MENTARI PAGI EDISI 558, SENIN 16 DESEMBER 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, (09/12/19) ditutup menguat 0.94%, mengakhiri perdagangan kemarin di level 6.197,318. Hanya satu sektor yang terkapar dizona merah sementara sembilan sektor lainnya bertahan dizona hijau.

Sektor miscellaneous industry (+3.66%) memimpin penguatan perdangan kemarin disusul sektor mining (+1.78%) sedangkan sektor dengan pelemahan paling signifikan yaitu property, real estate and building construction (-0.39%). Perdagangan kemarin tercatat 9.792 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 8.388 triliun. Asing juga mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) dikeseluruhan pasar mencapai 62.11 milyar.

Hari ini kami prediksi IHSG berpotensi mengalami penguatan terkait berita positif yang datang dari AS-China yang telah menyepakati syarat-syarat perjanjian perdagangan fase pertama dengan menunda kenaikan tarif bea impor. Selain itu keputusan The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga acuannya menghilangkan kekhawatiran pasar keuangan untuk tidak mengulangi kesalahan yang menetapkan kebijakan moneter secara prematur . Jika dilihat secara teknikal IHSG masih menunjukkan tanda-tanda menguat karena masih bergerak diatas rata-rata harganya dalam lima hari terakhir (MA5) dengan peluang ke level support 6139 dan resisten di level 6210.

BERITA EKONOMI

Realisasi Penerimaan Pajak 2019 Meleset dari Target

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan negara dari sisi pajak masih sangat jauh dari target. Padahal, saat ini sudah masuk bulan terakhir di tahun 2019.
Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo memaparkan, hingga 10 Desember 2019 penerimaan pajak baru mencapai Rp 1.136 triliun. Realisasi ini baru mencapai 72% dari target di APBN 2019 yang sebesar Rp 1.577,56 triliun. Ada selisih senilai Rp 441,56 triliun yang harus dikejar jika ingin realisasi penerimaan pajak sesuai dengan target yang dicanangkan di APBN.

Lesunya penerimaan pajak menurutnya dikarenakan perekonomian global yang tak menentu hingga perang dagang yang belum menemukan titik temu yang positif memberikan tekanan ke iklim usaha di dalam negeri. Akibatnya pendapatan dari perusahaan menurun sehingga pajak penghasilan yang disetorkan ke negara pun ikut menurun. Hingga akhir Oktober 2019, penerimaan PPh hanya naik tipis 2,15% secara tahunan menjadi Rp 605,9 triliun.

Selain dipengaruhi kondisi eksternal, melempemnya penerimaan pajak juga dipengaruhi kebijakan restitusi atau pengembalian pajak yang dipercepat. Sepanjang Januari–Oktober 2019, restitusi pajak mencapai Rp 133 triliun atau naik 12,4% dari periode serupa tahun lalu.

Menurut Hima AE, kondisi perekonomian dunia yang dianggap masih akan lesu tahundepan masih akan menghambat perdagangan global yang akan mempengaruhi penerimaan pajak, juga kebijakan pemerintah dalam insentif pajak omnibus law yang akan di bahas di 2020 juga akan banyak mengurangi pendapatan pemerintah jika jadi terealisasikan karena adanya pemangkasan PPh Badan dari 25% menjadi 22% dan juga pembebasan PPh Deviden kepada wajib pajak badan dalam negeri yang memiliki kepemilikan lebih dari 25%.

Akibatnya untuk tetap dapat menggencar pembangunan pemerintah mungkinakan menambah utang lebih dalam di tahun depan, hal ini dapat menjadi sentimen negative pasar ke depan karena masih tinggi nya kepemilikan asing pada surat utang negara menjadikan k etahanan rupiah menjadi lemah terhadap dolar saat jatuh tempo pembayaran atau ketika pelaku pasar asing melakukan aksi jual terhadap produk investasi dalam negeri.

Sumber: KONTAN, CNBC INDONESIA

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Jumat,13 Desember 2019 PT. Astra International Tbk (ASII) ditutup menguat sebesar+4,58% pada harga Rp 6.850. Jika dilihat dari AnalisisTeknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Bolingger Band, MACD dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : Buy

Target Price :Rp7.000

Stop Loss : Rp6.750

(DISCLAIMER ON)

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *