MENTARI PAGI EDISI 546, RABU 27 NOVEMBER 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, (26/11/19) ditutup melemah 0.73%, mengakhiri perdagangan kemarin di level 6.026,188. Tercatat  selama empat hari beruntun IHSG terkoreksi sehingga memperpanjang derita. Hanya satu sektor yang menguat, sisanya mengalami pelemahan.

Sektor finance menguat (+0.14%), dan agriculture terkoreksi paling dalam sebesar (-1.95%) disusul sektor basic industry and chemicals (-1.85%). Perdagangan kemarin tercatat 11.886 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 13.330 triliun. Asing juga mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) dikeseluruhan pasar mencapai 22.62 milyar.

Hari ini kami prediksi IHSG berpotensi masih alami koreksi lantaran aksi profit taking yang dilakukan investor asing semakin deras akibat perhatian pelaku pasar yang masih tertuju pada kelanjutan kesepakatan dagang AS-China. Selain itu kondisi beberapa negara yang telah memasuki jurang resesi turut menambah kekhwatiran pasar. Jika dilihat secara teknikal IHSG dalam tekanan jangka pendeknya, bergerak dibawah rata-rata harganya dalam lima hari terakhir (Moving Average/MA5).

BERITA EKONOMI

OJK Berencana Mendorong Penerbitan Wakaf Linked Sukuk Pada Tahun Depan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana mendorong penerbitan wakaf linked sukuk tahun depan. Direktur Pasar Modal Syariah OJK Fadilah Kartikasari mengatakan saat ini pihaknya sedang dalam proses penjajakan.

“Pihak-pihak yang kira-kira menerbitkan siapa, skemanya seperti apa tapi kan perlu proses karena belum pernah sebelumnya, peraturannya mesti disinkronkan. Doakan tahun depan,” ujar Fadilah di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/11).

Fadilah menjelaskan, nantinya OJK akan mendorong pihak-pihak menerbitkan sukuk di mana di dalamnya ada peran dari nadzir. Apabila ada aset, maka aset tersebut akan dibangun dari pendanaan sukuk tersebut. Selanjutnya akan disewakan untuk nantinya pembagian hasil. “Nanti tahun ke berapa kalau yang membangun sudah menikmati keuntungan, bangunan akan dialihkan kepada nadzir. At the end, dia akan punya aset wakaf yang dia sendiri tidak keluar uang, dibangun pihak lain dengan cara penerbitan sukuk komersil,” jelas dia.

Ditemui terpisah, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi mengatakan penerbitan wakaf sukuk tersebut akan menggunakan Peraturan OJK Nomor 22 Tahun 2019 tentang Transaksi Efek. “Wakaf sukuk ini nanti kurang lebih sama (wakaf saham), underlying-nya sukuk,” jelas Hasan.

Menurut HIMA AE, peluncuran pertama produk inovatif ini merupakan hal yang positif dan dapat menjadi  batu loncatan untuk memajukan pasar modal syariah. Mengingat pasar modal syariah tanah air terus berkembang dari waktu ke waktu. Dari sisi jumlah saham, sebanyak 413 saham dari total 659 saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia merupakan saham saham yang masuk daftar Sukuk linked wakaf merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk memproduktifkan tanah wakaf. Emiten maupun nadzhir bisa bekerja sama untuk menerbitkan surat berharga syariah yang bertujuan memproduktifkan aset wakaf.Misal untuk pembangunan gedung komersil di atas tanah wakaf. Untuk mendanainya, emiten maupun nadzir bisa meluncurkan sukuk linked wakaf.  Sukuk linked wakaf berbeda dengan waqf linked sukuk yang dikembangkan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Kementerian Keuangan. Sukuk linked wakaf bisa diluncurkan oleh nazhir maupun bekerja sama dengan pihak ketiga untuk meluncurkan surat berharga.

Sources : Kontan, Republika

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Selasa, 26 November 2019 PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) ditutup menguat sebesar +1,65% pada harga 1230. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin saham SCMA membentuk Inverted Hammer Candle yang mengindikasikan adanya potensi pembalikan arah dan penguatan yang berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5, Stochastic, dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : BUY

Target Price : 1290

Stop Loss : 1180

(Disclaimer On)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *