MENTARI PAGI EDSI 634, SENIN 4 JANUARI 2021

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan di tahun 2020, Rabu (30/12/2020) ditutup melemah sebesar (-0.94%) sehingga IHSG tertahan pada level 5979.073. Hanya terdapat dua sektor saja yang mengalami penguatan sementara sektor lainnya kompak melemah.

Sektor Agriculture menjadi sektor terkuat pada penutupan perdagangan terakhir di tahun 2020 yakni sebesar (+0.89%) diiringi dengan kenaikan pada sektor Trade, Service, and Investment sebesar (+0.17%). Sementara itu, disisi lain sektor Infrastructure, Utilities and Transportation menjadi sektor pemberat dengan pelemahan terbesar sebesar (-2.49%). Tercatat sebanyak 24.709 milyar saham diperdagangkan dengan menghasilkan total nilai transaksi sebesar 14.510 triliun. Namun meskipun demikian, asing masih optimis terhadap pasar di Tanah Air dengan menghasilkan nilai beli bersih atau Net Foreign Buy sebesar 76.711 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan mengalami penguatan. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor yang mendukung pada tahun 2021 ini salah satunya ialah adanya rencana investasi pembangunan pabrik kendaraan bertenaga listrik di Indonesia dan Indonesia menjadi salah satu penyokong bahan baku utama kendaraan tersebut, disisi lain vaksin COVID-19 yang dikirimkan oleh China telah tiba di Indonesia dan siap disebarkan pada tahun ini. Sementara itu, jika dilihat dari sisi teknikalnya, Relative Strenght Index sudah melewati masa kritis overboughtnya dan masih memiliki potensi untuk naik. Disisi lain candlestick belum mampu menembus middle Bollinger Bands dan Exponential Moving Average 14 (EMA14). Kami memprediksi bahwa IHSG akan bergerak dengan rentang support-resistance antara 5.957-6.049.

 

BERITA EKONOMI

Tahun 2021 nampaknya sektor komoditi menjadi salah satu sektor terbaik

Babak baru tahun 2021 sudah dimulai. Tahun ini diyakini sebagai tahunnya komoditas. Berbagai komoditas terutama komoditas pertambangan dinilai akan memasuki periode bullish jangka panjang yang dikenal dengan sebutan ‘super cycle‘.

Untuk tahun 2021, China akan memiliki peran sentral dalam fase siklus super komoditas. Keberhasilan China dalam menjinakkan wabah Covid-19 membuatnya menjadi satu-satunya negara G20 yang mencatatkan kinerja ekonomi yang paling moncer.

Di tahun 2020, bijih besi dan baja menjadi komoditas yang mengalami kenaikan sangat tinggi karena dipicu oleh booming permintaan di sektor konstruksi dan manufaktur China. Untuk tahun 202 komoditas base metal seperti tembaga, aluminium, seng, nikel, timbal dan timah akan mendapat sentimen yang positif.

Menurut catatan Daniel Sullivan seorang portfolio manager di Janus Handerson, dalam 227 tahun terakhir ada enam kali periode super cycle untuk komoditas yang terjadi setelah resesi atau depresi.

Menurut HIMA AE, Faktor yang memicu kenaikan harga komoditas adalah suku bunga acuan yang rendah, dolar AS yang lemah hingga pertumbuhan ekonomi serta booming pembangunan infrastruktur di berbagai negara terutama untuk emerging market.

Tembaga diproyeksikan bakal menjadi komoditas paling ciamik pada 2021 mengingat penggunaannya di sektor yang sangat beragam mulai dari konstruksi, perkakas hingga untuk jaringan listrik.

Menurut laporan baru dari Badan Energi Internasional, kemungkinan pulihnya kembali ekonomi global pada 2021 diperkirakan akan mendorong rebound jangka pendek dalam permintaan batu bara menyusul penurunan besar tahun ini yang dipicu oleh krisis Covid-19.

Sumber : CNBC

 

REKOENDASI SAHAM 

Pada perdagangan Rabu, 30 Desember 2020 PT. Astra Agro Lestari Tbk (AALI) ditutup menguat sebesar +1,86% pada harga Rp 12.325. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator DMI, ADX dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Dari indikator DMI dapat disimpulkan bahwa pergerakan harga saham AALI memasuki posisi tren bullish. Hal ini dikarenakan posisi garis +DI berada di atas garis –DI. Keadaan tren bullish tersebut juga cukup kuat, dikarenakan ADX > 25 (berada di level 33).

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 12.950

Stop Loss        : Rp 12.075

 

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *