MENTARI PAGI EDISI 633, JUMAT 18 DESEMBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (17/12/2020) melemah sebesar (-0.082%), mengakhiri perdagangan kemarin di level 6,113.382. Pada perdagangan kemarin hampir semua sektor menutup melemah dan hanya terdapat 3 sektor yang mengalami penguatan.

Sektor yang mengalami penguatan paling besar diraih oleh sektor Property, Real Estate and Building Construction sebesar (+3.36%) kemudian disusul oleh sektor yang mengalami penguatan kedua yaitu sektor Miscellaneous Industry sebesar (+0.76%) dan sektor terakhir yang mengalami penguatan paling tipis yaitu sektor Finance sebesar (+0.33%). Kemudian sektor yang mengalami pelemahan paling dalam dan sebagai sektor pemberat pada perdagangan kemarin yaitu sektor Infrastructure, Utilities and Transportations sedalam (-1.42%). Dikarenakan hanya terdapat 3 sektor yang mengalami penguatan dan 7 sisa sektor lainnya menutup melemah akibatnya, IHSG tidak mampu mendorong  kenaikannya kemudian mengalami penurunan sebesar (-5.020 Poin) dan mengalami koreksi. Pada perdagangan kemarin tercatat 40.67 Milyar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 21.45 Triliun Rupiah. Pada perdagangan kemarin, asing pun memilih untuk membeli dan mengoleksi saham sehingga mencatatkan pembelian bersih (Net Foreign Buy) sebesar (+308.8 Miliar).

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG kemungkinan besarnya akan mengalami penguatan. Hal ini disebabkan karena berita dari dalam negeri, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali mengatur pelaksanaan kegiatan perkantoran hingga pusat perbelanjaan selama masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang. Hal ini untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 selama masa liburan akhir tahun ini. Pertama, memprioritaskan ada di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah kecuali untuk kegiatan yang mendasar dan mendesak. Adapun saat melakukan kegiatan mendesak wajib melakukan protokol kesehatan.

Kemudian, pelaku usaha hingga perkantoran hanya boleh dilakukan hingga pukul 19.00 WIB dengan kapasitas jumlah orang yang berada di kantor maksimal 50%.

Begitu juga untuk pusat perbelanjaan, kafe, restoran hingga tempat wisata maksimal pengunjung hanya boleh 50%. Namun jam bukanya lebih lama dari kantor yakni bisa hingga pukul 21.00 WIB.

Khusus pada tanggal 24 Desember – 27 Desember 2020 dan 31 Desember – 3 Januari 2021, bagi yang melaksanakan ibadah hanya boleh dilaksanakan hingga 19.00 WIB.

Seruan tersebut tidak seketat awal-awal masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Keputusan ini mempertimbangkan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga, dan sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan perbaikan ekonomi terus berlanjut dengan ekonomi yang tumbuh 5% di 2021.

“Ke depan perekonomian dipengaruhi oleh vaksinasi dan berlanjutnya stimulus fiskal dan moneter. Ini didorong kenaikan volume perdagangan dan harga komoditas dunia,” kata Perry.

Sementara jika dilihat berdasarkan Analisa teknikal, belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Hal ini berpatokan dengan belum terlihatnya persilangan turun (death cross) garis rerata (Moving Average) 13 hari (MA13) dan 34 hari (MA34).

BERITA EKONOMI

Rogoh Rp 300 M, Grup Bakrie Garap 4 Proyek, Ada Mobil Listrik

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) hanya menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) moderat, senilai Rp 200 miliar-Rp 300 miliar saja tahun depan. Perusahaan tak mau terlalu ekspansif di tahun depan sejalan dengan masih menunggu kondisi perekonomian dinilai membaik.

Direktur dan Chief Financial & Investment Officer Bakrie & Brothers Roy Hendrajanto M. Sakti mengatakan dana tersebut sebagian besar akan dialokasikan untuk anak usaha infrastruktur dan manufaktur.

Untuk 2021 masih tidak terlalu belanja modal karena masih menyesuaikan kondisi ekonomi nasional, tapi anggarkan Rp 200 miliar-Rp 300 miliar di unit usaha kita terutama infrastruktur dan manufacturing.Sebagian besar untuk maintenance dan project infra yang akan datang,” kata Roy dalam paparan publik virtual, Kamis (17/12/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Chief Executive Officer (CEO) BNBR Anindya Novyan Bakrie menyatakan perusahaan akan berfokus pada bisnis infrastruktur, energi terbarukan dan jasa digital terutama di bidang Internet of Things (IoT) pada tahun depan.

Menurut HIMA AE, Untuk bisnis pertama kendaraan listrik, perusahaan berfokus pada pengembangan kendaraan listrik melalui anak usahanya PT Bakrie Autoparts. Kendaraan yang diproduksi ini saat ini bekerjasama dengan Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali untuk bus listrik.

Perusahaan juga sedang membangun unit ketiga bus listrik di sebuah perusahaan karoseri lokal yang diperuntukkan untuk penggunaan di jalur BRT Transjakarta. Diharapkan pemesanan secara massal dapat diterima selepas proses pelaksanaan uji coba di akhir tahun 2020 ini.

Kedua, adalah IoT yang dijalankan melalui PT Multi Kontrol Nusantara yang berfokus pada infrastruktur teknologi informasi dan telekomunikasi, dan kini mulai berkiprah sebagai salah satu penyedia jasa IoT untuk industri mining, manufacturing and utilities.

Selain di dua bisnis tersebut, perusahaan juga fokus untuk mengembangkan energi terbarukan (EBT). Bisnis ini dijalankan oleh PT Bakrie Power, nantinya akan menyediakan energi surya untuk keperluan industri.

Sumber : CNBC

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Kamis, 17 Desember 2020 PT. Wijaya Karya Tbk (WIKA) ditutup menguat sebesar +7,76% pada harga Rp 1945. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin telah terbentuk Bullish Candle  yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 20,Moving Average 10, Parabolic Sar dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir harga perusahaan berada tepat diatas Moving Average 20 dan Moving Average 10  mengindikasikan kuat bahwa tren akan lanjut naik.

Kemudian pada indikator Parabolic Sar tepat berada dibawah harga dengan kerenggangan yang cukup lebar menandakan bahwa masih berlangsung kekuatan untuk Bullish Trend.

Indikator-indikator tersebut juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 2,040

Stop Loss        : Rp 1,900

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *