MENTARI PAGI EDISI 588, SENIN 28 SEPTEMBER 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (25/09/2020) menguat sebesar (+2.12%) ; mengakhiri perdagangan kemarin di level 4945.791. Seluruh sektor mengakhiri perdagangan dengan menghijau tanpa terkecuali.

Pada perdagangan kemarin, sektor Miscellaneous Industry tampil unjuk gigi dengan penguatan sebesar (+4.43%). Tak ingin kalah, sektor Finance pun menjadi sektor dengan penguatan tertinggi kedua yakni sebesar (+3.03%). Sementara sektor Infrastructure, Utilities, and Transportation menjadi sektor yang mengalami penguatan paling tipis yakni sebesar (+0.58%).Penguatan IHSG di akhir pekan lebih disebabkan technical rebound. Selain itu, IHSG juga mengekor pergerakan bursa global dan regional yang juga bergerak ke zona hijau. Sebanyak 11.828 milyar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi sebesar 7.330 triliun. Meskipun demikian, Asing masih tetap saja melakukan aksi jualnya sehingga memperoleh Net Foreign Sell sebesar 829.60 milyar.

Hari ini kami memprediksi IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah. Hal ini disebabkan oleh IHSG yang masih berada dalam tren penurunan. IHSG pun masih tertekan oleh kasus COVID-19 yang masih meningkat serta masih terkena imbas dari skandal FinCEN pada pekan lalu. Selain itu jika dilihat dari sisi teknikal, pada Relative Strenght Index (RSI) terlihat bahwa kekuatan pasar mulai merangkak naik menuju level 50, namun bisa saja hari ini pasar mengalami pelemahan. Pada EMA (Exponential Moving Average) pun belum terjadi golden crossing yang dapat menguatkan kemungkinan terjadinya penguatan untuk hari ini.

Berita ekonomi 

Berita Vaksin Covid-19 Bikin Investor Optimis, Transaksi Saham Menggeliat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat sebesar 103,03 poin atau naik 2,13% ke level 4.945,79 pada perdagangan Jumat (25/9). Sebelumnya, IHSG bergerak melemah dalam empat hari perdagangan berturut-urut.

Muhammad Nafan Aji Gusta Utama Analis Binaartha Sekuritas mengatakan, sikap positif Badan Kesehatan Dunia alias World Health Organization (WHO) terhadap perkembangan penelitian vaksin Covid-19 dari berbagai perusahaan farmasi di Tiongkok mengangkat pergerakan IHSG. “Hal ini membuat market optimistis dan mengapresiasi perkembangan positif tersebut,” kata Nafan, Jumat (25/9). Ia mengatakan pemulihan pasar yang tergambar dari tren kenaikan IHSG memang menjadi salah satu motor transaksi broker sepanjang Agustus. Namun, hal tersebut juga didasari oleh euforia investor terhadap perkembangan vaksin. “Orang melihat ini lumayan positif nih berita mengenai vaksin Covid-19. Di dunia, di Indonesia juga,” katanya kepada Bisnis, Senin (31/8/2020)

Menurut Hima AE, pembuatan vaksin semakin membuat pelaku pasar optimistis bahwa ekonomi akan benar-benar menuju pemulihan. Pasalnya, vaksin dianggap sebagai pendukung utama kebangkitan berbagai aktivitas penunjang ekonomi.

Meskipun demikian, optimisme itu masih dibayangi oleh jumlah kasus positif Covid-19 yang tak juga melandai di Indonesia, khususnya di Jakarta sebagai ibu kota dan pusat perekonomian.  penanganan dari sisi medis ini sangat mendesak agar Indonesia memiliki kurun waktu (time frame) yang sama dengan negara lain dalam hal pemulihan, yang mana banyak negara telah berhasil menekan jumlah kasus Covid-19 di wilayahnya.

Dari sisi investor, kami menilai saat ini transaksi masih didominasi ritel karena investor institusi umumnya cenderung masih wait and see untuk menilai perkembangan yang terjadi, termasuk mengenai kasus Covid-19. Ada hal yang perlu diwaspadai dari investor ritel karena umumnya mereka bukan investor jangka panjang, sehingga potensi untuk profit taking ketika penguatan indeks terus terjadi cukup besar.

Sumber : Kontan, Bisnis

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Jum’at, 25 September 2020 PT. Kalbe Farma Tbk (KLBF) ditutup menguat sebesar +4,29% pada harga Rp 1.580. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator MA5, Parabolic SAR, dan Volume MA (20) yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Pada perdagangan terakhir dapat dilihat bahwa pergerakan harga saham KLBF berhasil mem-breakout garis MA5. Hal tersebut mengindikasikan adanya potensi pembalikan arah (reversal) dari bearish trend (short term) menjadi bullish trend (short term) pada saham KLBF. Sama halnya dengan indikator Parabolic SAR yang juga menunjukkan sinyal bahwa tren pergerakan harga saham KLBF dalam posisi tren bullish.

Indikator-indikator di atas juga diperkuat dengan Volume perdagangan yang didominasi oleh aksi beli (Buy). Selain itu, level Volume perdagangan kemarin berada di atas rata-rata pergerakan volume selama 20 hari (Volume MA20).

Recommendation: Buy

Target Price     : Rp 1.675

Stop Loss        : Rp 1.530

 

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *