MENTARI PAGI EDISI 532, KAMIS 17 OKTOBER 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (16/10/19) ditutup menguat ke level 6,169.592 (+0.19%). Lima sektor menguat, dan lima sektor lainnya melemah. Sektor finance memimpin penguatan (+0.62%) sementara sektor yang mengalami pelemahan dari sektor mining (-0.68%). Tercatat 15.358 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 8.892 triliun. Asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) dikeseluruhan pasar mencapai Rp 189.34 milyar.

Pada perdagangan hari ini kami prediksi IHSG kembali melanjutkan penguatannya seiring laju pergerakan bursa Asia yang menguat ditopang data ekonomi dan membaiknya kinerja sektor perbankan dan property akibat Jokowi effect yang akan dilantik pada 20 Oktober nanti. Adanya penundaan tarif  impor oleh kedua negara dan perang dagang yang mulai mencapai kesepakatan membuat IHSG bergerak ke zona hijau.  Jika dilihat dari sisi teknikal, IHSG dalam fase rebound yang didukung oleh indikator moving average (MA 5) bergerak diatas nilai rata-rata hariannya dan juga MACD yang membentuk golden cross menandakan adanya pola pembalikan arah (reversal) memberikan sinyal positif.

BERITA EKONOMI

Ini alasan BEI suspensi saham Steadfast Marine (KPAL)

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham atau suspensi PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) di seluruh pasar sejak sesi II Perdagangan Efek hari Rabu, (16/10) hingga pengumuman lebih lanjut.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan BEI, Goldas Tambunan, dan Kepala divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy menyebut BEI menghentikan sementara perdagangan saham KPAL karena adanya permohonan pernyataan pailit kepada PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) selaku termohon oleh Cable Source Pte. Ltd. Adapun pada perdagangan sesi I saham KPAL terkoreksi 1,80% ke angka Rp 545 per saham.

Menurut HIMA AE, dalam kondisi keuangan yang sehat pun perseroan dapat dinyatakan pailit karena utang. Hal tersebut dikarenakan debitur (penerimapinjaman)menunda pembayaran utang kepada para pihak kreditur (pemberi pinjaman) sesuai UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitandan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, pailit dapat dijatuhkan apabila debitor:

  1. Mempunyai dua atau lebih kreditor, dan:
  2. Tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat  ditagih,
  3. Baik atas permohonannya sendiri maupun atas permohonan satu atau lebih kreditornya.

Persoalan kepailitan merupakan persoalan ketidakmampuan untuk membayar utang.  Apabila sebuah perusahaan memiliki dua utang yang belum dibayar, maka perusahaan tersebut sudah memenuhi syarat untuk dipailitkan.Perusahaan dapat menghindari kepailitan dengan cara memahami manajemen keuangan denganbenar, seperti teliti dan tekun dalam membuat laporan keuangan untuk setiap harinya. Mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran perseroan baik dengan jumlah kecil maupun besar dan tidak menunda untuk mencatatnya.

Sources : Kontan, Warta Ekonomi, Jurnal Blog

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Rabu, 16Oktober 2019 PTSummarecon AgungTbk. (SMRA) ditutup menguat  sebesar+2,12% pada harga1.200. Jika dilihat dari AnalisisTeknikal pada perdagangan kemarin saham SMRA membentuk candle Bullish Belt Hold yang mengindikasikan adanya potensi penguatan yang berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5, Stochastic dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : BUY

Target Price :1.250

Stop Loss : 1.140

(DISCLAIMER ON)

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *