MENTARI PAGI EDISI 563, SENIN 6 JANUARI 2020

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan jumat (3/01/20) Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0.63% pada level 6323.466 atau 39.885 poin . Dicatat 8.03 miliar

saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 5.73 triliun. Asing mencatat pembelian bersih Rp 409,53 miliar di seluruh pasar. Hampir semua sektor mengalami penguatan dengan sektor yang penguatan paling signifikan yakni Sektor industri dasar menguat 1,31%, Sektor infrastruktur menguat 1,23%, dan Sektor manufaktur menguat 1%. Sedangkan hanya ada satu sektor yang mengalami pelemahan yakni Sektor perdagangan dan jasa melemah 0,53%.

Jika dilihat dari segi teknikal, IHSG hari ini masih akan melanjutkan penguatannya pada rance support dan resistance 6300-6325 nampak pada indikator Relative Strength Index (RSI) belum menyentuh titik overbought dan juga indikator Moving Average10/15 menunjukan bahwa harga masih bergerak diatas rata-rata level.

BERITA EKONOMI

Masih punya sisa saham treasury, begini rencana Bukit Asam (PTBA)

Perusahaan batu bara PT Bukit Asam Tbk. memiliki saham treasury yang akan jatuh tempo pada Desember 2021. Jumlah saham treasury yang masih dipegang perusahaan berkode emiten PTBA itu sebanyak 330,29 juta lembar atau setara 2,87% dari seluruh total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Berdasar keterangan Suherman, Sekertaris Perusahaan PTBA akan mengalihkan saham treasury tersebut sebelum waktu jatuh tempo dengan cara private placement. Sebagian saham treasury juga akan dialokasikan untuk Management Employee Stocks Ownership Program (MESOP) atau Employee Stocks Ownership Program (ESOP).

Berdasar keterbukaan informasi PTBA melakukan tiga kali pembelian saham kembali atau buyback pada periode 2012 hingga 2015, sehingga total saham treasury PTBA mencapai 980,28 juta lembar.

Adapun jumlah saham treasury yang telah dialihkan sejauh ini sebanyak 649,98 juta lembar. Rinciannya, pada 2 April 2019 sebanyak 63,17 juta lembar. Disusul 490,72 juta lembar pada 8 Mei 2019. Terakhir pada 4 Desember 2019 sebanyak 96,09 juta lembar. Pada pengalihan saham treasury yang terakhir, perusahaan memilih mekanisme penjualan di luar bursa atau private placement.

Harga penjualan dipatok Rp 2.500 per saham, dengan demikian dana yang diperoleh dari private placement ini mencapai Rp 240,23 miliar.  Saham tersebut diserap oleh PT BNI Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas. Asal tahu saja, dari pengalihan saham treasury sejauh ini, PTBA telah mengantongi dana hingga Rp 2,17 triliun.

Menurut HIMA AE, terdapat beberapa tujuan perseroan melakukan private placement, yakni antara lain menambah modal perusahaan yang dapat digunakan untuk ekspansi, membayar utang atau pembiayaan operasional perusahaan dan juga merekrut investor strategis yang dapat membantu jalan dan perkembangan perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan Q3 2019 PTBA (Dinyatakan Dalam Jutaan Rupiah) memiliki jumlah asset sebesar 25,231,141 meningkat 1.04% pada Q3 2018. Sementara jumlah Liabilitas 7,896,894 lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni 7,903,237 dan laba bersih perseroan sebesar 3,125,081. Untuk tahun 2020 PTBA menargetkan produksi batu bara sebesar 30 juta ton.

 

Sources : Kontan, CNBC, PTBA

REKOMENDASI SAHAM 

Pada perdagangan Jumat, 03 Januari 2020 PT. Kalbe Farma (KLBF) ditutup menguat sebesar +1,24% pada harga Rp1.635. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Parabolic SAR, Stoch dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : Buy

Target Price : Rp1.720

Stop Loss      : Rp1.586

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *