MENTARI PAGI EDISI 604, SELASA 20 OKTOBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (19/10/2020) mengalami penguatan terbatas yakni sebesar (+0.44%) sehingga IHSG tertahan pada level 5126.330. Sebanyak empat sektor mengalami pelemahan namun selebihnya mengalami penguatan.

Sektor yang mengalami penguatan paling tinggi pada perdagangan kemarin ialah sektor Mining dengan penguatan yang dialami sebesar (+1.43%) diikuti dengan penguatan Finance sebesar (+1.07%). Sementara sektor Agriculture pada perdagangan kemarin mengalami pelemahan paling signifikan yakni sebesar (-0.79%). Tercatat sebanyak 13.121 milyar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 8.596 triliun. Asing melakukan aksi jual yang cukup tinggi sehingga menciptakan Net Foreign Sell sebesar 394.37 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan mengalami penguatan terbatas dengan rentang support-resistant pada level 5077-5169. Hal ini dikarenakan efek positif yang diciptakan oleh Omnibus Law dan laporan keuangan kuartal III lebih baik dibanding kuartal II. Selain itu adanya progress pengadaan vaksin Covid-19 dapat memicu penguatan bagi IHSG. Selain itu pada sisi teknikal candlestick diprediksi sulit menembus Exponential Moving Average 14 (EMA14) sebagai garis support yang kami tetapkan.

BERITA EKONOMI

Kabar Gembira, Bos BI Sebut Sederet Industri yang Mulai Pulih

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan kegiatan perekonomian domestik perlahan mulai bangkit di kuartal ketiga tahun ini usai kebijakan pelonggaran pembatasn sosial berskala besar (PSBB).

Perry juga menyebut ada beberapa sektor yang memberikan andil terhadap perekonomian, tapi risikonya meningkat di saat pandemi, sektor itu antara lain tekstil dan produk tekstil, real estate dan furnitur.

“Ini yang fokus kita lakukan bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi, mendorong permintaan kredit yang bisa menjadi leading dalam pemulihan ekonomi kita, itu terefleksi dalam pergerakan IHSG ke depan,” kata Perry Wariyo, dalam paparannya di webinar Capital Market Summit and Expo, Senin (19/10/2020).

Gubernur BI menyebut, saat ini likuiditas perbankan memadai dengan rasio LDR 83,2%, Dana Pihak Ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat tumbuh 12,8% dengan rasio NPL yang masih cukup terjaga walau ada kenaikan 3,2% gross.

Menurut HIMA AE, Mengacu pada berbagai indikator data perekonomian yang mulai membaik seperti mobilitas orang, survei penjualan meningkat, dan indeks PMI yang membaik serta ekspor non migas yang membaik, bank sentral memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi akan mulai merangkak bergerak ke arah positif di kuartal keempat tahun ini.

Hal ini terlihat dari beberapa sektor usaha yang mulai kembali pulih dan menggerakkan perekonomian, antara lain, sektor industri makanan dan minuman, industri logam dasar, telekomunikasi, industri barang dari kulit dan alas kaki. Selanjutnya, ada juga dikontribusi dari sektor pertanian hortikultura, industri sembako, barang galian.

Sumber : CNBC.

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2020 PT. Transcoal Pacific Tbk (TCPI) ditutup menguat sebesar +7,27% pada harga Rp 5.900. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle White Marubozu yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Candle White Marubozu juga sebagai konfirmasi bullish setelah adanya Candle Dragonfly. Hal ini juga didukung oleh indikator MA5, Parabolic SAR, dan Volume MA (20) yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir dapat dilihat bahwa dari pergerakan harga saham TCPI mem-breakout garis MA5. Hal ini mengindikasikan potensi untuk melanjutkan arah tren bullish. Begitu juga dengan indikator Parabolic SAR yang menunjukkan sinyal positif bahwa pergerakan harga saham TCPI dalam posisi tren bullish.

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy). Selain itu, level Volume perdagangan kemarin berada di atas rata-rata pergerakan volume selama 20 hari (Volume MA20).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 6.200

Stop Loss        : Rp 5.700

 

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *