MENTARI PAGI EDISI 555, RABU 11 DESEMBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Selasa (10/12/19) Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0.17% pada level 6183.505 atau 10.287 poin . Dicatat 10.03 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 6.69 triliun. Asing mencatat penjualan bersih (Net Foreign Sell) Rp 305,58 miliar di seluruh pasar. Delapan sektor mengalami pelemahan dengan sektor yang pelemahannya cukup signifikan yakni Sektor perkebunan melemah 0,87%, Sektor consumer goods melemah 0,68% dan Sektor infrastruktur melemah 0,47%. Sedangkan hanya dua sektor yang masih berada di zona hijau yakni Sektor pertambangan menguat 0,99% dan Sektor keuangan menguat 0,06%.

Jika dilihat dari segi Teknikal, diperkirakan IHSG hari ini akan menguat pada rance support resistance 6200-6150, nampak terlihat MACD dan RSI pun belum menyentuh area overrbought. Sentimen positif domestik masih sama yakni karna efek window dressing.

 

BERITA EKONOMI

Usai IPO, Indonesia Fibreboard (IFII) targetkan pendapatan Rp 800 miliar di 2020
Emiten pengolahan kayu PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/12) dengan meraup dana segar Rp 148,27 miliar. Usai melantai, perusahaan menargetkan pendapatan pada tahun 2020 mencapai Rp 800 miliar dan laba bersih Rp 110 miliar.
Direktur PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk Ang Andri Pribadi menjelaskan strategi perusahaan adalah menggunakan 64% dana hasil IPO untuk melunasi utang kepada Bank Nord LB dan sisanya akan digunakan untuk belanja modal.
Pada akhir tahun ini, perusahaan menargetkan pendapatan mencapai Rp 650 miliar dan laba bersih mencapai Rp 72 miliar.
Sedangkan pada periode Juni 2019, IFII mampu mengantongi penjualan bersih sebesar Rp 300,07 miliar yang sebanyak 76% berasal dari pasar ekspor. Sementara laba periode berjalan sebesar Rp 25,73 miliar.
Untuk mencapai target pendapatan dan laba di tahun 2020, IFII lantas akan menggunakan sisa dana IPO untuk kebutuhan belanja modal.
Menurut Ang, peremajaan mesin dilakukan untuk menunjang produksi. Saat ini kapasitas pabrik perusahaan mencapai 250.000 kubik per tahun dan direncanakan tumbuh 10% tahun depan.
Perusahaan memproyeksikan kebutuhan dana untuk itu mencapai Rp 40 miliar, sekitar 18% dana tersebut berasal dari hasil IPO.
Menurut HIMA AE, prospek yang dimiliki oleh emiten pengolahan kayu khususnya IFII, mengingat Indonesia merupakan produsen kayu ringan terbesar di dunia terutama untuk jenis sengon dan jabon. Berdasarkan data UN Comtrade, pada tahun 2017 nilai ekspor kayu ringan Indonesia ke Tiongkok sebesar 244,46 juta Dolar AS. Sementara nilai ekspor Tiongkok ke Vietnam sebesar 181,31 juta Dolar AS. Pada tahun tersebut, nilai ekspor kayu ringan Indonesia ke Vietnam hanya sebesar 10,48 juta Dolar AS sehingga Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor produk kayu ringan ke Vietnam.
Ke depan diharapkan negara mampu memaksimalkan potensi kayu dengan mengembangkan produk turunan yang bisa dipasarkan di pasar internasional, misalnya furniture. Berdasarkan data terakhir, Indonesia berada di posisi 17 di dunia sebagai negara eksportir furnitur.
Sources : Kontan, Kompas, Pikiran Rakyat

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Selasa, 10 Desember 2019 PT. Surya Citra Media Tbk (SCMA) ditutup menguat sebesar +3,57% pada harga Rp.1.450. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin membentuk Candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Parabolic SAR, MACD dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.
Recommendation : Buy
Target Price : Rp1.600
Stop Loss : Rp1.350
(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *