MENTARI PAGI EDISI 645, SELASA 19 JANUARI 2021

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (18/01/2021) menguat tipis sebesar (0.258%), mengakhiri pada perdagangan kemarin di level 6,389.834. Pada perdagangan kemarin terdapat 5 sektor yang mengalami penguatan dan sisa 5 sektor lainnya menutup melemah.

Sektor yang mengalami penguatan tertinggi pada perdagangan kemarin diraih oleh sektor Consumer Goods Industry sebesar (+2.22%) dan disusul oleh sektor Manufacturing sebesar (+1.11%). Sementara sektor yang mengalami pelemahan paling dalam yaitu jatuh kepada sektor Agriculture sedalam (-3.12%) kemudian dilanjut oleh sektor Mining yang melemah paling dalam kedua sedalam (-2.89%).

Meskipun pada perdagangan kemarin sektor yang mengalami penguatan dan pelemahan berjumlah sama dan rata, tetap tidak dapat menggagalkan IHSG untuk dapat memperoleh penguatan pada perdagangan kemarin. Akibatnya, IHSG mampu mendongkrak kenaikannya. Pada perdagangan kemarin tercatat 35.29 Milyar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 23.08 Triliun. Asing pun memilih untuk menjual dan melego saham pada perdagangan kemarin sehingga mencatatkan penjualan bersih (Net Foreign Sell) sebesar (-200.94 Milyar).

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan melanjutkan kenaikannya dari hari sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh sentiment positif yang dating dari negeri China yang menyatakan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) negeri panda tersebut ternyata lebih baik dari perkiraannya dengan kenaikan 6,5% dari kuartal IV tahun sebelumnya YoY. Kemudian dengan adanya proses vaksinasi yang akan segera diberi kepada masyarakat, akan menjadi harapan baru pada sektor industri propert dan pengembangan nasional agar dapat segera pulih dan Kembali seperti semula.

Disisi lain jika dilihat berdasarkan analisa teknikalnya, candlestick masih berada diatas Indicator Moving Average Cross rerata 13 dan 34 (MA Cross 13,34) dan juga belum terlihatnya akan terjadi persilangan Death Cross.

 

BERITA EKONOMI

Pindah Haluan ke Dolar AS! Harga Emas Lesu Koreksi

Harga emas mendapatkan momentum rebound seiring dengan masih tingginya kasus Covid-19, sehingga investor masih masuk ke aset aman.

Pada perdagangan Senin (18/1/2021) pukul 14.21 WIB, harga emas spot naik 0,48 persen atau 8,8 poin menjadi US$1.837,25 per troy ounce. Emas Comex kontrak Februari 2021 juga naik 0,34 persen atau 6,2 poin menuju US$1.836,1 per troy ounce.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama naik tipis 0,02 persen menuju 90,788.

Bila dihitung dengan asumsi nilai tukar rupiah Rp 13.600, harga emas per gram di logam mulia akan berada di kisaran Rp 999 ribu per gram. Namun, bila rupiah bercokol di Rp 14.200 per dolar Amerika Serikat, harga emas akan berkisar Rp 1,3 juta per gram.

Harga emas bergerak lebih rendah pada sesi Asia karena terbebani oleh optimisme vaksinasi virus Covid-19 di sejumlah negara yang berpotensi memicu permintaan terhadap aset resiko.

harga emas berpeluang masih dalam tekanan turun dalam jangka pendek di tengah outlook penguatan dolar AS karena permintaan aset likuid seiring memburuknya kasus pandemi Covid-19 global dan tingginya yield Treasury AS karena ekspektasi pasar untuk meningkatnya inflasi dibalik langkah-langkah stimulus

Menurut Hima AE, Harga emas sepanjang 2021 masih akan terus bergerak fluktuatif. Penguatan harga emas didorong oleh hasil kesepakatan Inggris dan Uni Eropa terkait Brexit. Inggris akan meninggalkan Brexit terhitung mulai 1 Januari 2021

Meski demikian, harga emas belum bisa melesat terlampau tinggi karena Inggris masih harus membahas pelbagai klausul terkait kesepakatan hubungan perdagangannya. Memperkirakan harga emas berangsur melandai alias turun mulai kuartal kedua hingga puncaknya di kuartal ketiga dengan asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS Rp 15.000.

Sumber: CNBC;Kontan

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Senin, 18 Januari 2021 PT. Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) ditutup menguat sebesar +5,14% pada harga Rp 450. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin telah terbentuk Bullish Candle  yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5 dan Moving Average 10, MACD dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir harga perusahaan berada tepat diatas Moving Average 5 dan Moving Average 10 mengindikasikan kuat bahwa tren akan lanjut naik.

Kemudian pada indikator MACD, terlihat akan terjadi Golden Cross persilangan antara MACD dan Signal MACD yang tentunya mengindikasikan bahwa perusahaan akan mengalami tren naik.

Indikator-indikator tersebut juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp. 476

Stop Loss        : Rp. 434

 

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *