METARI PAGI EDISI 616, SELASA 24 NOVEMBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (223/11/2020) mengalami penguatan signifikan yakni sebesar (+1.45%) sehingga IHSG berada pada level 5652.762. Seluruh sektor kompak mengalami penguatan tanpa terkecuali.

Sektor Basic Industry and Chemicals menjadi sektor terdepan dengan penguatan tertinggi sebesar (+3.20%) disusul dengan sektor Mining dengan penguatan sebesar (+2.69%). Sementara sektor dengan penguatan terendah dialami oleh sektor Agriculture dengan penguatan sebesar (+0.32%). Tercatat sebanyak 23.409 milyar saham diperdagangkan dan menghasilkan total nilai transaksi sebesar 12.184 triliun. Asing kini optimis menghadapi pasar dengan mencatatkan Net Foreign Buy sebesar 331.30 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan melanjutkan sentimen positifnya. Hal ini disebabkan oleh berita mengenai vaksin viruss COVID-19 yang akan segera diluncurkan pada awal bulan Desember 2020 nanti. Hal ini merupakan suatu titik terang diujung lorong kegelapan pandemi di tahun 2020 ini. Selain itu, jika dilihat dari sisi teknikal terlihat jelas bahwa candlestick masih jauh berada diatas Exponential Moving Average 14 (EMA14) dan middle Bollinger bands.

BERITA EKONOMI

Saham Batu Bara Pesta Pora

Harga saham pertambangan, terutama pertambangan batu bara kembali melesat pada perdagangan hari ini mengekor harga komoditasnya yang terus menanjak ke level tertingginya selama 7 bulan terakhir.

Usut punya usut ternyata kenaikan saham batu bara tidak hanya datang dari melesatnya komoditas batu legam, kabar yang beredar di kalangan para pelaku pasar Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Mineral dan Batu Bara (Minerba) akan diundangkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) paling lambat bulan depan bahkan bisa jadi akan diundangkan akhir bulan ini.

Tercatat seluruh emiten batu bara raksasa yang melantai di bursa efek berhasil menghijau pada perdagangan hari ini. Diantaranya INDY 16.24%, ADRO 6.17%, BUMI 6%, DOID 5.84%, PTBA 4.11%, ITMG 3,45, PTRO 3.25%.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) tengah menyusun tiga Peraturan Pemerintah (PP), peraturan turunan untuk melaksanakan Undang-Undang (UU) No.3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba).

Menurut Hima AE, Tentu saja hal tersebut menjadi sentimen positif bagi saham emiten batu legam tersebut. Apalagi harga batu bara dunia sedang melesat setelah muncul kabar dua kandidat vaksin Covid-19 yang memiliki efektivitas di atas 90%

Dengan pulihnya kembali perekonomian pasca vaksinasi massal, tentunya roda perekonomian akan berputar terutama di sektor industri dan manufaktur dimana sektor inilah yang menjadi salah satu konsumen terbesar batu bara.

Sumber : CNBC

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Senin, 23 November 2020 PT. Adaro Energy Tbk (ADRO) ditutup menguat sebesar +6,17% pada harga Rp 1.290. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator EMA 10,24,100 dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Dari indikator EMA 10,24,100 dapat kita simpulkan bahwa pergerakan harga saham ADRO dalam posisi bullish trend. Keadaan tren bullish tersebut cukup kuat, dikarenakan posisi EMA 10 berada di atas EMA 24 serta posisi dari kedua EMA tersebut berada di atas EMA 100.

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 1.370

Stop Loss        : Rp 1.250

 

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *