MENTARI PAGI EDISI 534, SENIN 21 OKTOBER 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan kemarin, Jumat (18/10/19) ditutup menguat 0.18% ke level 6,191.947. Tercatat IHSG berturut turut berada dizona hijau. Enam sektor menguat dan empat sektor lainnya melemah. Sektor consumer goods paling banyak menyumbang poin pelemahan bagi IHSG sebanyak 60.78 point dengan besaran koreksi (-2.81%). Sementara sektor aneka industri mengalami penguatan tertinggi sebesar (+1.23%) disusul sektor finance (1.11%). Perdagangan kemarin tercatat 16.471 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 10.288 triliun. Asing juga mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) dikeseluruhan pasar mencapai 56.96 milyar.

Hari ini kami prediksi IHSG berpotensi masih melanjutkan penguatan walau perdagangan dipastikan tak akan berlangsung dengan mudah. Ada cukup banyak sentimen dari dalam dan luar negeri yang bisa mengantui benak investor. Sentimen dari dalam negeri datang dari berita pelantikan Presiden dan kabinet baru pemerintahan serta pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) terkait tingkat suku bunga BI. Adapun sentimen dari luar negeri yang menjadi perhatian pelaku pasar terkait rilis data ekonomi AS. Secara teknikal IHSG masih berada diatas rata-rata nilainya dalam lima hari terakhir (MA5) begitupun indikator MACD dan RSI yang juga belum menyentuh level overbought.

BERITA EKONOMI

Teken MoU proyek sarana kereta api di Laos, WSKT: Kami punya pengalaman di Palembang

PT Waskita Karya Tbk (WSKT, anggota indeks Kompas100) menyebut pihaknya telah menjalin kerjasama penyediaan sarana dan pra sarana kereta api di Laos, melalui MoU Joint of Development Agreement pada Selasa (15/10) lalu.

Investor Relation WSKT, Fandi mengemukakan pihaknya memiliki kapasitas untuk membangun infrastruktur jalur kereta api.

Selain penandatanganan Joint of Development Agreement, dilaksanakan pula penandatanganan MoU Complete the Detailed Design Railway Project Laos-Vietnam antara Pemerintah Republik Demokratik Laos dengan Petroleum Trading Lao Public Company, Laos dan HT Investment Construction Management Co.Ltd., Vietnam.

Namun Fandi tidak menyebut lebih detail waktu pengerjaan proyek tersebut atau bagaimana kendala yang mungkin dihadapi dalam menggodok proyek infrastruktur di luar negeri.  Namun pihaknya menyebut, MoU tersebut sejalan dengan strategi WSKT mengembangkan di luar negeri.

Menurut HIMA AE, kerja sama yang dilakukan oleh kedua belah pihak, akan memberikan peluang bagi Waskita Karya Tbk, untuk memperluas pangsa pasar di luar negeri. Sebelumnya, Waskita pernah menyelesaikan proyek pembangunan jalur kereta api Manggarai–Bandara Soekarno-Hatta.

Selain itu, Waskita juga pernah menyelesaikan proyek Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan yang membentang dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II hingga Jakabaring Sport City.

Sepanjang 2019, Waskita menargetkan penerimaan pembayaran proyek sebesar Rp 40 triliun. Di mana sebesar Rp 26 triliun berasal dari proyek turnkey dan sebesar Rp 14 triliun berasal dari proyek konvensional. Dus, Waskita masih menunggu pencairan proyek Rp 35 triliun lagi.

Perolehan dana tersebut akan digunakan untuk mendanai belanja modal tahun ini yang sebagian besar dialokasikan untuk pengembangan jalan tol Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk meningkatkan posisi rasio keuangan Waskita.

Sources : Kontan, Investing

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Jumat, 18 Oktober 2019 PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) ditutup menguat sebesar +7,14% pada harga 2.850. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin saham MIKA membentuk candle White Marubozu yang mengindikasikan adanya potensi penguatan yang berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5, Stochastic dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : BUY

Target Price : 2.980

Stop Loss : 2.720

(DISCLAIMER ON)

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *