MENTARI PAGI EDISI 533, JUMAT 18 OKTOBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Kamis (17/10/19) Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0.19% pada level 6181.014 atau 11.422 poin . Dicatat 17.16 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 9.26 triliun. Asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) Rp 208,68 miliar di seluruh pasar. Enam dari sepuluh sektor berada di zona hijau, sektor dengan kenaikan yang sangat signifikan yakni sektor aneka industri menguat 3,40%, sektor industri dasar menguat 1,22% dan sektor perkebunan menguat 0,97%. Sedangkan sektor yang mengalami pelemahan yakni sektor consumer goods melemah 0,68%, sektor pertambangan melemah 0,53% dan sektor infrastruktur melemah 0,27%.

 

Jika dilihat dari segi teknikal, diperkirakan IHSG hari ini masih akan melanjutkan penguatan nya pada level 6210. Didukung juga oleh indikator Moving Average (MA5) yang bergerak diatas rata-rata, juga Nampak garis pada indikator MACD dan Relative Strength Index (RSI) belum menyentuh area overbought. sentimen positifnya juga datang dari domestik yakni terciptanya stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi.

BERITA EKONOMI

Indonesia – Jepang Sepakati Kontrak Dagang Rp2,8 Triliun

Hingga hari kedua Trade Expo Indonesia (TEI) 2019, pebisnis Indonesia dan Jepang telah menyepakati kontrak sebesar US$ 200,79 juta atau Rp2,8 triliun yang didominasi produk kertas. Melansir siaran pers Kementrian Luar Negeri, terdapat 4 kontrak dagang dan 1 joint venture yang telah disepakati. Perusahaan Asia Pulp & Paper Japan Ltd. dan Universal Paper Co. Ltd. mengikat kontrak dagang dengan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk., PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk., dan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills (APP Sinar Mas) untuk ekspor produk kertas, seperti kertas fotokopi, kertas cetak, packaging paperboard, dan tisu, dengan nilai US$200 juta untuk 2020. Selanjutnya, Sakafuji Corporation dengan PT Marizarasa Sarimurni sepakat atas kontrak dagang produk makanan dan minuman, seperti selai, kecap, bumbu masakan, dan sirup, dengan nilai kontrak US$350.000 untuk 2020. Perusahaan Jepang, Sariraya Co. Ltd., berhasil membuat 2 kontrak dagang dengan produsen makanan nasional, yakni PT Charoen Pokphan Indonesia Tbk., untuk pembelian produk olahan ayam beku dengan volume 72 ton per tahun dengan nilai kontrak US$238.800 untuk 2020. Selain itu, Sariraya Co. Ltd. meneken kontrak dagang dengan PT Sekar Laut Tbk. untuk pembelian kerupuk udang dan kerupuk mentah dengan nilai kontrak US$200.000 untuk 2020.  Sementara itu, perusahaan Jepang Power Environ dan PT Bintang Paser Sejati telah menandatangani MoU pembentukan joint venture dengan nilai investasi Rp2,5 miliar untuk palm kernel shell dengan potensi perdagangan US$3,75 juta per tahun untuk 5 tahun pertama

Menurut Hima AE, kontrak ini adalah kabar baik untuk industri dalam negeri dan sejalan dengan usaha pemerintah untuk meningkatkan ekspor. Event seperti TEI adalah suatu kegiatan positif yang dapat membuka peluang kerjasama dengan luar negeri.

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Kamis, 17 Oktober 2019 PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBCA) ditutup menguat sebesar +1,50% pada harga Rp4.050. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin INTP membentuk candle Bullish Belt Hold yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Bolingger Band serta MACD yang membentuk Golden Cross memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : Buy

Target Price : Rp4.210

Stop Loss      : Rp3.960

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *