MENTARI PAGI EDISI 537, KAMIS 24 OKTOBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Rabu (23/10/19) Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0.52% pada level 6257.806 atau 32.309 poin . Dicatat 17.74 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 9.66 triliun. Asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) Rp 303,39 miliar di seluruh pasar. Delapan dari sepuluh sektor berada di zona hijau dengan penguatan yang cukup signifikan yakni Sektor perkebunan menguat 1,35%, Sektor industri dasar menguat 1,23%, dan Sektor tambang menguat 1,17%. Sedangkan 2 sektor yang berada di zona merah yakni Sektor perdagangan melemah 0,56%, dan Sektor barang konsumen melemah 0,28%.

Jika dilihat dari segi teknikal, setelah 9 hari berturut-turut IHSG menguat, diperkirakan hari ini IHSG akan terkoreksi tipis pada support dan resistance 6235-6300 dapat dilihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) dan MACD yang sudah berada di area overbought. Para pelaku pasar juga cenderung wait and see menunggu keputusan BI menaikan atau menurunkan suku bunga.

 

BERITA EKONOMI
CPO Sentuh Harga Tertingginya Tahun Ini

Harga CPO kontrak bulan Januari 2020 di bursa Malaysia melonjak ke level  MYR 2.355/ton. Lonjakkan harga CPO terjadi setelah muncul dugaan China akan membeli lebih banyak CPO setelah adanya larangan dari asosiasi dagang India untuk pembelian produk CPO Malaysia terkait komentar PM Malaysia tentang Kashmir yang berpotensi menekan harga CPO. Walaupun demikian, harga CPO akhir-akhir ini juga telah menunjukkan penguatan disebabkan oleh pelemahan mata uang ringgit terhadap dollar dan akan segera dilaksanakannya perayaan Diwali yang membutuhkan banyak minyak sawit di India 27 Oktober mendatang. Sentimen lain yang akan mengerek harga CPO adalah sedang berjalannya proses pengimplementasian B30 oleh pemerintah setelah terjadinya penolakan terhadap produk sawit oleh negara-negara Eropa terkait isu lingkungan.

Menurut Hima AE, sentimen-sentimen diatas dapat menjadi dorongan positif untuk saham-saham agrikultur khususnya sawit terlihat dari kenaikan sektor agrikultur pada 23 Oktober kemarin sebesar 1.35% yang didorong oleh kenaikan saham AALI, LSIP, dan BWPT. Sementara ini, topik target pemerintah untuk penerapan B100 masih menjadi isu utama yang diperhatikan perkembangannya oleh pasar.

Sumber : CNBC Indonesia

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Rabu, 23 Oktober 2019 PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPS) ditutup menguat sebesar +7,32% pada harga Rp.3810 . Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin saham BTPS membentuk candle Bullish Belt Hold yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Bollinger Band, Stoch, MACD yang membentuk Golden Cross serta Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : BUY

Target Price : Rp 4.020

Stop Loss : Rp 3.630

(DISCLAIMER ON)

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *