MENTARI PAGI EDISI 574, SELASA 21 JANUARI 2020

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Senin (21/01/20) Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0.741% pada level 6,245.043 atau 46.614 poin . Tercatat 7.924 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 6.600 triliun. Asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) diseluruh pasar Rp 370.17 miliar.

Semua sektor terkoreksi, pelemahan paling signifikan yakni sektor mining (-1.73%) dan sektor agrikultur (-1.40%).

Hari ini kami prediksi IHSG akan menguji level supportnya pada 6.225. Minimnya katalis positif dipasar membuat banyak investor melakukan aksi profit taking. Rilis angka kredit perbankan oleh BI, penjualan dalam negeri yang mengalami penurunan, dan penyaluran kredit yang hanya tumbuh 6,08% membuat IHSG tak ada dorongan melaju ke zona hijau.  Sementara jika dilihat dari teknikal IHSG mulai dbayangi pelemahan seiring terbentuknya pola bearish engulfing dan bergerak dibawah rata-rata nilainya dalam 5 hari (MA5) yang berarti IHSG cenderung bearish dalam jangka pendek.

BERITA EKONOMI

Omnibus Law Dukung Hilirisasi Batubara dan Mineral

RUU Omnibus minerba memuat pemberian insentif bagi perusahaan yang melakukan hilirisasi berupa tidak dikenakannya DMO, royalti batubara 0%, dan pemberian jangka waktu izin selama umur tambang. Kementrian ESDM memberikan insentif untuk mendorong realisasi program hilirisasi batubara dalam bentuk gasifikasi, khususnya Dimethylether (DME). Pembahasan insentif ini masih dalam pembahasan dan diperkirakan akan rampung pada semester pertama tahun ini.

Menurut Hima AE, RUU Omnibus Law minerba dapat menjadi pendorong harga saham  perusahaan pertambangan  khususnya perusahaan batubara yang melakukan gasifikasi menjadi produk berupa dimethylether (DME) yang merupakan produk  substitusi Liquifued Natural Gas (LPG). Emiten yang  mulai  berncang-ancang melakukan  gasifikasi ke DME antara lain adalah PT Bukit Asam (PTBA). PTBA telah memulai proses pembangunan infrastruktur gasifikasi di tambang Tanjung Enim yang bekerja sama dengan Pertamina sebagai offtaker. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada 2024. Jika proyek gasifikasi ini terwujud, impor LPG dapat ditekan sehingga mengurangi defisit transaksi berjalan.

Sumber : Kontan, CNBC Indonesia

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Senin, 20 Januari 2020 PT. Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) ditutup menguat sebesar +2,94% pada harga 1745. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin saham MNCN membentuk Bullish Belt Hold Candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan yang berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5, Stochastic, dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : BUY

Target Price : 1800

Stop Loss : 1690

(Disclaimer On)

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *