MENTARI PAGI EDISI 624, JUM’AT 04 DESEMBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (03/12/2020) mengalami penguatan tipis yakni sebesar (0.15%) sehingga IHSG dapat naik ke level 5822.942. Sebanyak 4 sektor mengalami penguatan sementara sektor lainnya kompak melemah.

Sektor Miscellaneous Industry menjadi sektor pemberat pada perdagangan kemarin dengan pelemahan terbesar yakni (-1.34%). Namun di sisi lain, sektor Agriculuture menjadi sektor paling unggul dengan penguatan sebesar (+3.82%). Tercatat sebanyak 33.527 milyar saham diperdagangkan dan mencatatkan total nilai transaksi sebesar 19.665 triliun. Asing kemarin turut berpartisipasi meramaikan pasar dan mencatatkan Net Foreign Buy sebesar 264.22 milyar

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan mengalami penguatan tipis. Hal ini dikarenakan bahwa vaksin darurat telah tiba di Indonesia dan akan segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, jika dilihat dari sisi teknikalnya candlestick masih berada jauh diatas garis supportnya yaitu middle Bollinger Bands dan Exponential Moving Average 14 (EMA14).

BERITA EKONOMI

Harga batu bara acuan akan naik di akhir tahun 2020, bagaimana pospek 2021?

Setelah sempat turun beruntun selama 6 bulan, harga batubara acuan (HBA) merangkak naik pada tiga bulan terakhir tahun 2020. Ditutup dengan kenaikan 7,07% secara bulanan, Kementerian ESDM menetapkan HBA bulan Desember 2020 sebesar US$ 59,65 per ton.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menyampaikan, kenaikan HBA Desember 2020 tak lepas dari meningkatnya impor batubara dari China. Permintaan terdongkrak seiring dengan musim dingin dan mulai membaiknya demand industri setelah sempat terpuruk akibat pandemi covid-19.

“Seperti biasa, di kuartal IV, tren permintaan meningkat dan level harga saat ini mendekati harga di saat awal 2020 yang lalu,” kata Hendra kepada Kontan.co.id, Kamis (3/12).

Sebagai informasi, secara keseluruhan, rerata HBA pada 2020 sebesar US$ 58,17 per ton. Dalam catatan Kontan.co.id, rerata HBA tahun ini anjlok dibanding tahun lalu yang sebesar US$ 77,89 per ton. Apalagi jika dibandingkan tahun 2018 yang menyentuh level tertinggi yakni US$ 98,96 per ton. Rerata HBA 2020 juga menjadi yang terendah sejak 2015 yang saat itu masih dilevel US$ 60 per ton.

Menurut Hima AE, Penurun harga batu bara tahun ini lebih disebabkan oleh dampak pandemic. Itu mengakibatkan rendahnya demand akibat kebjakan lockdown. Pembatasan di berbagai Negara sementara dari sisi supply relatif masih stabil meskipun mengalami penurunan.

Kenaikan HBA dalam tiga bulan terakhir menjadi sentiment positif bagi produsen batubara, kenaikan indeks harga merupakan hal yang dinantikan oleh para investor.

Direktur PT. ABM Investama Tbk Adrian Erlangga juga melihat prospek batubara tahun depan 2021 masih cerah. Bahkan sentiment positif bisa berlanjut pada tahun 2022 seiring dengan penemuan vaksin virus Covid-19.

Sumber: Kontan

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Kamis, 03 Desember 2020 PT. Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) ditutup menguat sebesar +2,06% pada harga Rp 1.485. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator EMA 10,24,100 dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Dari indikator EMA 10,24,100 dapat kita simpulkan bahwa pergerakan harga saham BRIS dalam posisi bullish trend. Keadaan tren bullish tersebut cukup kuat, dikarenakan posisi EMA 10 berada di atas EMA 24 serta posisi dari kedua EMA tersebut berada di atas EMA 100.

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 1.560

Stop Loss        : Rp 1.455

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *