MENTARI PAGI EDISI 641, RABU 13 JANUARI 2021

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (12/01/2021) menguat tipis sebesar (0.199‌%), mengakhiri pada perdagangan kemarin di level 6,395.669. Pada perdagangan kemarin hanya terdapat 4 sektor yang mengalami penguatan dan 6 sisa sektor lainnya menutup melemah.

Sektor yang mengalami penguatan tertinggi pada perdagangan kemarin diraih oleh sektor Property, Real Estate and Building Construction sebesar (+1.59%) dan disusul oleh sektor Finance sebesar (+1.01%). Sementara sektor yang mengalami pelemahan paling dalam yaitu jatuh kepada sektor Agriculture sebesar (-2.10%) kemudian dilanjut oleh sektor Infrastructure, Utilities and Transportations yang melemah paling dalam kedua sedalam (-1.27%).

Meskipun pada perdagangan kemarin hanya terdapat empat sektor yang mengalami penguatan dan sisa enam sektor lainnya melemah, tetap tidak dapat menggagalkan IHSG untuk melanjutkan penguatannya. akibatnya, IHSG mampu melanjutkan kenaikannya. Pada perdagangan kemarin tercatat 30.16 Milyar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 25.23 Triliun. Asing pun memilih untuk mengoleksi saham sehingga mencatatkan pembelian bersih (Net Foreign Buy) sebesar (798.23 Milyar).

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan melanjutkan kenaikan dari hari sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh karena berita positif masih mengenai perkembangan vaksin Covid-19. Setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan untuk melabeli vaksin buatan Sinovac itu suci dan halal kini giliran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang merestui penggunaan vaksin untuk keadaan darurat dan hanya memberikan gejala ringan seperti demam.

Disisi lain jika dilihat berdasarkan analisa teknikalnya, candlestick masih berada diatas Indicator Moving Average Cross rerata 13 dan 34 (MA Cross 13,34) dan juga belum terlihatnya akan terjadi persilangan Death Cross.

BERITA EKONOMI

Saham Disuspensi, Begini Penjelasan IRRA soal Prospek Bisnis
Manajemen emiten distributor alat kesehatan, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) menjelaskan soal prospek bisnis perusahaan di tahun ini di tengah kondisi harga saham perusahaan yang baru saja dihentikan sementara (suspensi) perdagangannya oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa ini (12/1/2021).

Dalam surat penjelasan kepada BEI, Direktur IRRA Pranoto Satno Raharjo mengatakan perseroan menargetkan pertumbuhan sebesar 80% – 100% tahun ini, dari indikasi kinerja perusahaan di tahun 2020.
Dia mengatakan, salah satu kontributor penjualan perusahaan yang cukup signifikan di tahun 2020 adalah produk Swab Antigen Test di kuartal ke lV 2020 sebesar 2.4 juta unit.
“Indikasi kinerja perusahaan di tahun 2020 tumbuh di kisaran 90%-95% untuk pendapatan dan kisaran 70% – 80% untuk laba bersih dibandingkan tahun 2019 (YoY),” katanya, dalam keterbukaan informasi di BEI, Selasa (12/1/2021).

“Saat ini kami mempersiapkan transformasi dari model bisnis medical equipment supplier menjadi manufacturer dan innovator peralatan medis. Tujuannya untuk memperbesar ruang inovasi bisnis kami ke depan dan memperkuat positioning kami saat ini, seperti misalnya memperkuat kerja sama dengan mitra-mitra kami (produsen),” jelasnya.

Menurut HIMA AE, Perseroan optimistis dalam beberapa tahun ke depan dapat menjaga ritme pertumbuhannya. Yaitu bisa dibilang dengan amunisi baru.
Tahun ini perseroan akan menargetkan memulai menjual produk baru dengan merk Avimac berupa immunomodulator untuk peningkatan imun tubuh yang dapat mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia. Produk ini sudah di produksi di Australia dan saat ini sudah mendapat izin edar dari di BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) sebagai suplemen.

“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham IRRA, dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham IRRA, pada perdagangan tanggal 12 Januari 2021,” tulis BEI, dalam pengumumannya.

Sumber : CNBC

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Selasa, 12 Januari 2021 PT. Vale Indonesia Tbk (INCO) ditutup menguat sebesar +3,6% pada harga Rp 6475. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin telah terbentuk Bullish Candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5 dan Moving Average 10, Parabolic Sar dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir harga perusahaan berada tepat diatas Moving Average 5 dan Moving Average 10 mengindikasikan kuat bahwa tren akan lanjut naik.
Kemudian pada indikator Parabolic Sar, harga berada tepat diatasnya mengindikasikan bahwa perusahaan akan mengalami tren naik.
Indikator-indikator tersebut juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy
Target Price : Rp 6800
Stop Loss : Rp 6345

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *