MENTARI PAGI EDISI 595, RABU 07 OKTOBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (06/10/2020) ditutup menguat sebesar (+0.816%). Mengakhiri perdagangan IHSG pada level 4,999.221. Pada perdagangan kemarin cukup banyak sektor yang mengalami penguatan, terdapat 8 sektor yang tercatat menguat. Sementara hanya terdapat 2 sektor mengalami pelemahan.

Sektor yang mengalami penguatan tertinggi yaitu sektor Finance sebesar (+1.65%) kemudian dilanjut oleh sektor Miscellaneous Industry yang mengikuti dengan penguatan sebesar (+1.25%). Sementara, sektor yang mengalami pelemahan paling dalam pada perdagangan kemarin yaitu sektor Property, Real Estate and Building Construction dengan melemah sebesar (-0.81%). Pada perdagangan kemarin, tercatat sebanyak 12,354 milyar saham diperdagangkan dan mencatatkan transaksi secara keseluruhan sebesar 7,085 triliun. Kemudian total nilai net foreign sell yang dilakukan asing pada perdagangan kemarin adalah 258.39 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat. Hal ini disebabkan oleh faktor bahwa presiden AS yaitu Donald Trumph kemarin sudah meninggalkan rumah sakit, maka dari itu perdagangan kemarin baik di Asia maupun Dunia menutup menguat. Kemudian, jika dilihat dari sisi teknikal, terlihat jelas bahwa Moving Average 5 dan 20, akan mengalami persilangan Golden Cross. Sehingga kemungkinan akan mengalami penguatan sama dengan pada perdagangan hari sebelumnya.

BERITA EKONOMI

UU Omnibus Law Bikin Saham Kawasan Industri Diborong Investor

Omnibus Law alias Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) memang terbukti menjadi sahabat para investor. Setelah UU sapu jagat ini di setujui oleh pemerintah dan DPR Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melesat 0,82%.

Meskipun buruh tidak senang dan melakukan aksi mogok dimana-mana dan memberikan cap UU ini akan membawa ‘cilaka’ ke rakyat kecil, toh palu sudah diketok dan UU ini dalam waktu dekat akan menjadi hukum yang berlaku. Berbeda dengan para buruh, para pelaku pasar sendiri merespons positif disahkannya UU Omnibus Law yang disebut akan membereskan aturan yang tumpang tindih dan memberi kejelasan investasi.
Melesatnya harga saham kawasan industri bahkan sebelum diketoknya palu Omnibus Law memang sudah diprediksi oleh para pelaku pasar, sebab emiten-emiten ini akan sangat diuntungkan dengan adanya Omnibus Law.

Menurut HIMA AE, melesatnya harga saham kawasan industri bahkan sebelum diketoknya palu Omnibus Law memang sudah diprediksi oleh para pelaku pasar, sebab emiten-emiten ini akan sangat diuntungkan dengan adanya Omnibus Law.
Dengan adanya kepastian investasi dan pemberesan aturan yang tumpang tindih serta semakin berpihaknya aturan ketenagakerjaan kepada investor maka tentu saja investasi parainvestor di sektor riil akan semakin meningkat dan tentunya kawasan industri akan semakin bergeliat. Tidak perlu kaget apabila di tahun-tahun kedepan setelah pandemi Covid-19 berakhir, akan banyak bermunculan pabrik-pabrik baru di kawasan-kawasan industri tersebut.

Hal ini disebabkan oleh 2 faktor, pertama tentunya aksi profit taking yang melanda saham kawasan industri setelah pada perdagangan kemarin berhasil melesat tinggi. Kedua tidak bisa dipungkiri dengan disahkan nya UU ini maka para buruh yang merasa hak-haknya disunat akan melakukan demo. Terpantau di kawasan-kawasan industri di sekitar Ibukota terjadi demo besar-besaran para buruh yang mogok bekerja karena disahkanya Omnibus Law.

Sumber : CNBC

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Selasa, 06 Oktober 2020 PT. Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) ditutup menguat sebesar +4,3% pada harga Rp 970. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indicator MACD, Sthocastic dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir dapat dilihat bahwa MACD pada saham PGAS akan terjadi Golden Cross antara MACD Line dan Signal Line. Hal ini menandakan akan adanya Bullish Reversal.

Berikutnya, Sthocastic pada saham PGAS yang mulai meningggalkan area Oversold menunjukan akan terjadinya tren naik .
Indikator-indikator diatas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation : Buy
Target Price : Rp 1.020
Stop Loss : Rp 930

(DISCLAIMER ON)


Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *