MENTARI PAGI EDISI 531, RABU 16 OKTOBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Selasa (15/10/19) Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0.51% pada level 6158.167 atau 31.290 poin . Dicatat 15.76 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 8.61 triliun. Asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) Rp 560,91 miliar di seluruh pasar. Tujuh dari sepuluh sektor berada di zona hijau yakni sektor industri dasar menguat 2,81%, sektor manufaktur menguat 1,07% dan sektor consumer goods menguat 0,46% , sedangkan tiga sektor berada dizona merah, sektor dengan pelemahan cukup signifikan yakni sektor perkebunan yang turun 0,27%, sektor pertambangan turun 0,22% dan sektor aneka industri turun 0,20%.

Jika dilihat dari segi teknikal, diperkirakan IHSG hari ini masih akan melanjutkan penguatannya pada level 6170, Nampak pada indikator Stochastic dan Relative Strength index (RSI) yang masih belum menyentuh area overbought.

 

BERITA EKONOMI
Neraca Perdagangan Defisit USD 160,5 Juta

Neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit sebesar 160,5 juta US dollar pada September didorong oleh pelemahan ekspor sebesar 1,29% dibanding bulan Agustus dan peningkatan impor sebesar 0,63% dari bulan sebelumnya. Ekspor dari awal tahun sampai bulan September 2019 tercatat mengalami penurunan sebesar 8% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, sementara impor juga mengalami pelemahan sebesar 9,12%. Pelemahan ekspor terjadi baik pada sektor migas maupun non migas, sedangkan penguatan impor didorong oleh sektor non migas. Pelemahan ekspor migas disebabkan oleh berkurangnya impor minyak mentah dan gas, sementara pelemahan ekspor non migas disebabkan oleh berkurangnya ekspor lemak dan minyak hewan/nabati, mesin/peralatan listrik, karet dan barang dari karet, dan bijih, kerak, dan abu logam. Sementara itu, peningkatan impor didorong oleh kenaikan impor kendaraan dan bagiannya, bahan kimia organik, dan serealia. Tiongkok, AS, Jepang, dan India masih menjadi negara tujuan ekspor utama Indonesia, sedangkan China, Jepang, Singapur, dan Thailand adalah sumber utama impor Indonesia.

Sumber : bps.go.id

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Selasa, 15 Oktober 2019 PT. Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) ditutup menguat sebesar +3,43% pada harga Rp19.600. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin INTP membentuk candle Bullish Belt Hold yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Parabolic SAR, Bolingger Band serta MACD yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut sehingga menembus Resistance

Recommendation : Buy

Target Price : Rp21.150

Stop Loss      : Rp18.950

(DISCLAIMER ON)

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *