MENTARI PAGI EDISI 632, KAMIS 17 DESEMBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (16/12/2020) mengalami penguatan yang signifikan yakni sebesar (1.80%) sehingga menyebabkan IHSG melambung tinggi pada zona hijaunya di level 6118.402. Seluruh sektor kompak melaju ke depan atau menguat.

Sektor Mining menjadi sektor terunggul pada perdagangan kemarin dengan penguatan sebesar (+3.95%) dibandingkan sektor lainnya. Kemudian pada urutan kedua terdapat sektor Infrastructure, Utilities and Transportation yang yang mengekor dengan penguatan sebesar (+3.56%). Sementara sektor Consumers Goods Industry menjadi sektor tertinggal pada perdagangan kemarin dengan penguatan tipis sebesar (+0.62%). Tercatat sebanyak 36.686 milyar saham diperdagangkan dengan menghasilkan total nilai transaksi sebesar 22.270 triliun. Asing datang untuk berinvestasi di Tanah Air dengan melakukan aksi beli dan menghasilkan Net Foreign Buy sebesar 678.46 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan bergerak menguat karena masih adanya potensi penguatan dari hari sebelumnya. Hal ini juga lantaran optimisme pertama adalah kehadiran UU Ciptaker yang sudah disahkan beberapa waktu lalu. Sentimen dalam negeri ini, didukung sentimen internasional yakni kemenangan Joe Biden dalam Pemilu AS beberapa waktu lalu. Adapun kabar gembira yang diterima di Indonesia yakni adanya vaksin COVID-19 yang telah tiba beberapa waktu lalu di Tanah Air. Jika dilihat dari sisi teknikalnya, candlestick membentu pola marubozu hijau yang menunjukkan bahwa trend akan berkecenderungan bullish. Candlestick juga masih jauh diatas Exponential Moving Average 14 (EMA14) dan middle Bollinger Bands.

BERITA EKONOMI

Pulih nya Ekonomi! Reksadana Berbunga Di Tahun 2021

Kalangan manajer investasi bersikap optimis dalam memasang target untuk 2021 mendatang, termasuk menyiapkan produk reksa dana baru.

Seiring dengan optimisme terhadap pemulihan pasar, Soni mengatakan Bahana TCW menargetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) untuk akhir 2021 mereka dapat tumbuh sekitar 15 persen dari posisi penutupan tahun ini.

“Sebenernya sih belum ada target karena kan baru recover, tapi kemarin kan pembicaraan dengan manajemen Bahana Group kita ditargetkan naik sekitar 15 persen dari closing Desember ini,” tutur dia.

Menurut Soni, pertumbuhan AUM salah satunya akan disumbang dari peluncuran produk baru Bahana TCW. Namun, dia menyebut saat ini pihaknya belum memutuskan akan merilis jenis produk apa untuk tahun depan.

Adapun untuk tahun depan, Eastspring akan fokus pada pengembangan produk berbasis environmental, social, and governance (ESG) karena mereka melihat pentingnya peranan ESG dalam fondasi berinvestasi sehingga dapat mencapai sistem ekonomi dan finansial yang berkelanjutan.

Menurut Hima AE, banyak katalis positif yang akan menyokong pemulihan pasar pada 2021 mendatang. Sejumlah katalis tersebut antara lain implementasi omnibus law UU Cipta Kerja, adanya pemerintahan baru di AS dengan Presiden Joe Biden, serta penyelesaian penanganan pandemi Covid-19 seiring kehadiran vaksin. Dengan pemerintah mempertahankan suku bunga rendah, kita percaya ini akan baik untuk bursa saham dan obligasi, Memperkirakan, pada tahun depan IHSG akan menyentuh level 6.800. Adapun untuk proyeksi return reksadana, ia memperkirakan besarnya akan 2%-3% di atas IHSG.

Sumber: Market, Kontan

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Rabu, 16 Desember 2020 PT. Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) ditutup menguat sebesar +12,40% pada harga Rp 290. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator DMI, ADX dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Dari indikator DMI dapat kita simpulkan bahwa pergerakan harga saham SRIL dalam posisi tren bullish. Hal ini dikarenakan posisi garis +DI berada di atas garis –DI, serta jarak dari keduanya semakin melebar. Keadaan tren bullish tersebut juga sangat kuat, dikarenakan ADX > 25.

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang tinggi dan didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 310

Stop Loss        : Rp 280

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *