MENTARI PAGI EDISI 540, SELASA 29 OKTOBER 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, (28/10/19) ditutup menguat 0.21% ke level 6,265.384. Enam sektor menguat dan empat sektor lainnya melemah. Sektor infrastucture,utilities,transportation melemah 5.42 point dengan besaran koreksi (-0.44%). Sementara sektor miscellaneous industry menyumbang penguatan tertinggi sebesar (+1.25%). Perdagangan kemarin tercatat 22.784 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 8.013 triliun. Asing juga mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) dikeseluruhan pasar mencapai -155.97 milyar.

Hari ini kami prediksi IHSG berpotensi masih melanjutkan penguatan lantaran sentimen positif dari global, khususnya hubungan AS-China yang hampir menyelesaikan beberapa perjanjian dagang dan perpanjangan masa tenggat keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Jika dilihat secara teknikal posisi IHSG sedikit bergerak diatas rata-rata nilainya dalam lima hari terakhir (moving averange /MA5), selain itu didukung dengan terbentuknya pola Bullish Harami ditandai dengan kemunculan bullish candlestick yang lebih kecil daripada candlestick sebelumnya yang mengindkasikan pembalikan arah (reversal).

BERITA EKONOMI

Laba tumbuh lebih dari 20%, Sido Muncul optimistis mampu mencapai target tahun ini

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) optimistis dapat mencapai target pertumbuhan minimal sebesar 10% dari sisi penjualan maupun laba bersih tahun ini. Optimisme ini didasari oleh realisasi kinerja perseroan per kuartal III 2019 yang dinilai memuaskan.

Sido Muncul memang mencatatkan realisasi kinerja yang positif. Produsen jamu ini mencatat kenaikan laba 20,48% secara tahunan alias year-on-year (yoy) hingga kuartal III 2019. Pada sembilan bulan pertama tahun ini, laba bersih SIDO mencapai Rp 578,44 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp 480,11 miliar.

Capaian ini ditunjang oleh realisasi penjualan Sido Muncul yang juga bertumbuh di kuartal III 2019. Menilik laporan keuangan SIDO yang dirilis Kamis (24/10), emiten ini mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 9,48% secara yoy menjadi Rp 2,12 triliun sepanjang Januari-September 2019.

Sebagian besar penjualan ditopang oleh segmen produk jamu herbal dan suplemen sebesar Rp 1,42 triliun atau setara dengan sekitar 67,09% total penjualan. Selanjutnya, sebanyak 28,56% penjualan SIDO berasal dari segmen makanan dan minuman. Sementara itu, sekitar kurang dari 5% sisanya ditopang oleh penjualan dari segmen farmasi.

Penjualan ekspor mencakup 5%-6% dari total pendapatan. Penjualan ekspor ini berasal dari Filipina, Malaysia, dan Nigeria. Adapun produk-produk yang diekspor meliputi Tolak Angin Cair untuk pasar Filipina serta Kuku Bima Energi untuk pasar Malaysia dan Nigeria

Menurut HIMA AE, untuk mencetak angka penjualan yang meningkat secara konsisten, perseroan harus dapat menjaga supply yang ditempatkan di berbagai titik baik di nusantara maupun belahan dunia lainnya. Perusahaan juga dapat memberikan produk jamu dan herbal yang inovatif sehingga ada diversifikasi produk, yang nantinya diharapkan dapat menyasar target pasar yang dituju.

Perseroan juga harus mempunyai target kedepannya seperti apa, market sharenya seperti apa, apakah ada negara tujuan baru untuk ekspansi, ataukah ada rencana untuk melakukan investasi dengan mendirikan pabrik baru

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Senin, 28 Oktober 2019 PT KMI Wire & Cable Tbk. (KBLI) ditutup menguat sebesar +3,96% pada harga 655. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin saham KBLI membentuk candle Long White Body yang mengindikasikan adanya potensi penguatan yang berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5, Stochastic dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : BUY

Target Price : 695

Stop Loss : 620

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *