MENTARI PAGI EDISI 640, SELASA 12 JANUARI 2021

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (11/01/2021) mengalami penguatan yang signifikan dengan penguatan sebesar (+1.99%) sehingga menyebabkan IHSG berada pada level 6382.937. Tiga sektor mengalami pelemahan sementara sisanya optimis menguat.

            Sektor Finance menjadi sektor terunggul dengan pernguatan terbesar sebesar (+3.86%) diikuti sektor Trade, Service and Investment yang juga menguat sebesar (+2.38%). Sementara di sisi lainnya, sektor Agriculture menjadi sektor tertinggal dengan pelemahan terbesar pada perdagangan kemarin yakni (-1.16%). Sebanyak 32.393 milyar saham diperdagangkan dengan menghasilkan total nilai transaksi sebesar 23.679 triliun. Asing turut meramaikan perdagangan dengan berbondong-bondong membeli saham di Tanah Air sehingga menghasilkan Net Foreign Buy sebesar 2.43 triliun.

            Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan melanjutkan penguatannya dikarenakan pasar masih antusias menyambut pemberian vaksin COVID-19 kepada Presiden Republik Indonesia besok. Selain itu dari sisi teknikalnya, candlestick membentuk marubozu putih penuh sehingga diperkirakan IHSG akan tetap melanjutkan trendnya.

BERITA EKONOMI

Bentar Lagi ‘Banjir’ IPO Startup, Bursa Rombak Aturan Listing

Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah merampungkan Peraturan I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

Revisi ini ditujukan untuk dapat mengakomodasi berbagai karakteristik perusahaan untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

“Rancangan peraturan pencatatan nomor I-A ini masih dalam tahap Rule-making-rule, dimana bulan Desember yang lalu Bursa telah melakukan public hearing dan mengundang para stakeholder untuk menyampaikan tanggapan atas rancangan peraturan tersebut,” kata Nyoman dalam keterangannya, dikutip Senin (11/1/2021).

Selanjutnya, bursa bakal mematangkan rancangan tersebut berdasarkan masukan yang telah disampaikan oleh pelaku pasar dan menyerahkan rancangan tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut HIMA AE, Selain mempersiapkan aturan, hingga saat ini upaya yang telah dilakukan oleh BEI untuk memfasilitasi perusahaan startup ini adalah melalui program IDX Incubator, Papan Akselerasi dan Papan Pengembangan, peraturan serta kebijakan lainnya.

Dengan demikian, diharapkan memberikan dukungan untuk para perusahaan teknologi dan startup untuk memanfaatkan pasar modal Indonesia sebagai rumah pertumbuhan bisnis perusahaan.

Nyoman mengungkapkan bahwa upaya ini merupakan bagian dari kewajiban BEI untuk mengikuti perkembangan dan beradaptasi sehingga dapat memberikan value proposition bagi stakeholders, dalam hal ini adalah calon perusahaan tercatat dan melakukan benchmarking ke bursa-bursa global.

Sumber : CNBC

 

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Senin, 11 Januari 2021 PT. Indofarma Tbk (INAF) ditutup menguat sebesar +25% pada harga Rp 6.250. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator DMI, ADX dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Dari indikator DMI dapat disimpulkan bahwa pergerakan harga saham INAF sedang dalam kondisi uptrend. Hal ini dikarenakan posisi garis +DI berada di atas garis –DI, serta jarak antara kedua garis tersebut semakin melebar. Kondisi uptrend tersebut sangat kuat, dikarenakan ADX > 25 (berada di level 40).

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang sangat tinggi dan didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 6.750

Stop Loss        : Rp 6.000

 

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *