MENTARI PAGI EDISI 554, SELASA 10 DESEMBER 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, (09/12/19) ditutup menguat +0,112%, mengakhiri perdagangan kemarin di level 6.193,792. Enam sektor mengalami penguatan dan empat sektor lainnya cenderung melemah.

Sektor property, Real Estate, and Building Construction menguat sebesar +1.60%) dan sektor agriculture sebesar +0.61% serta sektor yang terkoreksi paling dalam yaitu sektor Misccellaneous Industry sebesar(-0.99%) dan Infrastructure, Utilities and Transportation sebesar (-1.00%). Perdagangan kemarin tercatat 9.079 miliyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp. 6.414 triliyun. Asing juga mencatatkan penjualan bersih (Net Foreign Sell) keseluruhan pasar mencapai Rp. 56,21 miliyar.

Hari ini kami memprediksi IHSG akan kembali menguat pada perdagangan esok karena efek positif dari Wall Street bursa hingga +1% lebih pada akhir pekan lalu. Secara teknikal IHSG masih akan melanjutkan tren jangka pendeknya dengan menyentuh level tertingginya dalam satu bulan terakhir. Mengingat indikator RSI menujukan IHSG belum menyentuh titik jenuh / overbouhght serta indikator MACD yang masih akan melanjutkan trennya hingga menembus garis Nol.

BERITA EKONOMI

Pemerintah Ngebut Bahas Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

Pembahasan maraton omnibus law terus dilakukan. Targetnya, omnibus law cipta lapangan kerja akan siap dibahas dengan DPR awal tahun depan. Pembahasan ini telah dilakukan selama sebulan terakhir. UU ini akan menyederhanakan sekitar 70 peraturan dan terdiri dari 11 klaster yaitu penyederhanaan perizinan berusaha, pengenaan sanksi administrasi dan penghapusan sanksi pidana, ketenagakerjaan, administrasi pemerintahan, pengadaan lahan, persyaratan investasi, kemudahan dan perlindungan hukum, dukungan riset dan inovasi, kemudahan berusaha, kemudahan proyek pemerintah, dan kawasan ekonomi yang intinya ditujukan untuk kemudahan investasi dan izin usaha. Sementara, terdapat enam klaster pada Omnibus Law Perpajakan yaitu pengaturan tarif PPh yang terdiri dari penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) badan, penghapusan PPh atas dividen dari dalam dan luar negeri, dan relaksasi dasar pengenaan PPh.

Menurut Hima AE, adanya omnibus law yang memangkas banyak peraturan untuk memudahkan investasi ini akan berdampak baik bagi perekonomian nasional. Seperti keringanan denda kepabeanan akan menaikkan pendapatan negara seperti yang terjadi saat tax amnesty. Kabar ini tentu menjadi perhatian pasar karena memiliki ptensi besar untuk mendorong IHSG.

Sumber : Kontan.co.id

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Senin, 9 Desember 2019 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) ditutup menguat sebesar +3,00% pada harga 2060. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin saham WIKA membentuk Long White Body Candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan yang berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5, Stochastic, dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : BUY

Target Price : 2150

Stop Loss : 1980

(Disclaimer On)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *