MENTARI PAGI EDISI 559, SELASA 17 DESEMBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Senin (16/12/19) Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0.23% pada level 6211.592 atau 14.274 poin . Dicatat 9.24 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 8.09 triliun. Asing mencatat pembelian bersih (Net Foreign Sell) Rp 69,22 miliar di seluruh pasar dan (Net Foreign Buy) Rp 191,2 miliar. Sektor yang menopang kenaikan IHSG yakni ada Tujuh Sektor dengan sektor yang mengalami kenaikan cukup signifikan yaitu Sektor aneka industri menguat 1,52%, Sektor perdagangan menguat 1,01%, dan Sektor keuangan menguat 0,36%. Sedangkan tiga sektor lainnya melemah, yakni Sektor industri dasar melemah 0,81%, Sektor perkebunan melemah 0,72%, dan Sektor tambang melemah 0,19%.

Jika dilihat dari segi Teknikal, diperkirakan IHSG hari ini masih akan melanjutkan penguatannya pada rance support dan resistence 6220-6185, dapat dilihat IHSG menunjukan berada diposisi uptrend, pada indikator Moving Average 10/15 menunjukan bahwa IHSG berada diatas garis nilai rata-rata, serta indikator Relative Strength Index (RSI) belum berada di area overbought. sentimen positif domestik datang dari aksi window dressing yang biasanya terjadi diakhir tahun.

BERITA EKONOMI

PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) mencatatkan kinerja yang kurang memuaskan hingga kuartal ketiga 2019. PTSN mencatatkan pertumbuhan pendapatan, akan tetapi tidak diiringi dengan peningkatan laba bersihnya.

Berdasar laporan keuangan PTSN, per September 2019 perusahaan yang merakit berbagai telepon genggam bermerek itu mencatatkan pendapatan sebesar US$ 271,04 juta, naik 16,08% secara year on year (yoy) dari sebelumnya US$ 233,48 juta. Pendapatan industri berkontribusi paling besar US$ 47,65 juta.

Sementara pendapatan jasa perakitan menurun menjadi US$10,09 juta. Penurunan ini terjadi karena menurunnya order smartphone dalam negeri.

Lesunya penjualan smartphone dalam negeri juga menjadi pemberat bagi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Tercatat, pos tersebut terkoreksi cukup dalam 80,54% secara year on year (yoy) menjadi US$ 2,06 juta. Penurunan penjualan smartphone menyebabkan penurunan pada utilisasi kapasitas terpasang.

Asal tahu saja, angka produksi smartphone PTSN per September 2019 tercatat 3,60 juta unit, turun 55% dari periode yang sama tahun sebelumnya berjumlah 8,09 juta unit. Angka produksi smartphone hanya akan menyentuh angka 4,65 juta unit hingga tutup tahun. Padahal akhir tahun lalu tercatat 11,28 juta unit smartphone diproduksi.

Kondisi di atas menyebabkan PTSN tidak berharap besar terhadap penjualannya hingga akhir tahun nanti. Adapun akhir tahun 2018, penjualan PTSN mencapai US$ 384 juta.

Menurut HIMA AE, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan penjualan smartphone lesu di tahun 2019, baik di Indonesia, yakni tahun politik, penjualan produk ilegal, melambatnya pertumbuhan ekonomi china. Pemilu yang dilakukan beberapa waktu yang lalu, membuat para investor wait and see terhadap isu politik yang ada di Indonesia, sehingga terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi. Penjualan produk ilegal, seperti barang replika dan tiruan, juga menghambat penjualan smartphone berbagai vendor. Lesunya penjualan smartphone juga terjadi di negeri tirai bambu, akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi sebab perang dagang antara AS dan China

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Senin, 16 Desember 2019 PT Harum Energy Tbk. (HRUM) ditutup menguat sebesar +0,76% pada harga 1320. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin saham HRUM membentuk Inverted Hammer Candle yang mengindikasikan adanya potensi pembalikan arah dan penguatan yang berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5, Stochastic, dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : BUY

Target Price : 1380

Stop Loss : 1260

(Disclaimer On)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *