MENTARI PAGI EDISI 613, KAMIS 05 NOVEMBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (4/11/2020) mengalami pelemahan yang cukup dalam yaitu (-1.052%) sehingga mengakhiri pada perdagangan kemarin di level 5,105.199. Pada perdagangan kemarin hamper semua sektor yang mengalami pelemahan dan hanya 1 sektor yang menguat.

Pada perdagangan kemarin, terdapat sektor yang mengalami pelemahan paling dalam yaitu sektor Finance yakni (-1.72%). Kemudian sektor yang mengalami pelemahan cukup dalam selanjutnya yaitu sektor Property, Real Estate and Building Construction sebesar (-1.68%). Selanjutnya adalah satu-satunya sektor yang mengalami penguatan meskipun tipis yaitu sektor Trade, Service and Investment sebesar (+0.34%). Dikarenakan pada perdagangan kemarin terdapat 9 sektor yang mengalami pelemahan, maka IHSG kemarin mengalami pelemahan yang cukup dalam dan mengalami penurunan sebesar (-54.253) sehingga mengalami koreksi. Pada perdagangan kemarin tercatat sebanyak 13.09 milyar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 8.02 triliun. Akan tetapi asing kini mulai optimis dan turut serta meramaikan perdagangan di Tanah Air sehingga menghasilkan Net Foreign Buy sebesar 7.74 milyar..

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG bergerak akan cenderung menguat dikarenakan oleh beberapa sentimen positif hari ini. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan berdampak baik terhadap pergerakan IHSG pada hari ini. Faktor pertama mengenai satgas penanganan Covid-19 mengkonfirmasi bahwa roadmap atau peta jalan vaksinasi dalam tahap finalisasi. Faktor selanjutnya datang dari negara Paman Sam mengenai pemilu AS saat ini, jika terpilihnya Joe Biden  sebagai Presiden Amerika maka membawa dampak positif ke negara berkembang, termasuk Indonesia dikarenakan calon presiden tersebut akan lebih mengeluarkan kebijakan friendly dengan negara lain, tidak provokatif, predictable, sehingga memberi kepastian bagi investor.

Sementara jika dilihat dari Analisa teknikal, sudah terlihat jelas bahwa telah terjadinya persilangan Golden Cross pada perdagangan kemarin, sehingga kemungkinannya IHSG akan mengalami penguatan. Hal ini nampak pada Indicator Moving Average rerata tiga belas hari (MA13) dan tiga puluh empat hari (MA34).

BERITA EKONOMI

Pasca-Pilpres, mayoritas SBN Terkoreksi!

Harga mayoritas obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) pada Rabu (4/11/2020) ditutup melemah di tengah ketatnya persaingan dalam pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) yang memicu kekhawatiran akan kepastian politik pasca-pilpres.

Mayoritas SBN hari ini cenderung dilepas oleh investor, kecuali SBN tenor 15 dan 20 tahun yang ramai dikoleksi investor.

Dilihat dari imbal hasilnya (yield), hampir semua SBN mengalami kenaikan yield, namun tidak untuk yield SBN acuan obligasi negara berjatuh tempo 15 tahun yang turun 0,6 basis poin ke level 7,175% dan yield SBN tenor 20 tahun yang turun 1,3 basis poin ke 7,259%

Sementara itu, yield SBN dengan tenor 10 tahun yang merupakan acuan yield obligasi negara naik 2,8 basis poin ke level 6,629% pada hari ini. Yield berlawanan arah dari harga, sehingga kenaikan yield menunjukkan harga obligasi yang turun. Demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%.

Seandainya Trump kembali memenangi pemilu kali ini, tentunya tidak akan ada perubahan signifikan dari kebijakan yang diterapkan saat ini. Perang dagang dengan China misalnya, masih akan tetap berkobar. Kemudian, dari segi perpajakan tentunya tidak akan berubah, setelah dipangkas pada periode pemerintahannya saat ini.

Sementara jika lawannya, bisa dipastikan akan ada perubahan kebijakan. Perang dagang dengan China kemungkinan tidak akan berkobar, sementara pajak kemungkinan akan dinaikkan.

Menurut Hima AE, Harga SBN kembali ditutup di zona merah karena ketatnya persaingan dalam pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) yang memicu kekhawatiran akan kepastian politik pasca-pilpres.

Harga SBN bergerak ke zona merah karena investor sedang wait and see jelang pilpres AS malam nanti waktu Indonesia. Pilpres kali ini mempertemukan petahana dari Partai Republik Donald Trump dengan lawannya dari Partai Demokrat Joseph ‘Joe’ Biden

Koreksi harga di pasar aset pendapatan tetap ini mengindikasikan pelaku pasar melakukan aksi ambil untung dan mengalihkan asetnya ke aset yang lebih berisiko tetapi menjanjikan keuntungan tinggi seperti saham.

Hal itu juga membuat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang sebelumnya berada di zona hijau pada perdagangan sesi 1, tiba-tiba terkoreksi dalam pada penutupan perdagangan hari ini.

Sumber: CNBC

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Selasa, 03 November 2020 PT. Jasa Marga Tbk (JSMR) ditutup menguat sebesar +5,88% pada harga Rp 3.780. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator MA5, MA30, dan Volume MA(20) yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir dapat dilihat bahwa pergerakan harga saham JSMR berhasil mem-breakout garis MA5. Hal tersebut mengindikasikan potensi untuk bullish pada saham JSMR. Tentu hal ini juga diperkuat dengan pergerakan garis MA5 yang memantul terhadap garis MA30, yang menunjukkan bahwa garis MA5 memiliki potensi kuat untuk tetap berada diatas garis MA30.

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy). Selain itu, level Volume perdagangan kemarin berada di atas rata-rata pergerakan volume selama 20 hari (Volume MA20).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 3.970

Stop Loss        : Rp 3.700

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *