MENTARI PAGI EDISI 596, KAMIS 08 OKTOBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (07/10/2020) mengalami penguatan sebesar (+0.10%) sehingga menghantarkan IHSG pada level 5004.327. Pada perdagangan kemarin sebanyak tiga sektor mengalami pelemahan sementara sektor lainnya mengalami penguatan.

Meskipun perdagangan kemarin mengalami penguatan yang tipis, namun hal tersebut menjadi kabar baik ditengah sentimen pasar negatif yang menghantui pasar modal Indonesia. Sektor Consumer Goods Industry mengalami penguatan tertinggi pada perdagangan kemarin yakni sebesar (+0.63%) diikuti penguatan sektor Manufacturing sebesar (+0.48%). Sementara, sektor yang mengalami pelemahan paling besar dialami oleh sektor Property, Real Estate, and Transportation sebesar (-1.56%). Tercatat sebanyak 16.874 milyar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar 16.863 triliun. Asing pun kemarin berhamburan dan mencatatkan Net Foreign Sell sebesar 2.03 triliun.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan bergerak dengan rentang support-resistant pada level 4965 hingga 5028. Artinya, IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas, hal ini disebabkan masih banyaknya sentiment negatif yang menghantui pasar modal Indonesia. Pelaku pasar masih mencermati situasi politik dalam negeri yang memanas lantaran Omnibus Law yang dapat memicu gerakan mogok kerja. Sementara itu, jika dilihat dari sisi teknikal, terjadi Gap Up pada perdagangan sebelumnya. Hal ini berpotensi memicu kenaikan pada IHSG untuk beberapa hari kedepan. Selain itu, IHSG masih berada dalam tren turun namun cenderung bullish. Pada indikator fractals terlihat timbul ideal fractals bullish yang belum selesai atau belum adanya ideal fractals bearish sehingga IHSG masih berkecenderungan untuk melanjutkan penguatannya meskipun terbatas. Selain itu, candlestick pada perdagangan kemarin berhasil menembus Exponential Moving Average rerata 14 (EMA14) yang menjadi pertanda baik untuk terjadinya reversal tren menjadi tren naik atau uptrend.

BERITA EKONOMI

Trump Batalkan Nego Stimulus Covid-19, Minyak Langsung Drop

Harga minyak mentah untuk kontrak yang aktif ditransaksikan ambles cukup dalam pagi ini Rabu (7/20/2020). Kali ini pemicunya adalah Presiden AS Donald Trump dan data minyak mentah Negeri Paman Sam.

Pada 09.05 WIB, harga minyak mentah berjangka acuan internasional Brent turun 1,64% ke US$ 41,95/barel. Pada saat yang sama, harga minyak berjangka patokan AS yakni WTI juga ambrol 2,02% ke US$ 39,85/barel.

Trump baru saja meninggalkan RS Militer Walter Reed pada Senin petang kemarin dan kembali ke Gedung Putih. Namun belum lama pria berusia 74 tahun itu kembali, sudah membuat pasar keuangan goyah dengan pernyataannya.

Secara sepihak Trump menunda negosiasi soal paket stimulus Covid-19 lanjutan menjadi setelah pemilu. Hal ini jelas mengejutkan lantaran sebelumnya ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan bahwa pihaknya dari Demokrat telah membuat kemajuan dalam perundingan soal bantuan Covid-19 dengan pemerintahan Trump.

Menurut HIMA AE, Kemunduran ini membuat pelaku pasar menjadi cemas, apalagi untuk sektor energi khususnya minyak. Stimulus yang digadang-gadang bakal membantu mendongkrak permintaan kini prospeknya menjadi kabur.

ada enam ladang minyak dan gas lepas pantai ditutup pada hari Senin karena aksi pemogokan ini dan membuat kapasitas produksi negara tersebutt turun sebesar 8%.

Harga juga tertekan dengan adanya rilis data dari asosiasi industri minyak AS (API) yang menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS pekan lalu naik 951 ribu barel. Namun dari sisi pasokan sebenarnya ada kabar lain yang cukup menahan harga dari kemerosotan lebih lanjut.

Perusahaan energi sibuk mengamankan anjungan produksi lepas pantai dan mengevakuasi pekerja pada hari Selasa, saat Badai Delta mengganggu produksi minyak AS di Teluk Meksiko, yang menyumbang 17% dari total produksi minyak mentah AS.

Sumber : CNBC, Kontan

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Rabu, 07 Oktober 2020 PT. Gudang Garam Tbk (GGRM) ditutup menguat sebesar +2,75% pada harga Rp 42.950. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator MA5, MA10, Parabolic SAR, dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir dapat dilihat bahwa terjadi momen Golden Cross garis MA5 terhadap garis MA10. Hal ini dapat disimpulkan bahwa akan adanya pembalikan arah (reversal) dari tren bearish menjadi tren bullish pada saham GGRM. Sama halnya dengan indikator Parabolic SAR yang juga menunjukkan sinyal bahwa pergerakan harga saham GGRM dalam posisi tren bullish.

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 44.250

Stop Loss        : Rp 42.300

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *