MENTARI PAGI EDISI 575, RABU 22 JANUARI 2020

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Selasa (22/01/20) Indeks Harga Saham Gabungan melemah (0.11%) pada level 6,238.153 atau (6,89) poin. Tercatat 11,117,413,192 saham yang diperdagangkan di bursa dengan total nilai Rp.6,098,189,518,884. Asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) diseluruh pasar Rp.442,99 miliyar.

Hanya 3 sektor yang mengalami kenaikan yaitu Miscellaneous Industry  0.09%, Infrastructure 1.04% dan Finance 0.16%, sisanya turun yaitu Property & Real Estate (1.17%), Agriculture (1.98%), dan Consumer Goods Industry (5.53%) dan lainnya.

Hari ini kami prediksi IHSG akan melemah secara jangka penek mengingat turunnya nilai transaksi ini menandakan gairah pelaku pasar terhadap pasar cenderung melemah. Sementara jika dilihat dari teknikal IHSG masih bergerak dibawah indikator Moving Average dalam 5 hari sehingga cenderung bearish untuk jangka pendek. Potensi koreksi tersebut diperkuat oleh indikator RSI yang belum menyentuh level jualnya/Oversold.

BERITA EKONOMI

Penyebaran virus misterius China mengerem penurunan harga emas

Harga emas hari ini turun, menjauh dari level tertinggi, karena dolar Amerika Serikat (AS) semakin mantap di dekat posisi tertinggi dalam satu bulan terakhir, tapi, kekhawatiran terhadap kejatuhan ekonomi akibat penyebaran virus corona baru yang mematikan di China menumpulkan sentimen risiko dan menjaga harga emas di atas level US$ 1.550 per ons troi.

Mengacu Bloomberg pukul 19.17 WIB, harga emas di pasar spot turun 0,24% jadi US$ 1.556,99 per ons troi, setelah mencapai level tertinggi sejak 8 Januari di US$ 1.568,35 pada awal sesi. Harga emas berjangka AS juga turun 0,24% ke posisi US$ 1.556,60.

Dolar negeri uak Sam bertahan di dekat level tertinggi dalam hampir sebulan, membuat emas menjadi mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Wabah virus corona yang dimulai di pusat Kota Wuhan, China mengirim rasa takut ke pasar keuangan, ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengadakan pertemuan pada Rabu (22/1) untuk mempertimbangkan pernyataan darurat kesehatan internasional. Emas dianggap sebagai aset yang aman selama masa ketidakpastian keuangan dan geopolitik.

China akan merayakan Tahun Baru Imlek akhir pekan ini.

Konsumsi emas batangan China turun untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir pada 2019 lalu mengacu angka yang asosiasi emas China rilis pada Selasa (21/1). Penyebabnya, harga yang tinggi dan perlambatan ekonomi memukul pembelian di pasar emas terbesar di dunia itu.

Pasar juga mengawasi perkembangan di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dan menunggu pertemuan kebijakan pertama Bank Sentral Eropa (ECB) tahun ini.

Menurut HIMA AE, dikutip dari harian Kompas jenis virus yang menyebabkan wabah pneumonia di Kota Wuhan sebagai virus corona (corona jenis baru) Kasus-kasus mewabahnya virus corona telah terkonfirmasi di Beijing, Shanghai, dan Guangdong. Kondisi ini semakin menambah kekhawatiran saat libur tahun baru Imlek, yaitu saat lebih dari 400 juta orang akan melakukan perjalanan domestik maupun internasional. Banyak kekhawatiran yang dirasakan oleh berbagai pihak tidak terkecuali dengan investor, pasalnya virus ini dapat menyebar, dan tidak menutup kemungkinan menyebar ke luar China. Melihat kondisi ini investor cenderung wait and see, dan menunggu langkah yang diambil oleh Pemerintah China, WHO, dan berbagai pihak terkait untuk menekan penyebaran virus ini. Ketika di saat seperti ini emas sebagai safe haven, diburu oleh para investor, karena sebagai logam mulia, yang diminati berbagai kalangan dengan pergerakan harga yang stabil.

Sources : Kontan, Kompas, CNBC

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan hari Selasa, 21 Januari 2020 PT. United Tractors Tbk (UNTR) ditutup melemah sebesar -1,98% pada harga Rp21.075. Jika dilihat dari Analisa Teknikal, pada perdagangan kemarin UNTR membentuk candle Bearish Belt Hold. Hal ini juga didukung oleh Indikator MACD, Parabolic SAR dan Volume yang memiliki kolerasi positif terhadap pelemahan saham tersebut

Rekomendasi: Sell

Target Price Sell: Rp21.075-20.750

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *