MENTARI PAGI EDISI 566, KAMIS 9 JANUARI 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, (08/01/20) anjlok, dengan koreksi sebesar melemah 0.85%, mengakhiri perdagangan kemarin di level 6225.687. Hanya satu sektor yang mampu bertahan dizona hijau sementara sembilan sektor lainnya melemah.

Sektor mining menguat (+0.19%) pada perdangan kemarin sedangkan sektor dengan pelemahan paling signifikan yaitu sektor basic industry and chemicals (-2.15%) Perdagangan kemarin tercatat 8.820 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 6.687 triliun. Asing juga mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) dikeseluruhan pasar mencapai 7.81 milyar.

Hari ini kami prediksi IHSG berpotensi mengalami pelemahan karena kondisi perpolitikan global yang memanas. Serangan balasan yang dilakukan Iran atas kematian Jenderal Qassem ke pangkalan militer gabungan AS-Irak membuat investor khawatir sehingga cenderung wait and see. Sementara jika dilihat dari teknikal IHSG menunjukkan tanda-tanda kembali terkoreksi pada hari ini seiring dengan harganya yang bergerak dibawah rata-ratanya selama lima hari terakhir (moving average/MA5). Potensi penurunannya masih cukup terbuka mengingat didukung indikator MACD yang mulai membentuk deadcross dan stochastic yang sudah menyentuh level jenuh beli (overbought).

 

BERITA EKONOMI

Indonesia Bayar Bunga Utang Rp 275,5 Triliun

Realisasi pembayaran bunga utang Indonesia sepanjang 2019 sebesar Rp 275, Triliun tumbuh sebesar 6,8% yoy. Lebih lambat jika dibandingkan pertumbuhan tahun lalu sebesar 19,1%· Penurunan ini seiring dengan tren penurunan suku bunga global yang berdampak pada penurunan yield Surat Utang Negara (SUN). Faktor lain yang berdampak pada penurunan yield adalah credit rating yang menambah kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi domestik.

Menurut Hima AE, penurunan yield dapat menghemat anggaran untuk pembayaran bunga utang. Tren penurunan suku bunga juga dapat menjadi momentum untuk menambah pembiayaan bersifat utang. Kondisi perekonomian dan sentimen politik dalam negeri yang kondusif diharapkan dapat meningkatkan rating utang Indonesia yang juga akan menurunkan yield sehingga pembiayaan utang akan semakin murah.

Sumber : Kontan.co.id

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Rabu, 8 Januari 2020 PT. Timah Tbk. (TINS) ditutup menguat sebesar +5,91% pada harga 895. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin saham TINS membentuk Bullish Belt Hold Candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan yang berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5, Stochastic, dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : BUY

Target Price : 940

Stop Loss : 850

(Disclaimer On)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *