MENTARI MINGUAN EDISI 644, SENIN 18 JANUARI 2021

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pada Jumat (15/01/2021) terkoreksi sebesar (-0.85%) sehingga IHSG turun pada level 6373.412. Hanya satu sektor saja yang mengalami penguatan sementara yang lainnya mengalami koreksi.

Sektor Property, Real Estate and Building Construction menghijau sendirian dengan penguatan sebesar (+1.01%). Sementara sektor Miscellaneous Industry menjadi sektor paling tertinggal dengan pelemahan terbesar yakni (-2.43%) diikuti sektor Agriculuture yang turut melemah sebesar (-1.43%). Sebanyak 28.048 milyar saham diperdagangkan dan menghasilkan total nilai transaksi sebesar 23.687 triliun. Meskipun demikian, Asing masih optimis dengan pasar Tanah Air dengan melakukan aksi beli dan menghasilkan Net Foreign Buy sebesar 86.77 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG menguat. Hal ini dikarenakan oleh dua faktor yakni dari dalam negeri yang sudah mulai diadakan vaksinasi secara masal kepada masyarakat luas dan juga sentiment dari luar negeri yakni Amerika mengenai pelantikan Presiden baru mereka yang akan dilakukan minggu ini sebab Presiden baru Amerika Serikat Joe Bidden telah mengusulkan stimulus kebijakan fiscal yang berpotensi menggerek nilai IHSG kea rah yang positif. Selain itu jika dilihat dari sisi teknikalnya, candlestick masih jauh diatas middle Bollinger Bands dan Exponential Moving Average 14 (EMA14).

 

BERITA EKONOMI 

Bagaimana IHSG pekan ini? Berikut sentimennya

Sepanjang minggu ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,85% dan sudah kembali di atas level 6.300, sesuatu yang kali terakhir dicapai pada awal 2020. Artinya, IHSG sudah kembali ke masa sebelum pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19).

Dari dalam negeri sentimen positif yang mendorong penguatan IHSG dan membantu rupiah memangkas koreksinya adalah dimulainya program vaksinasi Covid-19 secara masal.

Program vaksinasi Covid-19 di RI dimulai minggu ini. Setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan restu untuk menggunakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntikkan vaksin.

Sentimen kedua yang juga turut mengerek kinerja IHSG dan rupiah adalah rencana stimulus fiskal senilai US$ 1,9 triliun yang diajukan oleh Presiden Terpilih AS Joe Biden. Stimulus ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian yang sudah sekarat akibat pandemi Covid-19.

Sementara itu di dalam negeri, Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) akan mengumumkan kebijakan tingkat suku bunga untuk periode Januari 2021.

Menurut HIMA AE, Hal ini kemungkinan menjadi sentimen positif seiring euforia pergantian kepemimpinan presiden AS, sehingga kemungkinan pasar akan merespons positif dari pelantikan Presiden terpilih, Joe Biden.

Diperkirakan, BI tetap akan mempertahankan suku bunga acuannya di angka 3,75%. Sebelumnya pada Desember 2020 lalu, Gubernur BI Perry Warjiyo dalam RDG-BI memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,75%.

Keputusan ini mempertimbangkan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga, dan sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Selain dari suku bunga acuan BI, sentimen dari melonjaknya kasus positif Covid-19 di Tanah Air kemungkinan dapat mempengaruhi pergerakan pasar pekan depan.

Sumber : CNBC

 

 REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Jum’at, 15 Januari 2021 PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) ditutup menguat sebesar +14,2% pada harga Rp 965. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator DMI, ADX dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Dari indikator DMI dapat disimpulkan bahwa pergerakan harga saham BJTM sedang dalam kondisi uptrend. Hal ini dikarenakan posisi garis +DI konsisten berada di atas garis –DI, serta jarak antara kedua garis tersebut semakin melebar. Kondisi uptrend tersebut sangat kuat, dikarenakan ADX > 25 (berada di level 48).

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang sangat tinggi dan didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 1.025

Stop Loss        : Rp 935

 

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *