MENTARI PAGI EDISI 568, SENIN 13 JANUARI 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (10/01/20) ditutup menguat ke level 6,274.941 (+0.448%). Lima sektor mengalami penguatan, dan lima sektor lainnya mengalami pelemahan. Sektor mining memimpin penguatan (+1.54%) disusul sektor trade,service and investment (+0.54%) sementara sektor yang mengalami pelemahan signifikan dari sektor basic industry and chemicals (-0.70%) kemudian diikuti oleh sektor agriculture (-0.59%). Tercatat 13.141 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 6.315 triliun. Asing mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) dikeseluruhan pasar mencapai Rp 76.28 milyar.

Pada perdagangan hari ini kami memprediksi IHSG kembali melanjutkan kenaikan jangka pendeknya seiring meredanya tensi AS-Iran dan menyusul penandatanganan kesepakatan fase 1 yang memberikan sedikit kelegaan bagi para pelaku pasar. Selain itu defisit neraca perdagangan RI diperkirakan akan membaik dari bulan sebelumnya yang mengalami defisit US$ 1,33 milyar. Jika dilihat dari sisi teknikal, IHSG masih akan mengalami penguatan meski terbatas didukung oleh indikator RSI yang berfluktuatif dan moving average (MA 5) yang masih berada di level uptrend memberikan sinyal positif.

BERITA EKONOMI

BI Catat Kenaikan Indeks Penjualan Ritel Naik 0,9 poin

Indeks Penjualan Ritel (IPR) November 2019 naik 0,9 poin ke 216,6 dari bulan sebelumnya. Angka ini tumbuh 1,3% dibanding tahun sebelumnya namun lebih kecil dibanding pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 3,6% yoy. BI mencatat penurunan pada beberapa komponen seperti bahan bakar kendaraan, peralatan informasi dan komunikasi, peralatan rekreasi serta sandang. Pertumbuhan IPR Desember juga diperkirakan melambat. Perlambatan diprediksi karena konsumen lebih banyak membelanjakan uangnya untuk perjalanan akhir tahun.

Menurut Hima AE, data penjualan ritel berguna untuk melihat kondisi ekonomi khususnya dari sisi seberapa kuat permintaan konsumen atau untuk mengukur daya beli. Permintaan konsumen yang dapat digunakan untuk melihat laju perputaran ekonomi dinilai masih berada di area positif. Ini dapat pula dilihat dari inflasi sepanjang 2019 yang berada di level 2,72% yang merupakan angka terendah sejak 1999. Angka yang rendah ini lebih disebankan oleh administrated price atau barang barang yang harganya diatur pemerintah. Namun, apabila melihat dari sisi inflasi inti, terdapat perlambatan dari 3,07% pada 2018 ke 3,02% pada 2019.

Sumber: Kontan, CNBC Indonesia

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Jumat, 10 Januari 2020 PT. Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) ditutup menguat sebesar +1,70% pada harga 895. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin saham MEDC membentuk Hanging Man Candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan yang berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5, Stochastic, dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : BUY

Target Price : 940

Stop Loss : 850

(Disclaimer On)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *