MENTARI PAGI EDISI 642, KAMIS 14 JANUARI 2021

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (13/01/2021) mengalami penguatan sebesar (+0.61%) sehingga IHSG kini berada pada level 6435.205. Hanya terdapat satu sektor saja yang mengalami pelemahan sementara sektor lainnya kompak menguat.

Sektor Mining menjadi sektor pemicu terjadinya penguatan pada perdagangan kemarin dengan penguatan terbesar yakni (+4.17%) diikuti dengan kenaikan yang terjadi pada sektor Miscellaneous Industry yang turut menguat sebesar (+2.90%). Sementara itu, sektor Consumers Goods Industry menjadi sektor tertinggal karena hanya sektor ini yang mengalami pelemahan yakni sebesar (-1.28%). Tercatat sebanyak 35.958 milyar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 24.172 triliun. Asing masih bertahan dengan optimistisnya pada pasar Tanah Air dengan melakukan aksi beli dan menghasilkan Net Foreign Buy sebesar 992.84 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan melanjutkan penguatannya walau tipis. Hal ini dikarenakan vaksinasi perdana untuk virus COVID-19 di Tanah Air sudah dilaksanakan dan akan mulai didistribusikan secara massal ke masyarakat luas. Banyak sektor yang terdampak positif dengan adanya berita baik seperti ini. Selain itu, dilihat dari sisi teknikalnya, candlestick masih dalam kondisi Bullish walaupun sudah sangat rentan terjadi reversal.

BERITA EKONOMI

Jokowi Disuntik Sinovac! Angin Segar Bagi Perbaikan Ekonomi

Program vaksinasi di Indonesia yang dimulai pada Rabu (13/1) diprediksi mampu menjadi katalis positif bagi keberlanjutan penguatan rupiah di perdagangan Hariini.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Rabu (13/1) kurs rupiah spot menguat 0,50% ke level Rp 14.060 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan pada kurs tengah Bank Indonesia (Jisdor), mata uang Garuda juga menguat ke level Rp 14.109 per dolar AS atau sekitar 0,85% dari kemarin.

Faktor utama yang akan mendorong penguatan pasar modal dalam negeri kendati ada tekanan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Memasuki awal 2021, investor diliputi optimisme bahwa ekonomi akan pulih di tengah kabar baik jadwal vaksinasi.

Indonesia sebagai penghasil dan pengekspor komoditas juga mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga komoditas.

Bangkitnya industri manufaktur China. Dalam 8 bulan beruntun aktivitas manufaktur di Negeri Tirai Bambu terus berkembang. Pesanan pabrik baru China dan ekspor baru untuk pabrik juga naik, dikonfirmasi oleh permintaan yang lebih tinggi untuk produk China dari pasar luar negeri.

Di tahun ini, dia juga memperkirakan, investor asing akan cukup deras menempatkan dananya di pasar saham negara emerging market.

Menurut Hima AE, Kenaikan IHSG akan ditopang oleh berbagai sentimen positif seperti vaksinasi Covid-19, perbaikan ekonomi serta aliran modal asing ke bursa saham domestik. Sejak awal Januari hingga sekarang, IHSG belum mengalami penurunan, masih menghijau. Begitu pula dengan net foreign buy, ada sekitar Rp7 triliun yang masuk ke Indonesia. IHSG dinilai masih rawan aksi profit taking atau koreksi dalam 1-2 hari kedepan. Namun sentimen positif terkait penggunaan emergency use BPOM untuk vaksin Sinovac untuk meraih kepercayaan para investor.

Perlu apresiasi atas kerja cepat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), BPOM, dan MUI dalam pengadaan vaksin di Indonesia. Emergency use dari BPOM dan sertifikasi halal dari MUI untuk vaksin Covid-19 dapat menjadi katalis positif untuk IHSG.

Sumber: CNBC, Kontan

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Rabu, 13 Januari 2021 PT. Timah Tbk (TINS) ditutup menguat sebesar +6.65% pada harga Rp 1.925. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator DMI, ADX dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Dari indikator DMI dapat disimpulkan bahwa pergerakan harga saham TINS sedang dalam kondisi uptrend. Hal ini dikarenakan posisi garis +DI konsisten berada di atas garis –DI, serta jarak antara kedua garis tersebut semakin melebar. Kondisi uptrend tersebut sangat kuat, dikarenakan ADX > 25 (berada di level 51).

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang tinggi dan didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 2.020

Stop Loss        : Rp 1.885

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *