MENTARI PAGI EDISI 557, JUMAT 13 DESEMBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Kamis (12/12/19) Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0.66% pada level 6139.397 atau 40.702 poin . Dicatat 13.91 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 9.16 triliun. Asing mencatat pembelian bersih (Net Foreign Sell) Rp. 166,16 miliar diseluruh pasar. Semua sektor serentak mengalami pelemahan dengan sektor yang pelemahannya cukup signifikan yakni Sektor Properti melemah 1.53%, Sektor Infrastruktur melemah 1.32%, dan Sektor Konsumer melemah 1,21%

 

Jika dilihat dari segi Teknikal, diperkirakan IHSG hari ini masih akan melanjutkan pelemahannya pada rance level support dan resistance 6120-6160, Nampak juga pada indikator Stochastic yang sudah berada diarea overbought dan indikator MA10/15 pergerakan harga berada diatas garis MA. Minimnya sentimen positif yang tidak mampu menopang pergerakan IHSG hari ini membuat para pelaku pasar cenderung wait and see.

 

BERITA EKONOMI

Sepanjang 2019 sudah ada 52 emiten yang melantai di BEI, seperti apa prospeknya?

Sepanjang tahun 2019, sudah ada 52 emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, ada satu perusahaan yang akan melepas emisinya yang cukup besar di sisa tahun ini yaitu PT Uni-charm Indonesia Tbk.

Perusahaan produsen pembalut tersebut membidik dana sekitar Rp 1,25 triliun. Lalu, di tahun depan sudah ada PT Perintis Triniti Properti Tbk juga mengantre untuk melantai.

PT Uni-charm Tbk menjadi perusahaan yang melepas saham dengan nilai yang terbesar.  Sisanya, bursa dipenuhi dengan emisi kecil. Bahkan hanya ada 21 emiten dengan emisi dikisaran Rp 300 miliar – Rp 800 miliar.

Selain dipenuhi dengan emisi kecil, BEI juga mencatat ada empat perusahaan yang baru saja melantai, tapi sudah masuk saham gocap. Empat saham tersebut antara lain PT Hotel Fitra International Tbk (FITT), PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI), PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) dan PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (BAPI).

Melihat hal itu,  Head of Capital Market Research Infovesta Wawan Hendrayana mengatakan bahwa sejak dua tahun ke belakang otoritas bursa memang cenderung melakukan relaksasi. Menurutnya ada kecenderungan BEI meloloskan emiten yang fundamentalnya belum terlalu bagus.

Dengan kecenderungan itu, Wawan menilai PT Uni-charm Indonesia Tbk menjadi emiten yang bagus untuk dibeli pada saat IPO sekaligus bisa menjadi tolok ukur untuk memilih saham yang baru melantai.

Pertama, brand image Uni-charm Indonesia sudah cukup baik. Kedua, dengan kisaran price earning ratio 12,4 kali – 16 kali, Wawan menilai harganya cukup murah. Pasalnya sektor barang consumer biasanya memiliki PER mencapai 20 kali.

Namun, lanjut Wawan, pilihan saham IPO tetap harus disesuaikan dengan profil investor. Menurutnya, ada investor yang memang senang berspekulasi jangka pendek. Investor dengan tipe seperti itu biasanya justru mengincar saham berusia muda karena sudah mengetahui risikonya.

Menurut HIMA AE, diperlukan kemampuan membaca pasar dengan baik, bagi investor yang ingin mengoleksi saham saham yang baru IPO, baik itu dengan analisa teknikal maupun fundamental. Dengan analisa teknikal kita memantau pergerakan harga, sedangkan analisa fundamental memantau faktor-faktor di luar harga itu sendiri yang dinilai bisa mempengaruhi pergerakannya.

Source : Kontan

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Kamis, 12 Desember 2019 PT. Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) ditutup menguat sebesar -0,13% pada harga Rp19.500. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin mengalami pelemahan, hal ini juga didukung indikator Parabolic SAR, MACD dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap pelemahan saham tersebut.

Recommendation : Sell

Target Sell : 19.500-18.500

(DISCLAIMER ON)

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *