MENTARI PAGI EDISI 572, JUMAT 17 JANUARI 2020

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Kamis (16/01/20) Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0.043% pada level 6,286.048 atau naik 2.683 poin . Tercatat 7.467 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 7.459 triliun. Asing mencatat pembelian bersih (net foreign buy) diseluruh pasar Rp 100.05 miliar.

Terdapat enam sektor menguat, sementara empat sektor lainnya melemah. Sektor agriculture memimpin penguatan (+1.48%) disusul sektor trade,service and investment (+1.09%). Pelemahan paling signifikan yakni sektor miscellaneous industry (-0.88%) dan sektor infrastructure,utilities and transportation (-0.49%).

Ketegangan antara AS-China untuk sementara yang sudah mereda. Pasalnya kedua negara telah menandatangani perjanjian damai dagang fase I membuat perbaikan kondisi global. Sementara jika dilihat dari teknikal posisi IHSG dibawah rata-rata selama lima hari terakhir (moving average/MA5). Potensi penguatan pada hari ini masih terbuka dengan potensi menguji level psikologis 6.300, hal ini didasarkan tren jangka menengahnya yang masih naik.

BERITA EKONOMI

Data Penjualan Ritel AS Naik Tiga Bulan Berturut-turut

Penjualan ritel AS Desember 2019 meningkat 0,3% dari bulan sebelumnya dan melonjak 5,8% dibanding Desember 2018. Kenaikan ini mengikuti pertumuhan pada bulan November 2019 sebesar 0,3%. Sementara itu, data pengeluaran konsumen AS yang menyumbang dua pertiga kegiatan ekonomi AS tumbuh 3,2% pada kuartal ketiga 2019 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, pengeluaran konsumen diperkirakan melambat pada pada kuartal keempat 2019, dan pertumbuhan ekonomi diperkirakan tumbuh 2,5% seiring dengan menurunnya impor yang menekan defisit perdagangan.

Menurut Hima AE, data penjualan ritel AS turut andil dalam kenaikan indeks S&P, Dow Jones dan aNasdaq yang menembus rekor tertinggi. Data penjualan ritel yang menjadi indikator daya beli masyarakat yang menjadi penggerak ekonomi menambah optimisme pasar setelah mulai damainya hubungan AS-China. China setuju untuk membeli produk dan jasa AS senilai USD 200 Milyar selama dua tahun ke depan. Sebaliknya AS setuju untuk menurunkan tarif USD 120 Milyar produk China dari 15% ke 7,5%.

Sumber : Kontan

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Kamis, 16 Januari 2020 PT. Surya Citra Media Tbk. (SCMA) ditutup menguat sebesar +8,59% pada harga 1580. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin saham SCMA membentuk Bullish Belt Hold Candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan yang berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5, Stochastic, dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : BUY

Target Price : 1630

Stop Loss : 1530

(Disclaimer On)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *