MENTARI PAGI EDISI 607, JUMAT 23 OKTOBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (22/10/2020) mengalami pelemahan sebesar (-0.091%) sehingga mengakhiri pada perdagangan kemarin di level 5,091.816. Pada perdagangan kemarin hanya terdapat 3 sektor yang mengalami penguatan, dan sisa sektor lainnya menutup melemah.

Pada perdagangan kemarin, terdapat sektor yang mengalami penguatan cukup besar yaitu sektor Basic Industry and Chemicals yang mengalami penguatan cukup besar yakni (+0.96%). Kemudian dilanjut sektor yang menguat tipis yaitu sektor Infrastructure, Utilities and Transportations sebesar (+0.20%). Selanjutnya adalah sektor yang mengalami pelemahan paling dalam yakni sektor Agriculture dan Mining sedalam (-1.01%). Meskipun pada perdagangan kemarin terdapat 7 sektor yang mengalami pelemahan, pada perdagangan IHSG kemarin mengalami perdagangan yang cukup sengit sehingga pelemahan IHSG tidak terlalu dalam dan mengalami penurunan sebesar (-4.630) kemudian mengalami koreksi. Pada perdagangan kemarin tercatat sebanyak 14.69 milyar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 9.36 triliun. Kemudian, Asing banyak yang melakukan aksi jualnya sehingga memperoleh Net Foreign Sell sebesar (-262.45) Milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG bergerak cenderung mixed menguat dikarenakan oleh. Sehingga tidak menutup kemungkinan dengan adanya berita tersebut akan berdampak cukup baik untuk pergerakan IHSG pada hari ini, dikarenakan oleh beberapa sentimen positif hari ini yaitu saham-saham properti kembali melesat pada perdagangan kemarin dampak dari rilis data prapenjualan alias marketing sales emiten properti kelas kakap yang berhasil naik di kuartal ketiga 2020 ini dan berhasil melewati titik nadirnya pada kuartal kedua 2020 setelah terserang virus corona.

Sentimen positif ini selain berhasil melesatkan saham properti, ternyata juga berhasil menarik asing juga ikut masuk ke dalam saham-saham properti, sehingga tidak menutup kemungkinan perdagangan hari ini IHSG akan menguat.

Sementara jika dilihat dari Analisa teknikal, sudah terlihat jelas bahwa telah terjadinya persilangan Golden Cross sehingga kemungkinannya IHSG akan mengalami penguatan. Hal ini nampak pada Indicator Moving Average rerata tiga belas hari (MA13) dan tiga puluh empat hari (MA34).

BERITA EKONOMI

Dolar AS Melesap, Logam Dasar Berpendar! Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) berhasil menjadi katalis positif bagi harga logam dasar.  Mayoritas komoditas kelompok itu berhasil kompak menetap di zona hijau. Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Rabu (21/10/2020) penguatan harga kelompok logam dasar dipimpin oleh timbal yang berhasil naik hingga 2,55 persen ke level US$1.810,5 per ton. Kemudian, penguatan diikuti oleh seng yang naik 1,54 persen ke posisi US$2.568,5 per ton, tembaga yang menguat 1,34 persen ke level US$6.991,5 per ton, dan aluminium yang berhasil naik 0,49 persen ke level US$1.843,5 per ton.

Tidak mau kalah, harga timah juga berhasil naik 0,4 persen ke posisi US$18.475 per ton. Namun sayang, nikel tidak mampu memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS dan terkoreksi 0,86 persen ke posisi US$15.886 per ton.

Untuk diketahui, dalam perdagangan yang sama indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama ditutup di zona merah, melemah 0,49 persen ke posisi 92,611. Level itu merupakan level terendah indeks dolar AS sejak tujuh pekan perdagangan terakhir.

Sementara itu, Shanghai Metal Markets dalam riset terbarunya mengatakan bahwa cadangan beberapa logam di gudang yang dilacak oleh London Metal Exchange terus menunjukkan penurunan. Sentimen itu juga telah menjadi katalis positif bagi harga logam di sisa tahun ini.

Tetapi pasar bakal memulihkan pelemahan ini ketika memiliki waktu untuk mencerna substansi laporan PDB tersebut ketimbang hanya bereaksi terhadap berita utamanya.”
Sentimen keseluruhan juga didukung oleh berita bahwa produsen obat Pfizer Inc dapat menyiapkan vaksin virus korona di Amerika Serikat pada akhir tahun ini.
Produksi aluminium China melonjak 7,9% pada September dari tahun sebelumnya karena harga pulih kembali dan pabrik peleburan baru mulai beroperasi.

Menurut Hima AE, Pelemahan dolar AS menjadi katalis positif bagi harga logam dasar karena menjadikan komoditas itu lebih murah untuk dibeli oleh trader dengan denominasi mata uang selain dolar AS. Prospek logam pada kuartal IV/2020 sangat baik karena dibayangi banyak sentimen positif yang dapat mendorong naik harga. Apalagi, menjelang pemilihan presiden AS. Tidak hanya itu, penguatan logam dasar juga akan didukung oleh sentimen stimulus Pemerintah China untuk menggenjot sektor infrastrukturnya sebagai salah satu upaya untuk memulihkan ekonominya. Belum lagi, beberapa gangguan produksi di beberapa tambang utama logam di dunia dan dukungan penetrasi pasar mobil listrik yang semakin gencar di beberapa negara. Secara spesifik, dia memperkirakan tembaga menjadi logam yang memiliki tren bullish terkuat dan terus mendapatkan manfaat dari risiko pasokan dan taruhan hasil pemilihan presiden AS.

Sumber: Market.Bisnis

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Kamis, 22 Oktober 2020 PT. Pakuwon Jati Tbk (PWON) ditutup menguat sebesar +1% pada harga Rp 404. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Bullish Candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 10, Parabolic Sar dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir harga perusahaan tepat berada diatas Moving Average 10 yang mengindikasikan tren naik.

Begitupun dengan indikator Parabolic Sar. Harga perusahaan berada diatasnya yang tentunya memberi sinyal Bullish Trend.

Indikator-indikator tersebut juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 422

Stop Loss        : Rp 392

 

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *