MENTARI PAGI EDISI 550, RABU 04 DESEMBER 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, (03/12/19) ditutup menguat 0.06%, mengakhiri perdagangan kemarin di level 6.133,896. Empat sektor mengalami penguatan dan enam lainnya melemah.

Sektor basic industry and chemicals menguat (+1.36%), disusul sektor consumer goods( +0.73%) dan sektor yang terkoreksi paling dalam yaitu sektor miscellaneous industry sebesar (-1.61%). Perdagangan kemarin tercatat 9.406 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 6.354 triliun. Asing juga mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) dikeseluruhan pasar mencapai 92.88 milyar.

Hari ini kami prediksi IHSG berpotensi masih akan menguat lantaran efek positif dari data inflasi yang terkendali . Turunnya angka inflasi inti berpotensi mendorong konsumsi dalam negeri karena sektor rumah tangga mempunyai anggaran berlebih. Jika dilihat secara teknikal IHSG masih menunjukkan tanda-tanda menguat karena masih bergerak diatas rata-rata harganya dalam lima hari terakhir (MA5) serta didukung indikator Relative Strength Index (RSI) yang belum menyentuh level jenuh belinya (overbought).

BERITA EKONOMI

Pembeli Sawit Terbesar Mempertimbangkan Larangan Impor

Pemerintah India mulai mempertimbangkan larangan impor produk olahan sawit demi kesejahteraan petani lokal dengan cara menetapkan unit impor sebesar 5 liter yang akan berdampak pada naiknya biaya bagi banyak pembeli. Aturan ini mungkin akan diberlakukan pada Januari bersamaan dengan berlakunya bea masuk baru terkait kesepakatan antara India dengan beberapa negara. Kebijakan ini berpotensi menekan ekspor CPO Malaysia dan Indonesia setelah sebelumnya terjadi peningkatan bea impor yang dilakukan India terhadap produk CPO.

Menurut Hima AE, kabar ini berpotensi menekan harga CPO yang sedang melambung tinggi dan turut membawa dampak negatif kepada ekspor sawit Indonesia ke India yang setelah sebelumnya mendapat angin segar berupa penyamaan bea masuk Indonesia dengan Malaysia. Namun, sejauh ini produk sawit secara garis besar masih dalam sentimen positif dikarenakan adanya kekeringan yang membuat suplai berkurang dan kebijakan B30 dari sisi domestik.

Sumber : Bloomberg, CNBC Indonesia

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Selasa, 3 Desember 2019 PT Bank Permata Tbk. (BNLI) ditutup menguat sebesar +3,43% pada harga 1055. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin saham BNLI membentuk Long White Body Candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan yang berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5, Stochastic, dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : BUY

Target Price : 1100

Stop Loss : 1010

(Disclaimer On)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *