MENTARI PAGI EDISI 609, SELASA 27 OKTOBER 2020

REKOMENDASI SAHAM

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (26/10/2020) mengalami penguatan sebesar (+0.62%) dan ditutup pada level 5144.049. Sebanyak tiga sektor ditutup mengalami pelemahan sementara sisanya bertahan dalam zona hijau.

Sektor Property, Real Estate, and Building Construction pada perdagangan kemarin menjadi sektor paling unggul dengan penguatan tertinggi yakni sebesar (+3.10%) diikuti oleh sektor Agriculture yang turut mengalami penguatan sebesar (+2.19%). Sementara itu, sektor Consumers Goods Industry mengalami ketertinggalan dengan pelemahan sebesar (-0.78%). Tercatat sebanyak 12.195 milyar saham diperdagangkan sehingga menghasilkan nilai transaksi sebesar 7.129 triliun. Asing kini mulai optimis dan turut serta meramaikan perdagangan di Tanah Air sehingga menghasilkan Net Foreign Buy sebesar 127.99 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan tetap melanjutkan penguatannya. Hal ini dikarenakan adanya berita mengenai pembukaannya kembali tempat hiburan salah satunya bioskop. Hal ini tentu mengundang suka cita bagi masyarakat yang rindu untuk berpergian. Meskipun begitu, protocol kesehatan tetap dijalankan untuk menekan angka pertumbuhan Covid-19 itu sendiri. Jika dilihat dari sisi teknikal, terjadi golden cross pada stochastic oscillator dimana %K telah memotong %D. Posisi candlestick pun menjauh dari Middle Bollinger Bands dan Exponential Moving Average 14 (EMA14).

 

BERITA EKONOMI

Dolar AS Perkasa!! Emas “Say Goodbye” ke Level US$1900

Harga emas dunia berakhir nyaris stagnan di pekan lalu, bahkan jika melihat lebih ke belakangan logam mulia ini sebenarnya bergerak di situ-situ saja. Tetapi, pergerakan tersebut bisa menjadi “kuda-kuda” untuk melesat lebih tinggi ke depannya. Harga emas melemah dan meninggalkan level US$1.900 pada perdagangan hari ini, Senin (26/10/2020), sejalan dengan penguatan indeks dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex untuk kontrak Desember 2020 terpantau melemah 5,8 poin atau 0,3 persen ke level US$1.899,40 per troy ons pada pukul 10.59 WIB. Sepanjang hari ini, emas Comex bergerak dalam kisaran US$1.892,50-US$1.906,30.

Sementara itu, harga emas di pasar spot terpantau melemah 3,85 poin atau 0,2 persen ke level US$1.898,2 per troy ons. Pelemahan harga emas sejalan dengan gerak indeks dolar AS yang melaju di zona hijau sepanjang perdagangan hari ini.

Indeks yang melacak pergerakan relatif dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya tersebut terpantau menguat 0,16 poin atau 0,17 persen ke level 92,928 pada pukul 11.02 WIB.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menyampaikan harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah outlook menguatnya dolar AS dibalik ketidakpastian stimulus AS. Selain itu, ada laporan yang mengatakan bahwa obat remdesivir dari Gilead Sciences telah diizinkan oleh FDA untuk penanganan virus corona.

Namun, penurunan harga emas berpeluang terbatas mengingat hasil poling sementara yang mengunggulkan Joe Biden menjelang pilpres AS dibalik janjinya yang akan mengeluarkan lebih banyak bantuan stimulus corona dibandingkan Trump.

Harga emas berpeluang untuk dijual selama harga masih tertahan bergerak di bawah level resisten di 1906 karena berpotensi turun untuk menguji level support di 1890.

Namun, jika harga terus bergerak naik hingga menembus ke atas level resisten di 1906, berpotensi untuk beli, karena harga emas dapat naik lebih lanjut membidik resisten di 1915

Menurut Hima AE, Isu stimulus fiskal di AS menjadi pemicu pergerakan emas dunia di pekan ini. Stimulus fiskal merupakan salah satu “bensin” bagi emas untuk menanjak, oleh karena itu cair atau tidaknya stimulus fiskal sebelum pemilihan presiden (pilpres) AS akan menentukan kemana emas melangkah.

Stimulus fiskal di AS kemungkinan tidak akan cair sebelum pilpres selesai, hal tersebut membuat analis memperkirakan pergerakan harga emas dunia masih akan sama, tidak akan kemana-mana di pekan ini, masih di dekat kisaran US$ 1.900/troy ons. Namun, jika harga terus bergerak naik hingga menembus ke atas level resisten di 1906, berpotensi untuk beli, karena harga emas dapat naik lebih lanjut membidik resisten di 1915

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan akan ada “letupan” harga emas, sebab di pekan ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi AS kuartal III-2020, yang diprediksi akan tumbuh hingga 31,9% secara kuartalan yang disetahunkan (quarterly annualized) berdasarkan survei Refinitiv.

 

Sumber: CNBC, Market.

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2020 PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) ditutup menguat sebesar +3,21% pada harga Rp 965. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 20, Parabolic Sar dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir harga perusahaan berada tepat diatas Moving Average 20 yang mengindikasikan tren naik.

Begitupun dengan indikator Parabolic Sar. Harga berada diatas Parabolic Sar menunjukan kekuatan akan Bullish Trend.

Indikator-indikator tersebut juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 1005

Stop Loss        : Rp 930

 

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *