MENTARI PAGI EDISI 535, SELASA 22 OKTOBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Senin (21/10/19) Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0.11% pada level 6198.987 atau 7.040 poin . Dicatat 19,43 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 8.10 triliun. Asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) Rp 58,08 miliar di seluruh pasar. Enam dari sepuluh sektor berada dizona hijau yakni Sektor consumer goods menguat 0,82%, sektor perkebunan menguat 0,73%, dan sektor manufaktur menguat 0,41%, sedangkan sektor yang berada dizona merah dengan pelemahan yang cukup signifikan yakni sektor industri dasar melemah 0,25%, sektor perdagangan melemah 0,23%, sektor konstruksi dan infrastruktur melemah 0,12%.

Jika dilihat dari segi teknikal, diperkirakan IHSG hari ini masih akan melanjutkan penguatannya walaupun tipis pada level 6210, dilihat juga dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang masih belum menyentuh jenuh beli (overbought). sentimen positif domestik yakni terciptanya stabilitas keamanan dan politik terbukti pada kondisi pelantikan presiden dan wakil presiden yang aman.

BERITA EKONOMI

Jajak pendapat Reuters: BI bisa pangkas suku bunga 25 bps di Oktober ini

Sebanyak 18 dari 30 ekonom yang diwawancarai oleh Reuters memeperkirakan BI akan kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada 24 Oktober nanti. Hal tersebut dikarenakan oleh lemahnya data-data ekonomi seperti penjualan motor dan mobil yang menandakan pelemahan ekonomi yang tak lain disebabkan oleh perang dagang. BI pun telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi dari 5,2% menjadi 5,1% dan memperkirakan pertumbuhan pada 2020 sebesar 5,1% – 5,5%.

Penurunan suku bunga BI akan menjadi penurunan ke-4 tahun ini. Penurunan suku bunga ini akan menjadi kabar baik bagi perusahaan perbankan dan pasar surat utang dalam negeri yang belakangan ini dibanjiri dana asing. Bayangan resesi mulai memudar sesudah pertemuan AS – China terakhir yang memberi sinyal positif bagi pasar. Namun, menurut Hima AE, BI belum akan memangkas suku bunga bulan ini.

Sumber : Kontan

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan hari Senin, 21 Oktober 2019 PT. AKR Corporindo Tbk (AKRA) ditutup melemah sebesar -2,39% pada harga Rp4.080. Jika dilihat dari Analisa Teknikal, pada perdagangan kemarin AKRA membentuk candle Bearish Belt Hold. Hal ini juga didukung oleh Indikator MACD, Parabolic SAR dan Volume yang memiliki kolerasi positif terhadap pelemahan saham tersebut

Rekomendasi: Sell

Target Price Sell: Rp4.080 – Rp.3.950

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *