MENTARI PAGI EDISI 643, JUMAT 15 JANUARI 2021

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (14/01/2021) mengalami pelemahan tipis sebesar (-0.107‌%), mengakhiri pada perdagangan kemarin di level 6,428.315. Pada perdagangan kemarin terdapat 5 sektor yang mengalami penguatan dan sisa 5 sektor lainnya menutup melemah.

Sektor yang mengalami penguatan tertinggi pada perdagangan kemarin diraih oleh sektor Basic Industry and Chemicals sebesar (+1.61%) dan disusul oleh sektor Infrastructure, Utilities and Transportations sebesar (+0.73%). Sementara sektor yang mengalami pelemahan paling dalam yaitu jatuh kepada sektor Property, Real Estate and Building Constructions sebesar (-0.96%) kemudian dilanjut oleh sektor Finance yang melemah paling dalam kedua sedalam (-0.63%).

Meskipun pada perdagangan kemarin sektor yang mengalami penguatan dan pelemahan berjumlah sama dan rata, tetapi tidak dapat membuat IHSG untuk melanjutkan penguatannya. akibatnya, IHSG melemah dan mengalami koreksi. Pada perdagangan kemarin tercatat 35.29 Milyar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 27.55 Triliun. Asing pun memilih untuk mengoleksi saham sehingga mencatatkan pembelian bersih (Net Foreign Buy) sebesar (2.86 Triliun).

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan mengalami kenaikan dari hari sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh sentimen positif selain dari perkembangan vaksin Covid-19, yaitu bahwa bursa saham Amerika Serikat dibuka menguat pada perdagangan hari Kamis (14/01/2021) dikarenakan presiden terpilih Joe Biden akan mengumumkan detail rencana stimulus.

Disisi lain jika dilihat berdasarkan analisa teknikalnya, candlestick masih berada diatas Indicator Moving Average Cross rerata 13 dan 34 (MA Cross 13,34) dan juga belum terlihatnya akan terjadi persilangan Death Cross.

 

 

BERITA EKONOMI

Kabar Baik Dari Barat Untuk Minyak Kelapa Sawit (CPO)

Minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan produk turunannya masih menjadi komoditas yang memanaskan hubungan antara Indonesia dan Uni Eropa (UE).

Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan UE harus berkonflik lantaran blok negara di Eropa tersebut mengeluarkan sejumlah ketentuan yang menghambat impor CPO dari Indonesia. Keduanya bahkan harus bertemu di meja hijau Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) untuk menyelesaikan perselisihan itu.

Potensi penurunan ekspor CPO dan produk turunannya ke UE pun harus membuat para produsen Tanah Air memutar otak. Mereka harus mencari negara tujuan ekspor pengganti, untuk mereduksi dampak perselisihan dan rencana larangan impor CPO dari UE. Maklum UE merupakan salah satu pasar utama ekspor produk perkebunan tersebut..

Dia mengklaim bahwa sepanjang 10 bulan pertama tahun lalu, ekspor kelapa sawit Indonesia ke Uni Eropa meningkat 27 persen secara nilai dan 10 persen secara volume.

Apabila sesuai jadwal, tenggat terakhir untuk berunding adalah 19 April 2020. Namun, terdapat penundaan karena situasi pandemi.

Malaysia mencatatkan pengiriman ekspor CPO untuk periode 10 hari pertama Januari 2021, lebih rendah 35% daripada bulan sebelumnya. Data tersebut melemahkan sinyal bullish permintaan yang selama ini membuat investor optimistis terhadap harga CPO

Menurut Hima AE, Kondisi ini tentu saja menjadi kabar baik bagi pasar CPO Indonesia. Terlebih harga komoditas itu di Bursa Malaysia sedang mengalami koreksi. Seperti diketahui, harga CPO untuk pengiriman Maret 2021 terkoreksi 6 poin ke level 3.727 ringgit per ton pada penutupan perdagangan Rabu (13/1/2021). Kendati demikian, sepanjang tahun berjalan 2021, harga masih mencatatkan penguatan sebesar 2,85 persen.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa investor juga dibebani sentimen penurunan stok CPO yang lebih rendah daripada ekspektasi pasar pada Desember 2020. Hal itu makin memperkuat asumsi bahwa permintaan dalam tekanan pada awal tahun ini.

Memproyeksi produksi CPO  wilayah perkebunan CPO utama Malaysia, kemungkinan menyusut lebih dari 5 persen pada kuartal I/2021 akibat curah hujan yang tinggi.

 

Sumber: Kontan;Market Bisnis.

 

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Kamis, 14 Januari 2021 PT. Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) ditutup menguat sebesar +10,62% pada harga Rp 1875. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin telah terbentuk Bullish Candle  yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5 dan Moving Average 10, Parabolic Sar dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir harga perusahaan berada tepat diatas Moving Average 5 dan Moving Average 10 mengindikasikan kuat bahwa tren akan lanjut naik.

Kemudian pada indikator Parabolic Sar, harga berada tepat diatasnya mengindikasikan bahwa perusahaan akan mengalami tren naik.

Indikator-indikator tersebut juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 1970

Stop Loss        : Rp 1835

 

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *