MENTARI PAGI EDISI 612, RABU 4 NOVEMBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (03/11/2020) mengalami penguatan sebesar (+0.86%) sehingga IHSG berada di level 5159.452. Seluruh sektor kompak mengalami penguatan.

Sektor Miscellaneous Industry menjadi sektor pengunggul dengan penguatan tertinggi yakni sebesar (+1.79%) disusul dengan sektor Consumers Goods Industry dan juga sektor Manufacturing dengan penguatan sebesar (+1.11%). Perdagangan kemarin berhasil mencatatkan sebanyak 11.929 saham yang diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 7.547 triliun. Meskipun demikian, perdagangan kemarin masih didominasi oleh investor domestik dan asing masih melanjutkan aksi jualnya sehingga menghasilkan Net Foreign Sell sebesar 279.85 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan bergerak secara mixed dengan kecenderungan menguat. Hal ini disebabkan oleh adanya kecenderungan pelaku pasar akan wait and see sebelum mengalirkan investasinya dalam jumlah besar, termasuk juga di negara emerging market, seperti negara-negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sementara itu, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan PMI manufaktur di bulan Oktober melesat menjadi 59,3 dari 55,4 di bulan sebelumnya. PMI di bulan Oktober tersebut merupakan yang tertinggi sejak September 2018. Jika dilihat dari sisi teknikal, indikator Exponential Moving Average 14 (EMA14) masih berada dibawah candlestick sehingga trend masih dalam keadaan bullish.

BERITA EKONOMI

Trump Diramal Lengser, Bursa Saham Asia Pesta Pora!

Bursa saham Asia kompak ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa (3/11/2020) jelang pemilu presiden Amerika Serikat (AS) pada malam nanti waktu Indonesia, atau Selasa waktu AS, 3 November. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menggembirakan, yakni naik 0,87% di level 5.159,45.

Bursa saham Asia ditutup cerah bergairah setelah data Purchasing Manager’ Index (PMI) di berbagai negara yang menunjukkan pemulihan dan jelang pemilihan presiden (pilpres) AS. Institute for Supply Management (ISM) melaporkan PMI manufaktur di bulan Oktober melesat menjadi 59,3 dari 55,4 di bulan sebelumnya. PMI di bulan Oktober tersebut merupakan yang tertinggi sejak September 2018.

Markit melaporkan PMI manufaktur zona euro naik menjadi 54,8, di bulan Oktober, dari bulan sebelumnya 53,7. PMI di bulan Oktober tersebut merupakan yang tertinggi sejak Juli 2018 lalu. Jerman, motor penggerak ekonomi Eropa mencatat kenaikan PMI manufaktur menjadi 58,2 dari sebelumnya 56,4. Sementara Inggris, PMI manufakturnya mengalami penurunan menjadi 53,7 dari sebelumnya 54,1, tetapi masih menunjukkan ekspansi.

Menurut HIMA AE, Rilis tersebut menunjukkan jika momentum pemulihan ekonomi di AS masih terakselerasi di kuartal IV-2020.

Tetapi ada sedikit yang mengganjal, yakni kebijakan karantina wilayah (lockdown) yang baru diterapkan di negara-negara Eropa, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah sektor manufaktur masih akan mempertahankan ekspansi di bulan ini.

Sementara itu, pilpres AS akan menjadi fokus utama di pekan ini, mengingat dampak besar yang akan ditimbulkan, baik dari segi ekonomi hingga politik dunia.

Oleh sebab itu, ada kecenderungan pelaku pasar akan wait and see sebelum mengalirkan investasinya dalam jumlah besar, termasuk juga di negara emerging market, seperti negara-negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Sumber : CNBC

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Selasa, 03 November 2020 PT. Jasa Marga Tbk (JSMR) ditutup menguat sebesar +5,88% pada harga Rp 3.780. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator MA5, MA30, dan Volume MA(20) yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir dapat dilihat bahwa pergerakan harga saham JSMR berhasil mem-breakout garis MA5. Hal tersebut mengindikasikan potensi untuk bullish pada saham JSMR. Tentu hal ini juga diperkuat dengan pergerakan garis MA5 yang memantul terhadap garis MA30, yang menunjukkan bahwa garis MA5 memiliki potensi kuat untuk tetap berada diatas garis MA30.

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy). Selain itu, level Volume perdagangan kemarin berada di atas rata-rata pergerakan volume selama 20 hari (Volume MA20).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 3.970

Stop Loss        : Rp 3.700

 

(DISCLAIMER ON)

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *