MENTARI PAGI EDISI 600, RABU 14 OKTOBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Selasa (13/10/2020) mengalami penguatan sebesar (+0,77%) sehingga IHSG naik ke level 5132.57. Tercatat sebanyak tiga saham yang mengalami pelemahan sementara sektor lainnya mengalami penguatan sehingga menghantarkan IHSG pada zona hijau.

Sektor Finance menjadi sektor paling unggul dalam penguatan pada perdagangan kemarin yakni dengan penguatan sebesar (+1.81%) disusul dengan sektor Micellaneous Industry penguatan sebesar (+0.83%). Sementara itu pelemahan terjadi pada sektor Trade, Service, and Investment sebesar (-0.19%). Pada perdagangan kemarin tercatat sebesar 13.942 milyar saham diperdagangkan dengan total transaksi sebesar 8.918 triliun. Asing pun melakukan aksi jual sehingga mencatatkan Net Foreign Sell 55.89 milyar.

Hari ini kami memprediksi IHSG akan menguat secara terbatas. IHSG diprediksi akan bergerak pada rentang 5077-5169. IHSG sampai saat ini masih diperngaruhi dengan adanya pengesahan Omnibus Law yang mendorong IHSG untuk beranjak dari keterpurukannya ke zona hijau. Selain itu, sentimen pasar pun masih positif lantaran adanya pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di provinsi DKI Jakarta. Sementara jika dilihat dari sisi teknikalnya, belum muncul indikasi titik jenuh yang diperlihatkan oleh indikator Fractals sehingga penguatan masih bisa dilanjutkan. Sementara itu, Stochastic Oscillator sudah memasuki area overbought namun belum berbalik atau belum terjadi persilangan sehingga IHSG diprediksi masih mampu melakukan penguatan walau terbatas.

BERITA EKONOMI

Resmi! Danareksa Sekuritas Jadi BRI Danareksa Sekuritas

Perusahaan efek PT Danareksa Sekuritas, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), resmi mengubah nama perusahaan menjadi PT BRI Danareksa Sekuritas. Keputusan ini berlaku efektif per 9 Oktober 2020.

“Bersama ini diumumkan bahwa terhitung efektif sejak 9 Oktober terdapat perubahan nama perseroan yang dinyatakan dalam akta pernyataan keputusan pemegang saham perubahan anggaran dasar nomor 2 tanggal 9 Oktober,” tulis Direksi BRI Danareksa Sekuritas, dalam pengumumannya, dikutip Selasa (13/10/2020). Dengan demikian, seluruh kegiatan yang berkaitan perseroan selanjutnya akan dilakukan atas nama PT BRI Danareksa Sekuritas.

Pada 27 September 2018, BRI menandatangani perjanjian jual-beli saham bersyarat dengan PT Danareksa (Persero) untuk mengakuisisi saham Danareksa Sekuritas dan anak usaha di bidang jasa manajemen investasi PT Danareksa Investment Management.
Total nilai transaksi perjanjian itu mencapai mencapai Rp 819 miliar.Nilai itu dikeluarkan perusahaan untuk mengambil alih kepemilikan 67% Danareksa Sekuritas dan 35% Danareksa Investment Management.

Menurut Hima AE, Adanya nama BRI bisa memberikan branding yang luar biasa bagi Danareksa Sekuritas, lebih dikenal masyarakat dan masyarakat bisa lebih percaya karena induknya besar.
Nasabah ritel bisa bertransaksi di jaringan BRI, sementara nasabah korporasi bisa memanfaatkan BRI untuk melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dan menerbitkan obligasi.
Selain itu, BRI juga merampungkan akuisisi anak PT Bahana Artha Ventura bernama PT Sarana Nusa Tenggara Timur Ventura yang memiliki aset Rp 3 miliar.

Sumber : CNBC

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Selasa, 13 Oktober 2020 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ditutup menguat sebesar +2,82% pada harga Rp 3.280. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator MA10, MA20, Parabolic SAR, dan Volume MA (20) yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir dapat dilihat bahwa terjadi momen Golden Cross garis MA10 terhadap garis MA20. Hal ini menunjukkan bahwa saham BBRI mulai memasuki tren bullish. Begitu juga dengan indikator Parabolic SAR yang juga menunjukkan sinyal positif bahwa pergerakan harga saham BBRI dalam posisi tren bullish.

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy). Selain itu, level Volume perdagangan kemarin berada di atas rata-rata pergerakan volume selama 20 hari (Volume MA20).
Recommendation: Buy
Target Price : Rp 3.480
Stop Loss : Rp 3.180

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *