MENTARI PAGI EDISI 617, RABU 25 NOVEMBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (24/11/2020) mengalami penguatan tipis yakni sebesar (+0.854%) sehingga IHSG berada pada level 5,701.029. Hampir seluruh sektor kompak mengalami penguatan, hanya terdapat satu sektor yang mengalami pelemahan.

Sektor Property, Real Estate and Building Construction menjadi sektor terdepan dengan penguatan tertinggi sebesar (+1.59%) disusul dengan sektor Basic Industry and Chemicals dengan penguatan sebesar (+1.43%). Sementara satu-satunya sektor yang mengalami pelemahan yaitu sektor Mining sedalam (-0.29%). Pada perdagangan kemarin tercatat sebanyak 22.24 milyar saham diperdagangkan dan menghasilkan total nilai transaksi sebesar 11.16 triliun. Asing kini optimis menghadapi pasar dengan mencatatkan Net Foreign Buy sebesar 124.63 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan tetap melanjutkan sentimen positifnya. Hal ini disebabkan selain perkembangan vaksin, Presiden AS terpilih Joseph ‘Joe’ Biden, yang menunjuk mantan ketua The Federal Reserve (The Fed), Janet Yellen, sebagai menteri keuangan juga disambut baik oleh pelaku pasar, pelaku pasar percaya wanita yang kini berusia 74 tahun tersebut akan fokus membenahi perekonomian, dan tidak terlibat masalah politik. Selain itu, Yellen juga diperkirakan tidak akan membuat regulasi baru untuk perbankan, yang sebelumnya membuat pelaku pasar cemas. Selain itu, jika dilihat dari sisi teknikal terlihat jelas bahwa candlestick masih berada pada persilangan Golden Cross oleh indikator Moving Average Cross (13,34).

BERITA EKONOMI

Sentimen Positif Datang dari Barat, Harga SBN Kompak Menguat
Harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) pada Selasa (24/11/2020) kompak ditutup menguat, menyambut kabar vaksin virus corona (Covid-19) AstraZeneca yang membuahkan hasil memuaskan dan mulai berlangsungnya transisi politik di Amerika Serikat (AS).

Seluruh tenor SBN hari ini ramai dikoleksi oleh investor, ditandai dengan imbal hasil (yield) yang kompak mengalami penurunan yield. Yield SBN dengan tenor 10 tahun yang merupakan acuan yield obligasi negara turun 0,5 basis poin ke level 6,234% pada hari ini.

“Ada kabar baik seputar vaksin virus corona, dan ini membangun rasa antusias. Memang vaksin belum bisa dinikmati esok hari, masih butuh waktu setidaknya sebulan,” kata Peter Cardillo, Chief Market Economist Spartan Capital Securites yang berbasis di New York, seperti dikutip dari Reuters.

Selain perkembangan vaksin, Presiden AS terpilih Joseph ‘Joe’ Biden, yang menunjuk mantan ketua The Federal Reserve (The Fed), Janet Yellen, sebagai menteri keuangan juga disambut baik oleh pelaku pasar.
Menurut Hima AE, Harga SBN kembali menguat setelah kabar positif dari vaksin Covid-19 AstraZeneca yang juga membuahkan hasil memuaskan dan mulai berlangsungnya transisi politik di Amerika Serikat (AS).

Pelaku pasar percaya wanita yang kini berusia 74 tahun tersebut akan fokus membenahi perekonomian, dan tidak terlibat masalah politik. Selain itu, Yellen juga diperkirakan tidak akan membuat regulasi baru untuk perbankan, yang sebelumnya membuat pelaku pasar cemas.
Yellen merupakan ketua The Fed wanita pertama, dan juga akan menjadi menteri keuangan wanita pertama di AS. Penunjukan Yellen tersebut memberikan hawa positif di pasar keuangan global maupun domestik.

Sementara itu, kabar baik lain datang dari, Donald Trump yang akhirnya membuka pintu transisi kepada Presiden AS terpilih Joe Biden. Administrasi Layanan Umum (GSA) AS akhirnya membuka sumber daya federal untuk transisi setelah pemblokiran berminggu-minggu, Senin (23/11/2020) malam waktu setempat.

Sumber : CNBC

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Rabu, 25 November 2020 PT. Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) ditutup menguat sebesar +3,7% pada harga Rp 224. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Bullish Candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 10,Moving Average 100, Parabolic Sar dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir harga perusahaan berada tepat diatas Moving Average 10 yang bersilangan dengan Moving Average 100 yang mengindikasikan tren naik.

Kemudian pada indikator Parabolic Sar tepat berada dibawah harga dengan kerenggangan yang cukup lebar menandakan bahwa masih berlangsung kekuatan untuk Bullish Trend.

Indikator-indikator tersebut juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy
Target Price : Rp 236
Stop Loss : Rp 216

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *