MENTARI PAGI EDISI 591, KAMIS 01 OKTOBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (30/09/2020) mengalami pelemahan sebesar (-0.186%) ; mengakhiri perdagangan kemarin di level 4,870.039. Pada perdagangan kemarin terdapat lima sektor yang mengalami penguatan, dan sektor lainnya mengalami pelemahan sampai penutupan.

Pada perdagangan kemarin, terdapat 3 sektor yang mengalami penguatan cukup besar. Sektor yang mengalami penguatan cukup besar yang pertama berasal dari sektor Basic Industry and Chemicals yang mengalami penguatan paling besar yakni (+1.86%). Kemudian dilanjut oleh, sektor Agriculture sebesar (+1.34%). Dan yang terakhir sektor Trade, Service and Investment sebesar (+1.31%). Selanjutnya adalah sektor yang mengalami pelemahan paling dalam yakni sektor Miscellaneous Industry sedalam (-1.70%), kemudian dilanjut oleh sektor Infrastructure, Utilities and Transportations sedalam (-1.29%). Meskipun pada perdagangan kemarin terdapat 5 sektor yang mengalami penguatan, akan tetapi masih tidak mampu membuat IHSG menguat dan mengalami penurunan sebesar (-9.059) sehingga mengalami koreksi. Pada perdagangan kemarin tercatat sebanyak 11.492 milyar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 7.03 triliun. Kemudian, Asing melakukan aksi jualnya sehingga memperoleh Net Foreign Sell sebesar 481.1 milyar.

Hari ini kami memprediksi bahwa IHSG masih akan tetap mengalami penurunan karena debat kandidat presiden Amerika Serikat (AS) yang mengindikasikan bahwa eskalasi politik akan tinggi. Sangat berpengaruh pada bursa saham Asia hal itulah yang menyebabkan Bursa Asia menutup melemah pada perdagangan Senin, 30 September 2020 kemarin.

 

Sementara jika dilihat dari Analisa teknikal, menunjukkan belum ada tanda-tanda bahwa IHSG akan mengalami penguatan. Hal ini nampak pada Indicator Moving Average rerata lima hari (MA5) dan dua puluh hari (MA20) karena belum terlihatnya persilangan Golden Cross.

BERITA EKONOMI

Kabar Baik, PPnBM Properti Akan Dihapus

Pada paparan rapat dengar pendapat antara Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pekan lalu yang dikutip Harian Kontan, disebutkan ada sejumlah alasan pemerintah mengajukan rencana ini.

Pertimbangannya antara lain, lambatnya pertumbuhan di sektor properti yang terjadi di beberapa tahun terakhir. Bahkan, sebelum pagebluk COVID-19 menyerang, bisnis di sektor properti sudah lesu. Kondisi makin terpuruk setelah pandemi. Kemudian, otoritas fiskal menilai, pengaturan PPnBM terhadap rumah mewah saat ini berpotensi mendorong adanya praktik penghindaran pajak.

Pemerintah juga beralasan, evaluasi ini dilakukan guna memberikan rekomendasi mengenai format kebjiakan pengenaan pajak yang tepat bagi sektor properti yang tergolong mewah. Pemerintah, melalui BKF Kementerian Keuangan rencananya sudah mulai melakukan persiapan dan penyusunan kerangka kajian pada Januari-April 2021.

Kemudian, pada Mei-Juli 2021, BKF melakukan pengumpulan, pengolahan, dan analisis data. Selanjutnya, di Juli-Oktober 2021, penullisan draf awal dan penyempurnaan hasil kajian diharapkan bisa terlaksana. Dengan demikian, sekitar Oktober-Desember 2021 laporan akhir sudah tersusun dan bisa menyampaikan hasil kajiannya.

Menurut HIMA AE, Setelah rencana penghapusan pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk otomotif bergulir, kini kabar baik kembali menyeruak bagi para pengusaha properti tanah air. Pemerintah saat ini tengah melakukan kajian untuk membebaskan pengenaan PPnBM untuk sektor properti mulai tahun depan. Jika kebijakan ini resmi diberlakukan, maka harga jual rumah baru bisa lebih murah. Pemerintah menurunkan baseline harga kelompok hunian mewah dari Rp 10 miliar untuk apartment dan Rp 20 miliar untuk rumah mewah menjadi sama rata, yakni Rp 30 miliar.

Artinya, produk properti yang nilainya di bawah Rp 30 miliar terbebas dari pengenaan PPnBM. Hanya yang memilki harga di atas Rp 30 miliar saja yang dikenakan PPnBM sebesar 20%.  Rencana penghapusan PPnBM pada sektor properti ini kan menjadi sentimen positif bagi sejumlah emiten properti apabila proyek pemerintah terlaksana.
Sumber : Kontan, Mirae

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Rabu, 30 September 2020 PT. Astra Agro Lestari Tbk (AALI) ditutup menguat sebesar +15,33% pada harga Rp 790. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator MACD, Stochastic dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada indikator MACD, dapat dilihat telah terjadi Golden Cross yang menandakan akan terjadinya Bullish Reversal.

Pada indikator Stochastic, telah terjadi Golden Cross juga yang menandakan akan terjadinya tren naik.

Indikator-indikator tersebut juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 850

Stop Loss        : Rp 710

 

(DISCLAIMER ON)

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *