MENTARI PAGI EDISI 627, KAMIS 10 DESEMBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (08/12/2020) mengalami kenaikan tipis sebesar (+0.23%) sehingga IHSG menguat sebesar (+13.650 Poin), menjadi 5,944.409. Pada perdagangan kemarin terdapat 6 sektor yang mengalami penguatan, dan 4 sisa sektor lainnya menutup melemah.

Sektor yang mengalami penguatan tertinggi yaitu sektor Consumer Goods Industry dengan penguatan sebesar (+1.64%). Selanjutnya dilanjut oleh sektor Mining yang mengalami penguatan kedua yaitu sebesar (+1.11%). Sementara itu sektor yang mengalami pelemahan paling dalam yaitu jatuh kepada sektor Miscellaneous Industry sebesar (-1.48%). Kemudian dilanjut oleh sektor  Agriculture dengan pelemahan terdalam kedua yakni sedalam (-0.79%). Pada perdagangan kemarin tercatat sebanyak 31.89 Milyar saham diperdagangkan sehingga menghasilkan total nilai transaksi sebesar 18.52 Triliun. Pada perdagangan kemarin asing lebih memilih untuk melakukan aksi jual yang cukup besar, sehingga mencatatkan  Net Foreign Sell sebesar (-741.58 Miliar).

Hari ini kami memprediksi IHSG akan mengalami penguatan. Hal ini disebabkan oleh beberapa sentimen positif yang ada dibulan Desember ini antara lain mengenai berita bahwa Inggris sudah memulai vaksinasi Covid-19 pertama kepada publik pada hari Selasa (8/12/2020), menjadikannya salah satu negara pertama di dunia yang melakukan vaksinasi. Suntikan Pfizer-BioNTech memperoleh persetujuan darurat dari regulator obat Inggris minggu lalu dan akan diberikan pertama kali kepada petugas kesehatan garis depan, pekerja panti jompo dan mereka yang berusia di atas 80 tahun.

Disisi lain jika dilihat berdasarkan analisa teknikalnya, candlestick masih berada diatas Indikator Moving Average Cross rerata 13, dan 34 (MA Cross 13,34) dan juga belum terlihatnya akan terjadi persilangan Death Cross.

BERITA EKONOMI

Tak Terbendung Lagi, Tembaga Bullish! Pertanda Ekonomi Global Pulih

Harga tembaga terus melanjutkan penguatan seiring dengan prospek kejelasan stimulus ekonomi AS dan perbaikan permintaan terhadap komoditas ini tahun depan. Harga tembaga masih dalam tren menguat setelah sentuh rekor tertinggi. Dengan memproyeksikan harga tembaga berpotensi terus menguat didukung adanya vaksin Covid-19.

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (7/12/2020), harga tembaga pada Jumat (4/12/2020) pekan lalu sempat naik hingga 1,3 persen ke level US$7.774 per metrik ton, atau catatan tertinggi sejak Maret 2013 lalu di London Metal Exchange (LME).

Sementara itu, harga tembaga pada London Metal Exchange hingga Senin siang terpantau pada US$7.760,50 per ton atau menguat 1,12 persen dibandingkan penutupan pekan sebelumnya.

Harga tembaga menunjukkan tren penguatan paling tajam dalam 10 tahun setelah China meningkatkan permintaan dan adanya gangguan pasokan pada awal pandemi virus corona. Harga tembaga telah melesat lebih dari 75 persen dari posisi terendah pada Maret 2020 lalu.

Komoditas tembaga akan memainkan peranan penting dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga surya. Selain itu, Presiden Terpilih AS, Joe Biden, juga berencana untuk menggenjot pembangunan infrastruktur AS yang akan berimbas pada kenaikan permintaan tembaga dari AS.

ekonomi AS masih terancam untuk menguat akibat pandemi. Dollar AS berpotensi melemah karena The Fed akan menggelontorkan stimulus. Di satu sisi harga komoditas biasanya akan menguat sebagai lawan dari dollar AS. Seperti kita ketahui dollar AS menjadi acuan mata uang dalam transaksi komoditas. Melemahnya dollar AS akan sangat mendukung kenaikan harga komoditas.

Menurut Hima AE, penguatan harga tembaga menjadi indikator bahwa ekonomi global sedang membaik. Sebaliknya, pelemahan harga tembaga bisa menjadi indikasi pelemahan ekonomi global. Harga tembaga memang dikenal sebagai refleksi dari kekuatan ekonomi global dengan China yang membawa pengaruh terbesar.

meningkatnya permintaan tembaga oleh China juga menjadi sentimen penting. Harga tembaga memang sempat anjlok di awal tahun dan berhasil rebound di Maret hingga saat ini. Penguatan harga ini terjadi karena permintaan tembaga mulai naik di tengah pasokan yang menipis.

Untuk jangka panjang melihat harga tembaga masih berpotensi bullish karena didukung peralihan China ke sistem energi terbarukan. kondisi fundamental komoditas ini juga dinilai menjadi salah satu penopang kenaikan harga. Kekhawatiran pelaku pasar terhadap pasokan yang minim seiring dengan kemunculan vaksin virus corona dan pemulihan permintaan dari China juga ikut mendorong harga tembaga.

Sumber : Kontan, CNBC

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Selasa, 08 Desember 2020 PT. Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) ditutup menguat sebesar +15,36% pada harga Rp 1.690. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator DMI, ADX dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Dari indikator DMI dapat kita simpulkan bahwa pergerakan harga saham PGAS dalam posisi tren bullish. Hal ini dikarenakan posisi garis +DI berada di atas garis –DI. Keadaan tren bullish tersebut juga sangat kuat, dikarenakan ADX > 25.

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang sangat tinggi dan didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 1.775

Stop Loss        : Rp 1.655

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *