MENTARI PAGI EDISI 623, KAMIS 03 DESEMBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (2/12/2020) mengalami penguatan yang signifikan yakni sebesar (+1.56%) sehingga IHSG berada pada level 5,813.987. Pada perdagangan kemarin semua sektor kompak mengalami penguatan secara serentak.

Sektor Mining menjadi juara pada perdagangan kemarin karena mengalami penguatan paling tinggi dibandingkan dengan sektor lainnya yaitu sebesar (+2.66%), kemudian disusul oleh sektor Miscellaneous Industry dengan penguatan sebesar (+2.63%). Selanjutnya sektor yang mengalami penguatan paling tipis yaitu sektor Agriculture dengan penguatan sebesar (+0.39%). Pada perdagangan kemarin tercatat sebanyak 24.36 Milyar saham diperdagangkan dan menghasilkan total nilai transaksi sebesar 16.34 Triliun. Asing kini sedang kurang optimis sehingga mencatatkan Net Foreign Sell sebesar -155.32 Milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan melanjutkan sentimen positifnya. Hal ini disebabkan oleh pelaku pasar Asi merespons positif terkait kabar terbaru dari vaksin virus Covid-19 dan kabar dari stimulus jumbo di AS.

Raksasa di sektor farmasi Pfizer dan Moderna dikabarkan sudah semakin dekat dalam mendapatkan ijin edar dari Uni-Eropa. European Medicine Agency mengatakan siap menyelesaikan hasil penilaian terhadap kedua perusahaan masing-masing pada tanggal 29 Desember 2020 dan 12 Januari 2021.

Karena kabar baik mengenai vaksin tersebut telah berhasil menenangkan para pelaku pasar yang panik akibat akan melesatnya angka pasien positif corona dalam minggu-minggu ke depan. Karena para masyarakat akan berkumpul di tengah musim liburan Natal dan Tahun Baru.

Kemudian jika dilihat berdasarkan analisa teknikal terlihat jelas bahwa belum terlihatnya akan terjadinya persilangan death cross sehingga candlestick masih akan terus menguat berdasarkan indikator Moving Average Cross 13 dan 34 (MA Cross 13,34).

BERITA EKONOMI

Berkat Vaksin Corona! Berpotensi Sangat Positif
Perkembangan vaksin covid-19 menjadi harapan bagi penangan virus corona sekaligus menjadi katalis positif bagi investor untuk terus berinvestasi di pasar modal. Hasilnya IHSG melambung tinggi bahkan berhasil menembus level 5.800 pada penutupan perdagangan.

Setelah antusiasme investor terhadap prospek vaksin Covid-19 berhasil meningkatkan ekuitas global dan mendorong aset safe haven berguguran, beberapa analis mengatakan bahwa optimisme tersebut mungkin sudah terlalu jauh.

Pertama, penyaluran stimulus dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang telah mencapai 78 persen. Hal ini ditunjukkan dengan kenaikan jumlah uang beredar (M1 growth) sebesar 17,6 persen pada September 2020 lalu. Kondisi ini juga didukung dengan kenaikan harga komoditas.

Harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) menguat, setelah pasar merespons positif kabar terbaru dari perkembangan vaksin virus corona (Covid-19) dan kabar dari stimulus jumbo Amerika Serikat (AS).

Menurut Hima AE, Kabar baik mengenai vaksin ini berhasil menenangkan para pelaku pasar yang sebelumnya panik akibat akan melesatnya angka pasien positif corona dalam minggu-minggu ke depan. Karena para masyarakat akan berkumpul di tengah musim liburan Natal dan Tahun Baru.

IHSG masih berpotensi naik di tahun 2021. Rupiah juga berpotensi berada di bawah level 14.000 pada akhir tahun. Hal ini didukung dengan sentimen-sentimen perbaikan ekonomi Indonesia tahun depan, dan harapan akan vaksin yang mulai didistribusikan.

Melihat beberapa indikator tersebut, kami melihat pasar obligasi dan saham berpotensi menguat, sebagai wadah dari investasi asing yang masuk. Kekhawatiran investor global atas gelombang kenaikan kasus virus corona di dunia yang memicu sejumlah restriksi baru di Amerika dan Eropa yang mengancam pemulihan ekonomi.

SUMBER : CNBC

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Rabu, 2 Desember 2020 PT. Acset Indonusa Tbk (ACST)ditutup menguat sebesar +5,07% pada harga Rp 290. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Bullish Candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 50,Moving Average 20, Parabolic Sar dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir harga perusahaan berada tepat diatas Moving Average 20 dan Moving Average 50 yang mengindikasikan tren naik.

Kemudian pada indikator Parabolic Sarberada dibawah harga dengan kerenggangan yang cukup lebar menandakan bahwa masih berlangsung kekuatan untuk Bullish Trend.

Indikator-indikator tersebut juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy
Target Price : Rp 304
Stop loss : Rp 282

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *