MENTARI PAGI EDISI 548, JUMAT 29 NOVEMBER 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, (28/11/19) ditutup melemah 1.16%, mengakhiri perdagangan kemarin di level 5.953,060. Tercatat selama enam hari beruntun IHSG terkoreksi. Hanya satu sektor yang menguat, sisanya mengalami pelemahan.

Sektor miscellaneous industry menguat (+0.07%), dan sektor infrastruktur,utilities and transportation terkoreksi paling dalam sebesar (-2.30%) disusul sektor mining (-2.18%). Perdagangan kemarin tercatat 8.924 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 6.026 triliun. Asing juga mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) dikeseluruhan pasar mencapai 82.89 milyar.

Hari ini kami prediksi IHSG berpotensi masih alami koreksi lantaran berita mengenai penandatanganan dua Undang-Undang oleh Donald Trump yang mendukung demo Hong Kong di response secara negative oleh pelaku bursa Asia. Hal ini memungkinkan AS menjatuhkan sanksi terhadap pejabat pelanggaran HAM dan penghentian ekspor senjata ke Hong Kong. Jika dilihat secara teknikal IHSG masih terus dibayang-bayangi penurunan karena terus-terusan bergerak di bawah rata-rata harganya dalam lima hari terakhir (MA5). Sementara potensi penguatan dari indikator stochastic dan RSI yang sudah memasuki wilayah jenuh jual (oversold).

BERITA EKONOMI

Hubungan AS-China Kembali Memanas

Diawali perselisihan di bidang teknologi, lalu merembet ke perekonomian, kali ini dua raksasa ekonomi dunia berselisih di ranah politik. Ini disebabkan oleh Trump yang meneken UU yang mewajibkan Hong Kong mempertahankan otonominya apablia tetap ingin berdagang dengan AS yang telah membantunya menjadi pusat keuangan dunia, juga berisi tentang HAM, dan larangan kepada kepolisian Hong Kong untuk menggunakan barang-barang amunisi pengendalian masa. Hal ini tentu membuat pemerintah China marah dan mempengaruhi keputusan perang dagang.

Menurut Hima AE, kembali memanasnya hubungan kedua negara bukanlah hal mengejutkan mengingat tujuan AS sesungguhnya adalah menjegal China untuk menjadi lebih besar lagi seperti yang dikatakan ekonom Chatib Basri. Upaya AS mengintervensi urusan China di Hong Kong ini kembali menimbulkan kekhawatiran di pasar global yang menyebabkan indeks global berguguran. Pasar mungkin akan lebih baik setelah pemilu AS apabila Trump tidak terpilih, namun kemungkinan perselisihan kedua negara tetap ada mengingat perselisihan ini merupakan misi AS untuk menjegal kekuatan baru dan bukan misi pribadi Trump.

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Kamis, 28 November 2019 PT Astra International Tbk. (ASII) ditutup melemah sebesar -0,38% pada harga 6400. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin saham ASII membentuk Inverted Hammer Candle yang mengindikasikan adanya potensi pembalikan arah dan penguatan yang berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5, Stochastic, dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : BUY

Target Price : 6700

Stop Loss : 6150

(Disclaimer On)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *