MENTARI PAGI EDISI 611, SELASA 3 NOVEMBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (2/11/2020) mengalami pelemahan sedalam (-0.25%) dan ditutup pada level 5,115.128. Pada perdagangan kemarin hanya terdapat tiga sektor yang mengalami penguatan sementara sisa sektor lainnya ditutup melemah.

Pada perdagangan kemarin sektor Mining menjadi sektor yang mengalami kenaikan paling tinggi diantara ketiga sektor lainnya yakni sebesar (+0.71%). Sementara itu, sektor yang mengalami pelemahan paling dalam yaitu sektor Agriculture yaitu sedalam (-2.30%). Tercatat sebanyak 11.28 milyar saham diperdagangkan sehingga menghasilkan nilai transaksi sebesar 9.56 triliun. Asing lebih banyak melakukan aksi jual maka dari itu tercatat Net Foreign Sell sebesar -497.8 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat. Hal ini dikarenakan Bursa saham amerika melesat pada pembukaan perdagangan hari Senin (2/11/2020) Indeks Dow Jones Industrial Average naik 189,7 poin (+1%) pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan selang 15 menit kemudian bertambah menjadi 312,6 poin (+1,2%) ke 26.814,2 dan S&P 500 naik 38,6 poin (+1,2%) ke 3.308,54. Nasdaq bertambah 107,5 poin (+1%) ke 11.019,09. Sehingga kemungkinan pembukaan IHSG pada hari ini akan ikut menguat dikarenakan sentiment positif dari Bursa saham amerika. Jika dilihat dari sisi teknikal, terjadi telah terjadi golden cross pada indikator Moving Average (13,34).

BERITA EKONOMI

Harga Emas Mengilap! Was Was Nya Pilpres AS Yang Mempengaruhi Permintaan

Harga emas mengalami peningkatan seiring dengan aksi beli investor yang mewaspadai gejolak akibat Pemilihan Presiden AS pada Selasa (3/11/2020).

Pada perdagangan Senin (2/11/2020) pukul 09.08 WIB, harga emas spot naik 0,43 persen atau 7,99 poin menjadi US$1.886,8 per troy ounce.

Harga emas Comex kontrak Desember 2020 meningkat 0,6 persen atau 11,3 poin menuju US$1.891,2 per troy ounce.

Laporan Monex Investindo Futures menyebutkan harga emas bergerak naik pada hari Senin (2/11) di tengah investor yang terlihat masih khawatir terhadap hasil pemilihan Presiden AS, melonjaknya kasus Covid-19, dan kebijakan lockdown terbaru di beberapa negara yang meningkatkan kekhawatiran terhadap ekonomi.

Analis komoditas di salah satu broker internasional mengatakan bahwa kenaikan harga emas pada saat ini tidaklah mengejutkan. Dia juga menambahkan bahwa harga emas mungkin akan bergerak dalam volatilitas tinggi di hari pemilu besok.

Investor bersiap untuk gejolak perdagangan jangka pendek dan perubahan kebijakan untuk jangka panjang, di malam pemilu AS.

Jajak pendapat nasional menunjukkan Biden mengungguli Trump. Namun survei di beberapa negara bagian menunjukkan selisih suara yang tipis antara Trump dan Biden.

Untuk memenangkan kembali Pilpres AS, Trump harus unggul di negara bagian yang empat tahun lalu ia kuasai seperti Florida, Georgia, North Carolina, Ohio, Iowa, dan Arizona, dan setidaknya mengamankan satu negara bagian Midwestern seperti Pennsylvania, Michigan atau Wisconsin.

Sementara itu, dari laporan Covid-19 di Eropa menunjukkan rekor baru yang mencapai 10 juta, mendorong negara-negara seperti Inggris dan Portugal berlakukan kebijakan lockdown terbaru.

Menurut Hima AE, meskipun harga telah melemah dari rekor tertinggi yang dicapai pada bulan Agustus, kepemilikan exchange-traded fund EFT) atau reksa dana yang diperdagangkan di bursa, yang underlying asset berupa emas tetap mendekati leve tertinggi sepanjang masa karena investor menantikan pilpres AS, perkembangan pandemi virus corona, dan kebijakan bank sentral. Meskipun harga emas global menguat, harga emas batangan 24 karat PT Aneka Tambang Tbk. atau emas Antam  pada hari ini dijual lebih rendah dibandingkan dengan harga perdagangan sehari sebelumnya.

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Senin, 2 November 2020 PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM) ditutup menguat sebesar +4,27% pada harga Rp 1100. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Bullish Candle  yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 10, Parabolic Sar dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir harga perusahaan berada tepat diatas Moving Average 10 yang mengindikasikan tren naik.

Begitupun dengan indikator Parabolic Sar. Harga berada diatas Parabolic Sar menunjukan kekuatan akan Bullish Trend.

Indikator-indikator tersebut juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 1155

Stop Loss        : Rp 1060

 

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *