkan stimulus. Di satu sisi harga komoditas biasanya akan menguat sebagai lawan dari dollar AS. Seperti kita ketahui dollar AS menjadi acuan mata uang dalam transaksi komoditas. Melemahnya dollar AS akan sangat mendukung kenaikan harga komoditas.

Menurut Hima AE, penguatan harga tembaga menjadi indikator bahwa ekonomi global sedang membaik. Sebaliknya, pelemahan harga tembaga bisa menjadi indikasi pelemahan ekonomi global. Harga tembaga memang dikenal sebagai refleksi dari kekuatan ekonomi global dengan China yang membawa pengaruh terbesar.

meningkatnya permintaan tembaga oleh China juga menjadi sentimen penting. Harga tembaga memang sempat anjlok di awal tahun dan berhasil rebound di Maret hingga saat ini. Penguatan harga ini terjadi karena permintaan tembaga mulai naik di tengah pasokan yang menipis.

Untuk jangka panjang melihat harga tembaga masih berpotensi bullish karena didukung peralihan China ke sistem energi terbarukan. kondisi fundamental komoditas ini juga dinilai menjadi salah satu penopang kenaikan harga. Kekhawatiran pelaku pasar terhadap pasokan yang minim seiring dengan kemunculan vaksin virus corona dan pemulihan permintaan dari China juga ikut mendorong harga tembaga.

Sumber : Kontan, CNBC

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Selasa, 08 Desember 2020 PT. Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) ditutup menguat sebesar +15,36% pada harga Rp 1.690. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator DMI, ADX dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Dari indikator DMI dapat kita simpulkan bahwa pergerakan harga saham PGAS dalam posisi tren bullish. Hal ini dikarenakan posisi garis +DI berada di atas garis –DI. Keadaan tren bullish tersebut juga sangat kuat, dikarenakan ADX > 25.

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang sangat tinggi dan didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 1.775

Stop Loss        : Rp 1.655

(DISCLAIMER ON) Baca Selengkapnya

MENTARI PAGI EDISI 624, JUM’AT 04 DESEMBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (03/12/2020) mengalami penguatan tipis yakni sebesar (0.15%) sehingga IHSG dapat naik ke level 5822.942. Sebanyak 4 sektor mengalami penguatan sementara sektor lainnya kompak melemah.

Sektor Miscellaneous Industry menjadi sektor pemberat pada perdagangan kemarin dengan pelemahan terbesar yakni (-1.34%). Namun di sisi lain, sektor Agriculuture menjadi sektor paling unggul dengan penguatan sebesar (+3.82%). Tercatat sebanyak 33.527 milyar saham diperdagangkan dan mencatatkan total nilai transaksi sebesar 19.665 triliun. Asing kemarin turut berpartisipasi meramaikan pasar dan mencatatkan Net Foreign Buy sebesar 264.22 milyar

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan mengalami penguatan tipis. Hal ini dikarenakan bahwa vaksin darurat telah tiba di Indonesia dan akan segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, jika dilihat dari sisi teknikalnya candlestick masih berada jauh diatas garis supportnya yaitu middle Bollinger Bands dan Exponential Moving Average 14 (EMA14).

BERITA EKONOMI

Harga batu bara acuan akan naik di akhir tahun 2020, bagaimana pospek 2021?

Setelah sempat turun beruntun selama 6 bulan, harga batubara acuan (HBA) merangkak naik pada tiga bulan terakhir tahun 2020. Ditutup dengan kenaikan 7,07% secara bulanan, Kementerian ESDM menetapkan HBA bulan Desember 2020 sebesar US$ 59,65 per ton.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menyampaikan, kenaikan HBA Desember 2020 tak lepas dari meningkatnya impor batubara dari China. Permintaan terdongkrak seiring dengan musim dingin dan mulai membaiknya demand industri setelah sempat terpuruk akibat pandemi covid-19.

“Seperti biasa, di kuartal IV, tren permintaan meningkat dan level harga saat ini mendekati harga di saat awal 2020 yang lalu,” kata Hendra kepada Kontan.co.id, Kamis (3/12).

Sebagai informasi, secara keseluruhan, rerata HBA pada 2020 sebesar US$ 58,17 per ton. Dalam catatan Kontan.co.id, rerata HBA tahun ini anjlok dibanding tahun lalu yang sebesar US$ 77,89 per ton. Apalagi jika dibandingkan tahun 2018 yang menyentuh level tertinggi yakni US$ 98,96 per ton. Rerata HBA 2020 juga menjadi yang terendah sejak 2015 yang saat itu masih dilevel US$ 60 per ton.

Menurut Hima AE, Penurun harga batu bara tahun ini lebih disebabkan oleh dampak pandemic. Itu mengakibatkan rendahnya demand akibat kebjakan lockdown. Pembatasan di berbagai Negara sementara dari sisi supply relatif masih stabil meskipun mengalami penurunan.

Kenaikan HBA dalam tiga bulan terakhir menjadi sentiment positif bagi produsen batubara, kenaikan indeks harga merupakan hal yang dinantikan oleh para investor.

Direktur PT. ABM Investama Tbk Adrian Erlangga juga melihat prospek batubara tahun depan 2021 masih cerah. Bahkan sentiment positif bisa berlanjut pada tahun 2022 seiring dengan penemuan vaksin virus Covid-19.

Sumber: Kontan

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Kamis, 03 Desember 2020 PT. Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) ditutup menguat sebesar +2,06% pada harga Rp 1.485. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator EMA 10,24,100 dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Dari indikator EMA 10,24,100 dapat kita simpulkan bahwa pergerakan harga saham BRIS dalam posisi bullish trend. Keadaan tren bullish tersebut cukup kuat, dikarenakan posisi EMA 10 berada di atas EMA 24 serta posisi dari kedua EMA tersebut berada di atas EMA 100.

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 1.560

Stop Loss        : Rp 1.455

(DISCLAIMER ON) Baca Selengkapnya