MENTARI PAGI EDISI 618, KAMIS 26 NOVEMBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (25/11/2020) mengalami koreksi sebesar (-0.38%) sehingga IHSG merosot 5679.247. Sebanyak tiga sektor mengalami penguatan sementara sektor lainnya kompak mengalami pelemahan.

Sektor Miscellaneous Industry menjadi sektor yang mengalami kemerosotan paling tinggi yakni sebesar (-2.83%) disusul dengan sektor Infrastructure, Utilities and Transportation sebesar (-1.56%). Sementara sektor yang mengalami penguatan yang tinggi dialami oleh sektor Trade, Service, and Investment yakni sebesar (+1.16%). Tercatat sebanyak 35.299 milyar saham diperdagangkan sehingga menghasilkan sebesar 18.167 triliun. Asing masih membanjiri pasar dengan aksi belinya yang tinggi sehingga menghasilkan Net Foreign Buy sebesar 588.30 milyar.

Hari ini kami memprediksi IHSG akan mengalami penguatan. Hal ini disebabkan Penurunan ini terjadi akibat aksi ambil untung meskipun bursa global sedang optimis setelah makin banyaknya calon vaksin Covid-19 efektif sehingga memunculkan optimisme untuk para pelaku pasar. Selain itu, kabar baik lainnya adalah bakal dimulainya transisi politik dari Donald Trump kepada Joe Biden, presiden AS yang menang dalam pemilu tahun ini. Selain itu jika dilihat dari sisi teknikalnya, candlestick masih berada jauh diatas Exponential Moving Average 14 (EMA 14) dan middle Bollinger Bands sehingga trend masih dalam keadaan Bullish.

BERITA EKONOMI

Berkat Vaksin dan Transisi Biden!

Indeks Nikkei mendapat sokongan setelah kemajuan dalam pengembangan vaksin virus corona yang murah diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi yang cepat.  Adanya lampu hijau transisi pemerintahan AS dari Trump ke Biden mendorong reli Bursa. Berbagai sumber daya dan fasilitas administrasi telah dibuka dan mengindikasikan bahwa gejolak politik AS mulai mereda. Selain itu, persetujuan transisi resmi untuk Presiden terpilih AS Joe Biden menuju Gedung Putih juga mengangkat bursa saham Jepang.

Keperkasaan bursa saham di Negeri Tirai Bambu sudah terlihat sejak awal pembukaan hari ini. Sentimen datang setelah AstraZeneca melaporkan bahwa vaksin COVID-19-nya bisa efektif hingga 90%. Bahkan vaksin buatan perusahaan asal Inggris ini dijamin lebih murah untuk dibuat dan lebih mudah untuk dikirim daripada vaksin saingannya.

Saham juga mendapat dorongan setelah Presiden terpilih AS Joe Biden menerima persetujuan untuk memulai transisi ke Gedung Putih. Investor pasar saham semakin bergairan setelah laporan bahwa Biden akan memilih mantan Ketua Federal Reserve Janet Yellen untuk menjadi menteri keuangan berikutnya.

Jepang dan banyak negara lain berada di tengah gelombang pandemi ketiga, namun perkembangan vaksin yang terjangkau dianggap penting untuk mengakhiri pembatasan aktivitas bisnis yang diberlakukan untuk memperlambat penyebaran virus.

Menurut Hima AE, vaksin tersebut akan segera disahkan oleh pejabat kesehatan AS dan Uni Eropa sehingga vaksinasi dapat dimulai akhir tahun. Diiringi itu adanya kenaikan kasus Covid-19 di beberapa negara bagian di AS yang memicu dilakukannya pembatasan social yang membuat ekonomi kembali terhambat. Di tengah masalah itu Biden membentuk cabinet focus membangun ekonomi berkelanjutan dibandingkan regulasi agresif. Di sisi lain, dengan harga pangan yang naik dibulan November ini akan mendorong inflasi yang pada akhirnya berdampak positif bagi tingkat PDB. Investor leboh focus pada pemulihan ekonomi mendatang seiring kehadiran berbagai vaksin seperti Pfizer, Moderna, dan yang terbaru Sputnik V.

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Rabu, 25 November 2020 PT. Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) ditutup menguat sebesar +19,64% pada harga Rp 268. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator EMA 10,24, MACD dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Dari indikator EMA 10,24 dapat kita simpulkan bahwa pergerakan harga saham ADRO mulai memasuki bullish trend. Potensi tren bullish tersebut cukup kuat, dikarenakan posisi EMA 10 konsisten berada di atas EMA 24 dalam kurun waktu yang cukup panjang. Sama halnya dengan indikator MACD yang menunjukkan sinyal positif dimana garis MACD memotong ke atas terhadap garis signal.

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 290

Stop Loss        : Rp 258

 

(DISCLAIMER ON)

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *