MENTARI PAGI EDISI 602, 16 OKTOBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (15/10/2020) ditutup terkoreksi sebesar (-1.37%) sehingga membuat IHSG berada pada level 5105.150. Seluruh sektor kompak mengalami pelemahan.

Sektor Finance mengalami pelemahan tertinggi yakni sebesar (-1.86%) diikuti dengan sektor Property, Real Estate, and Building Construction (-1.63%). Sementara sektor Trade, Service, and Investment mengalami pelemahan paling rendah pada perdagangan kemarin yakni sebesar (-0.74%). Tercatat sebanyak 12.956 milyar saham yang diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 9.781 triliun. Meskipun demikian, Asing justru melakukan aksi beli yang 23.29 milyar.

Hari ini kami memprediksi IHSG akan kembali mengalami pelemahan. Hal ini terjadi sebab para investor melakukan aksi profit-taking. Dalam negeri, Badan Pusat Statisti (BPS) telah merilis data ekspor dan impor pada September 2020. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar (-0.51%) dibanding September 2019. Konsensus memperkirakan ekspor terkonraksi atau tumbuh negatif nyaris 8% dibanding periode tahun sebelumnya (year-on-year). Sementara impor diperkirakan ambles 25.15% YoY. Sementara jika dilihat dari sisi teknikalnya, Stochastic Oscillator telah sampai pada zona overbought dan telah bersilangan sehingga menunjukan bahwa pasar telah jenuh melakukan aksi belinya dan berkemungkinan terjadi pembalikan tren dari tren naik menjadi tren turun.

BERITA EKONOMI

Risiko Investasi Turun, Yield Obligasi RI Udah Turun Banyak

Persepsi investor terhadap risiko investasi di Indonesia kembali naik, namun naiknya cenderung tipis dan masih di berada di level rendah sehingga ini mencerminkan risiko investasi di Tanah Air mulai turun.

Penurunan risiko ini ditandai dengan penurunan premi credit default swap (CDS) bertenor 5 tahun menjadi 94,500 secara month to date (MtD) pada Rabu (14/10/2020).

Kenaikan tipis premi CDS tersebut cenderung membuat investor asing untuk melepas surat utang negara (SUN). CDS adalah kontrak derivatif swap di mana pembeli melakukan pembayaran ke penjual atas penutupan risiko gagal bayar (default) debitornya.

jika dilihat, pergerakan yield SUN selama sebulan terakhir memang sempat menguat, namun pada akhirnya yield SUN acuan tersebut mulai turun pada perdagangan Jumat (9/10/2020) pekan lalu hingga berakhir di posisi 5,7% pada penutupan Rabu Kemarin.

Menurut Hima AE, Penurunan yield SUN ini bersamaan dengan posisi CDS Indonesia yang mulai turun sehingga investor kemungkinan mempersepsikan pasar Indonesia positif lagi.

Apalagi ada sentimen positif disahkannya UU Omnibus Law dan kabar vaksinasi dimulai November mendatang.

Meski demikian, posisi CDS yang mulai rendah (meski naik tipis) dan penurunan yield SUN acuan 5 tahun bakal diadang oleh sentimen negatif proyeksi Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).

Sebelumnya pada Selasa malam (13/10/2020) waktu Amerika Serikat (AS), lembaga yang bermarkas di Washington DC, AS ini telah memprediksi pemulihan ekonomi Indonesia masih sangat tertahan di tahun ini.

Sumber : CNBC

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2020 PT. Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) ditutup menguat sebesar +2,27% pada harga Rp 2.700. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator MA5, MA20, Parabolic SAR, dan Volume MA (20) yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir dapat dilihat bahwa dari pergerakan garis MA5 dan MA20 tidak terdapat tanda-tanda akan adanya pembalikan arah tren (reversal), dan bahkan saham MIKA tetap melanjutkan arah tren bullish. Begitu juga dengan indikator Parabolic SAR yang menunjukkan sinyal positif bahwa pergerakan harga saham MIKA dalam posisi tren bullish, setelah adanya fase konsolidasi jangka pendek.

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy). Selain itu, level Volume perdagangan kemarin berada di atas rata-rata pergerakan volume selama 20 hari (Volume MA20).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 2.840

Stop Loss        : Rp 2.640

 

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *