MENTARI PAGI EDISI 564, SELASA 7 JANUARI 2020

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, (06/01/20) anjlok, dengan koreksi sebesar melemah 1.04%, mengakhiri perdagangan kemarin di level 6257.403. Hanya satu sektor yang mampu bertahan dizona hijau sementara sembilan sektor lainnya melemah.

Sektor mining menguat (+0.68%) pada perdangan kemarin sedangkan sektor dengan pelemahan paling signifikan yaitu sektor basic industry and chemicals (-2.87%) disusul sektor miscellaneous industry (-2.58%). Perdagangan kemarin tercatat 6.415 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 5.119 triliun. Asing juga mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) dikeseluruhan pasar mencapai 102.15 milyar.

Hari ini kami prediksi IHSG berpotensi mengalami pelemahan karena kondisi perpolitikan secara global yang memanas antara AS dengan Iran. Sementara jika dilihat dari teknikal IHSG menunjukkan tanda-tanda kembali terkoreksi pada esok hari seiring dengan harganya yang bergerak dibawah rata-ratanya selama lima hari terakhir (moving average/MA5). Potensi penurunannya masih cukup terbuka mengingat level jenuh beli (overbought) sudah tersentuh menurut indikator stochastic.

BERITA EKONOMI

Shortfall Pajak di Tahun 2019 Bisa Jadi yang Terbesar Selama Pemerintahan Jokowi

Mengutip seorang sumber di Kementerian Keuangan (Kemkeu), realisasi penerimaan pajak pada tahun 2019 hanya Rp 1.319,66 triliun. setara 83,65% dari target yang dipasang pemerintah, yaitu Rp 1.577,6 triliun. Memang, nilai penerimaan pajak ini masih bersifat sementara dan bisa berubah. Namun perubahan diperkirakan tak akan terlalu besar.

Jika menggunakan angka penerimaan sementara itu, berarti ada selisih kekurangan alias shortfall penerimaan pajak 2019 sebesar Rp 257,94 triliun. Shortfall tersebut merupakan yang terbesar sepanjang pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Seretnya penerimaan pajak 2019 lantaran kondisi perekonomian global yang lesu sehingga membuat harga komoditas melemah. Walhasil penerimaan pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN) menyusut drastis. Ditambah lagi, pengembalian alias restitusi pajak masih tinggi. Pemerintah mencatat, nilai restitusi sepanjang Januari – November 2019 mencapai Rp 139 triliun atau naik, 22,3% year on year (yoy).

Menurut HIMA AE, shortfall penerimaan pajak juga salah satu dampak dari melambatnya perekonomian global. Sepanjang tahun 2019 kondisi global menekan roda ekonomi Indonesia diikuti dengan adanya berbagai faktor dalam negri lain. Ini tercermin dari performa IHSG selama satu tahun yang hanya bertumbuh hampir 0%. Akibat dari shortfall ini adalh pemerintah akan berhutang lebih banyak untuk menutupi selisih pengeluaran dan pendapatan pemerintah yang berpotensi menaikkan tingkat bunga riil, sehingga korporasi harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk kebutuhan pendanaan.

Sumber : Kontan.co.id

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Senin, 6 Januari 2020 PT. Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) ditutup menguat sebesar +1,28% pada harga 1185. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin saham MDKA membentuk Inverted Hammer Candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan yang berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5, Stochastic, dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : BUY

Target Price : 1250

Stop Loss : 1120

(Disclaimer On)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *